Selasa, 12 Juni 2012

China Gali Ratusan Patung Prajurit Terakota


Shaanxi – Ratusan patung prajurit Terakota yang berusia dua abad ditemukan dalam penggalian ketiga di Qin Shihuang UNESCO World Heritage, Shaanxi, China.

Sebanyak 120 koleksi patung prajurit ini ditemukan dalam penggalian yang dilakukan sejak 2009. Dua penggalian sebelumnya, dilansir Daily Mail, dilakukan pada 1974 dan 1985.

Artifak di China Barat ini terkubur bersama kaisar pertama Dinasti Qin, abad ketiga sebelum Masehi. Temuan ini termasuk beberapa barang yang belum pernah terlihat. Seperti drum perang dan tameng yang dicat.

Total, terdapat lebih dari 310 benda-benda kecil yang baru digali, bersama 12 kuda dari tanah liat. Penggalian ini meliputi tanah seluas 200 meter persegi di lubang pertama, yang terbesar dan paling dikunjungi Terracota Warriors and Horses Museum.

Beberapa temuan tak biasa lainnya juga termasuk kotak alat untuk kereta kuda, panah, drum yang dicat dan beberapa benda yang dicat ungu khas China. Begitu sepenuhnya digali, semua akan dibawa ke museum.

Lebih dari seribu patung berkuran manusia dengan wajah serta gaya rambut yang unik dan berbeda-beda, telah ditemukan dari situs penggalian tersebut. Patung itu ditempatkan untuk menjaga makam kaisar pertama China, Qin Shi Huang.

Terakota bukanlah nama dari prajurit Dinasti Qin ini. Terakota berasal dari Bahasa Italia, berarti ‘tanah bakar’, yang sebenarnya dari Bahasa Latin terra cocta. Dalam Bahasa Indonesia, terakota bisa diartikan tembikar dari tanah liat.



Detail: The terracotta warriors are being carefully uncovered using delicate equipment to help preserve the detailed work in their original production more than 2,000 years agoFrozen in time: Up close the ornate detail put into the terracotta warriors is visible, with each figures facial characteristics, hairstyle and adornments clearly visible despite the passing of more than 2,000 since their creation

Detail: The terracotta warriors are being carefully uncovered using delicate equipment to help preserve the detailed work in their original production more than 2,000 years ago


Painstaking: Archaeologists at work in the extended excavation of the Pit One of the Terracotta Warriors and Horses Museum in Xian

Painstaking: Archaeologists at work in the extended excavation of the Pit One of the Terracotta Warriors and Horses Museum in Xian, China where they are measuring and recording the dimensions of the latest terracotta warrior find


Slow process: The current excavation, which started in 2009, is the third at the Chinese site following two previous digs which were carried out in 1974 and 1985

Slow process: The current excavation, which started in 2009, is the third at the Chinese site following two previous digs which were carried out in 1974 and 1985


Future: The dig at the pit is expected to carry on for another three years during which time the latest terracotta warriors will be painstakingly revealed and eventually put on public display

Future: The dig at the pit is expected to carry on for another three years during which time the latest terracotta warriors will be painstakingly revealed and eventually put on public display

Beautiful: Each of the amazing life sized terracotta warriors uncovered in China has its own hairstyle and facial features and clothing

Beautiful: Each of the amazing life-sized terracotta warriors uncovered in China has its own hairstyle and facial features and clothing

The third excavation covers about 200 square metres in pit number one - the largest and the most visited of the Terracotta Warriors And Horses Museum

The third excavation covers about 200 square metres in pit number one - the largest and the most visited of the Terracotta Warriors And Horses Museum







sumber :http://web.inilah.com/read/detail/1870750/china-gali-ratusan-patung-prajurit-terakota

Rabu, 06 Juni 2012

Ukuran Tembok Besar Cina Ternyata Lebih Panjang

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_sB3DoPvLzQwuRCFfmAWnVMsuk3aLIbYqgm08vhn_WRSetkl_qPpogwRo1kLl0iUCePVFHxOSod3n-dWWTusKsa5_nYClHvUbsI-LYQ_Lc7_V_4RAcOwLImaTQfgK_ppKFfqIsWTklYU/s1600/photo_lg_china.jpg


Salah satu dari tujuh keajaiban dunia, Tembok Besar Cina selama ini dianggap memiliki panjang hanya 8,850 km menurut perhitungan pada 2009 lalu.

Namun, hasil penelitian terbaru mengungkap kemungkinan bahwa bangunan buatan abad ketujuh sebelum masehi itu memiliki panjang hingga 21.196,18 km, demikian kantor berita Xin Hua melaporkan.

Angka ini dirilis Badan Negara urusan Peninggalan Budaya berdasarkan surveu arkeologi yang dilakukan sejak 2007 lalu.

Sementara ukuran panjang Tembok Besar sebelumnya hanya berdasarkan catatan sejarah.

"Survey ini mengungkap secara total terdapat 43.721 situs sejarah termasuk bagian dari Tembok Besar," ujar Deputi Kepala Badan urusan Peninggalan Budaya Cina, Tong Mingkang seperti dikutip Xin Hua.

Tembok yang di Cina dikenal sebagai Tembok Sepanjang 10.000 Li itu adalah bangunan benteng yang mulai dibangun pada 500 SM dan selesai dibangun di masa pemerintahan Kaisar Qin Shi Huang.

Tembok ini dibangun untuk melindungi wilayah kekaisaran Cina dari serangan bangsa nomad di utara. Tujuan lainnya adalah pengawasan barang yang melewati Jalur Sutra serta mengawasi perdagangan dan mengontrol proses imigrasi.


Kondisi Tembok Besar

Sesuai laporan itu, saat ini hanya 8,2% tembok asli yang tersisa sementara sisanya berada dalam kondisi yang memprihatinkan.

Di bagian sebelah utara ibukota Beijing yang merupakan tujuan wisata, bangunan bersejarah ini sangat terawat kondisinya.

Namun di banyak bagian lain kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan tak jarang Tembok Besar di beberapa daerah menjadi sumber batu untuk pembangunan dan renovasi rumah,

Di Provinsi Gansu bagian Tembok Besar sepanjang 60km diperkirakan hilang dalam 20 tahun ke depan akibat erosi dan badai pasir.

Sedangkan di banyak titik, ketinggian Tembok Besar menyusut dengan cepat dari sekitar lima meter hingga tersisa hanya dua meter saja.

Selain dikenal karena ukurannya yang masif, Tembok Besar Cina juga dikenal sebagai satu-satunya bangunan buatan manusia yang bisa dilihat dari luar angkasa.

Tembok Besar masuk daftar peninggalan dunia UNESCO sejak 1987.


The Great Wall of China north of Beijing, China. The Great Wall of China is among Seven Wonders of the World

The Great Wall of China north of Beijing, China. The Great Wall of China is among Seven Wonders of the World

Longer: A backpacker walking along section of wall at Jinshanling, near Beijing

Longer: A backpacker walking along section of wall at Jinshanling, near Beijing






sumber :http://news.detik.com/read/2012/06/07/092902/1935018/934/ukuran-tembok-besar-cina-ternyata-lebih-panjang?9922022

Arkeolog Temukan Bukti Keberadaan Vampir


Archaeologists in the Black Sea town of Sozopol, Bulgaria have unearthed two skeletons from the Middle Ages pierced through the chest with iron rods to keep them from turning into vampires

Find: Two skeletons, believed to be those of suspected Medieval vampires, were discovered with iron poles plunged through their chests in the Bulgarian Black Sea town of Sozopol




Jika Anda menganggap vampir hanya cerita bohong belaka, nampaknya Anda harus melihat temuan para ahli ini. Para arkeolog menemukan dua kerangka vampir dari abad pertengahan.

Tim arkeolog ini menemukan kerangka dengan sebuah tongkat besi yang menembus dada agar makhluk ini tak bisa hidup kembali. Temuan ini memberi pandangan betapa seriusnya warga menangani ancaman vampir dan cara keyakinan itu berubah menjadi mitos modern.

Dua kerangka ini diperkirakan berusia 800 tahun dan ditemukan saat penggalian arkeologi di kota Sozopol, Bulgaria.

“Ada lebih dari 100 orang dikubur dan mayatnya ditusuk tongkat besi agar tak berubah menjadi vampir,” ungkap kepala museum sejarah Bulgaria Bozhidar Dimitrov seperti dilaporkan DM.

Di sisi lain, menurut keyakinan kaum Pagan, orang yang dianggap jahat selama hidupnya akan berubah menjadi vampir setelah mati kecuali dadanya ditusuk tongkat kayu atau besi sebelum dikubur. Bagaimana menurut Anda? [ikh]


A close up of one of the 'vampire' skeletons discovered with a metal bar through its chest

A close up of one of the 'vampire' skeletons discovered with a metal bar through its chest


Find:

Find: The two skeletons were discovered during a dig outside a monastery in the Bulgarian Black Sea town of Sozopol

Site: The two skeletons were discovered during an archaeological dig in the Bulgarian Black Sea town of Sozopol

Sozopol: According to the head of Bulgaria's natural history museum 100 corpses of people who were stabbed to prevent them from becoming vampires have been discovered across the country over the years


The remains of a female 'vampire' from 16th-century Venice, buried with a brick in her mouth to prevent her feasting on plague victims

The remains of a female 'vampire' from 16th-century Venice, buried with a brick in her mouth to prevent her feasting on plague victims






sumber :http://teknologi.inilah.com/read/detail/1868970/arkeolog-temukan-bukti-keberadaan-vampir

Selasa, 29 Mei 2012

Bahasa Yesus Segera Dihidupkan Kembali dari Kubur

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1865962.jpg


Di zamannya, Yesus berbicara menggunakan bahasa Aramaic. Kini bahasa ini akan digunakan kembali setelah selama berabad-abad menghilang dan tak pernah dipakai.

Seperti dilaporkanST, bahasa ini akan digunakan di dua desa suci di Tanah Suci umat Kristen. Fokus baru untuk menghidupkan bahasa yang dipakai dua ribu tahun silam ini mendapat bantuan teknologi modern, yakn, kanal televisi berbahasa Aramaic dari Swedia.

Di komunitas ini, bahasa dari lidah kuno ini telah dijaga dengan baik. Di Desa Palestina, Beit Jala, pembicara Aramaic yang lebih tua mencoba berbagi bahasa ini dengan cucu-cucunya.

Beit Jala terletak di Bethlehem yang merupakan tempat kelahiran Yesus. Bahasa ini juga akan digunakan di Desa Jish di Lembah Galilean tempat Yesus hidup dan berceramah. Di desa ini, bahasa ini sudah digunakan untuk mengajar anak SD. [mor]






sumber :http://teknologi.inilah.com/read/detail/1865962/bahasa-yesus-segera-dihidupkan-kembali-dari-kubur

Jumat, 25 Mei 2012

Wah, Manusia Gua Ternyata Sudah Mengenal Musik

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1864766.jpg


Anggapan musik adalah bahasa universal nampaknya benar. Buktinya, musik sudah didendangkan manusia gua di Eropa pada 40 ribu tahun sebelum Masehi (SM). Ingin tahu?

Moyang paling awal warga Eropa diketahui bermain instrumen musik dan menunjukkan kreativitas artistik lebih dari 40 ribu tahun silam. Bukti musisi ini ditemukan di Jerman dalam bentuk seruling primitif yang terbuat dari tulang burung dan gading mammoth.

Seperti dikutipDM, temuan ini berasal dari Gua Geissenkloesterle di Swabian Jura atau selatan Jerman. Temuan ini menampilkan budaya Aurignacian yang menjembatani cara hidup manusia kuno dengan manusia modern yang ada di situs itu antara 42.000-43.000 tahun silam.

“Gua tersebut merupakan salah satu gua yang menghasilkan contoh penting ornamen pribadi, figur seni, gambar mistis dan instrumen musik,” ungkap Profesor Nick Conard dari Tubingen University di Jerman.[mor]


This bird-bone flute was found in a cave in Germany and is thought to date from 42-43,000 years ago

This bird-bone flute was found in a cave in Germany and is thought to date from 42-43,000 years ago

Mammoth bone flute

Mammoth-bone flute: The finds, described in the Journal of Human Evolution, are from Geissenkloesterle Cave in the Swabian Jura region of southern Germany


Early artists

Early artists? The results indicate that modern humans entered the Upper Danube region before an extremely cold climatic phase around 39,000-40,000 years ago





sumber :http://teknologi.inilah.com/read/detail/1864766/wah-manusia-gua-ternyata-sudah-mengenal-musik

Kamis, 24 Mei 2012

Cap Kuno Ditemukan di Yerusalem


Arkeolog Israel mengatakan pada Rabu (23/5) bahwa mereka telah menemukan bukti pertama yang mendukung Perjanjian Lama akan keberadaan Bethlehem, ratusan tahun sebelum kota itu menjadi terkenal sebagai tempat kelahiran Yesus. Bukti itu berupa cap dari tanah liat yang ada di tembok Kota Tua Yerusalem dan bertuliskan tiga baris aksara Yahudi dengan kata 'Bethlehem'.


Eli Shukron yang memimpin penggalian dari Otoritas Benda Antik Israel mengatakan bahwa cap ini ditaruh di pengiriman pajak produk perak dan pertanian dari Bethlehem kepada Raja Judah di dekat Yerusalem pada 8-7 SM. "Inilah untuk pertama kalinya nama Bethlehem muncul di luar Injil dalam pahatan dari periode First Temple (1006-586 SM)," kata Shukron lewat sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters.

http://l2.yimg.com/bt/api/res/1.2/QaXkp3MYK6odKbw9wc3SDQ--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0zMDA7cT04NTt3PTQ1MA--/http://media.zenfs.com/en-AE_XE/News/Reuters/2012-05-23T113346Z_1_CBRE84M0W4E00_RTROPTP_2_LIFE-US-ISRAEL-ARCHAEOLOGY-BETHLEHEM.JPG

http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/BBRwmMxc2y_QqbgaG7k.DA--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD03ODE7cT04NTt3PTYzMA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/Reuters/2012-05-23T114648Z_1279544159_GM1E85N1FLS01_RTRMADP_3_ISRAEL-ARCHAEOLOGY-BETHLEHEM.JPG

http://l3.yimg.com/bt/api/res/1.2/z2YjFpSb1hi0Nglprq9D0g--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD01MTI7cT04NTt3PTQ4MA--/http://media.zenfs.com/en-AE_XE/News/AFPMideastEN/photo_1337792226287-1-0.jpg

http://l3.yimg.com/bt/api/res/1.2/K7vm5Xo9fRODTPG47OUBrw--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD00MDg7cT04NTt3PTYzMA--/http://media.zenfs.com/en_us/News/Reuters/2012-05-23T114555Z_169891325_GM1E85N1IXI01_RTRMADP_3_ISRAEL-ARCHAEOLOGY-BETHLEHEM.JPG






sumber :http://id.berita.yahoo.com/foto/cap-kuno-ditemukan-di-yerusalem-1337827750-slideshow/

Misteri Batu Raksasa di Sulawesi Tengah


Situs Megalitikum (dok. Farchan Noor Rachman/ACI)

Situs Megalitikum




Situs megalitikum yang misterius di Indonesia, tidak hanya di Gunung Padang, Cianjur. Di Doda, Sulawesi Tengah, wisatawan juga bisa melihat kumpulan batu misterius yang serupa.

Doda adalah sebuah desa yang terletak di lembah daratan Kabupaten Lore Utara, Sulawesi Tengah. Lanskap desa ini begitu indah karena dikelilingi pegunungan hijau, bernama Lore.

Sepanjang mata memandang, Anda akan disuguhkan dengan hamparan padang rumput hijau. Tak ketinggalan padang ilalang yang mempercantik pandangan mata.

Tapi di balik itu semua, Doda menyimpan misteri yang belum terpecahkan. Ada banyak batu besar yang berdiri tegak di atas tanahnya. Hamparan batu ini tersebar di dua situs berbeda, dan sampai sekarang belum diketahui asal muasal yang pasti. Konon, batu tersebut merupakan batu yang berasal dari zaman megalitikum.

Situs pertama yang bisa dikunjungi di Doda adalah Pokekea. Di situs Pokekea, wisatawan bisa melihat batu-batu besar bulat yang tersebar di padang rumput. Jika diperhatikan, ada juga batu relief yang menggambarkan daun.

Sampai sekarang, tidak ada yang tahu fungsi batu tersebut secara pasti. Masyarakat setempat percaya kalau batu tersebut merupakan batu tempat mandi raja. Tetapi ada juga yang mengatakan batu tersebut merupakan tempat minum raja.

Patung batu di Pokekea juga ada yang mirip dengan manusia. Patung manusia ini memiliki ukiran wajah yang khas. Uniknya, ternyata ukiran wajah ini tidak hanya ada di Pokekea saja, tetapi juga di berbagai situs Megalitikum yang tersebar di Lembah Doda


Kumpulan batu zaman Megalitikum (dok. Farchan Noor Rachman/ACI)

Kumpulan batu zaman Megalitikum

Patung mirip manusia ini disebut masyarakat dengan nama patung suami istri. Disebut demikian karena patung ini berpasangan dan mirip pasangan suami istri.

Dari Pokekea, perjalanan menyusuri batu megalitikum Doda bisa dilanjutkan ke situs Tadulako. Dalam bahasa Lore, Tadulako berarti raja.

Sama seperti situs Pokekea, batu megalitik yang ada di Tadulako tersebar merata di atas tanah. Tapi ada satu yang membedakan dan cukup menarik perhatian, yaitu batu manusia setinggi 2 meter. Wow!


http://images.detik.com/customthumb/2012/05/24/1025/img_20120524190608_4fbe24309a570.jpg?w=600


Untuk mencapai tempat ini, wisatawan bisa memulai perjalanan dari Kota Palu. Waktu tempuh menuju Doda cukup panjang, yaitu sekitar 3 jam dengan jarak sekitar 157 km.

Siapkan fisik Anda, capailah Doda, dan pecahkan misterinya.


http://images.detik.com/customthumb/2012/05/24/1025/img_20120524190600_4fbe242859494.jpg?w=600





sumber :http://travel.detik.com/read/2012/05/24/190621/1924173/1025/misteri-batu-raksasa-di-sulawesi-tengah?991104topnews