Tampilkan postingan dengan label Dunia Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Unik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juni 2012

Gereja Bethlehem Masuk Nominasi Warisan Dunia





Status keanggotaan Palestina di badan budaya PBB, UNESCO, yang berlaku sejak Oktober 2011 tampaknya akan segera membuahkan hasil. Gereja Bethlehem yang diyakini umat Kristen sebagai tempat kelahiran Yesus, dinominasikan menjadi situs warisan dunia pertama milik Palestina

CNN, Rabu 13 Juni 2012 memberitakan, Gereja Bethlehem di Tepi Barat dianggap sebagai situs religi di Palestina yang menarik banyak pengunjung. "Salah satu gereja Kristen tertua di dunia ini menarik dua juta pengunjung pada tahun lalu," kata Nada Atrash, kepala unit riset dan pelatihan di Pusat Pemeliharaan Warisan Kebudayaan Bethlehem.

Tempat Nada bekerja telah lama memperjuangkan agar Gereja Bethlehem dapat dimasukkan dalam daftar warisan budaya UNESCO. Sebab, hal itu akan menambah daya tarik Bethlehem serta mempromosikan kota ini menjadi salah satu kota tujuan wisata dunia.

Selama beberapa tahun terakhir, jumlah wisatawan Bethlehem meningkat pesat, namun potensi ini belum dapat dimaksimalkan pemerintah setempat.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRxypFD2YfS1-6gDgWLZxZzXqR4qCg3ZOpu2H3o9lZRHNlvjK_LrjhctP1WMcwMYhpWT36lfyIDJPSoabKjp-Ejyv8VhN2fIX3A4v-ABu2yyWR6v8io8sOkLmUUysfnHN_Tv8CAkZg-1Zh/s400/Bethlehem+church+interior.jpeg

Sayangnya, situs yang dikelola Gereja Ortodoks Yunani, Gereja Katolik Roma, dan Gereja Apostolik Armenia ini mengalami sedikit kerapuhan pada struktur bangunannya akibat gempa bumi besar yang berkali-kali mengguncang.

Gereja Bethlehem didirikan di atas Gua Kelahiran yang menjadi tempat suci bagi umat Kristiani seluruh dunia. Sebuah ubin marmer dengan lubang berhias bintang bersudut 14 diletakkan di titik yang sejak abad kedua diyakini merupakan titik tempat lahir Kristus.

Gereja pertama di atas Gua Kelahiran dibangun oleh Santa Helena, ibu Kaisar Konstantinus I dan selesai pada tahun 333 Masehi. Bangunan itu terbakar habis dalam Pemberontakan Samaria pada 529. Sebuah gereja baru didirikan, dan menjadi pondasi dasar Gereja Bethlehem kini.

UNESCO akan menentukan nasib Gereja Bethlehem bersama 36 nominasi warisan budaya lain dalam rapat yang akan diadakan 24 Juni hingga 6 Juli mendatang di St. Petersburg, Rusia. (umi)



http://4.bp.blogspot.com/-lediGh1kTUw/T9oEC3fU1RI/AAAAAAAAGuk/lXBnuefxNb8/s1600/Capture.JPG




sumber :http://dunia.vivanews.com/news/read/325336-gereja-bethlehem-masuk-nominasi-warisan-dunia

Rabu, 06 Juni 2012

Ukuran Tembok Besar Cina Ternyata Lebih Panjang

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_sB3DoPvLzQwuRCFfmAWnVMsuk3aLIbYqgm08vhn_WRSetkl_qPpogwRo1kLl0iUCePVFHxOSod3n-dWWTusKsa5_nYClHvUbsI-LYQ_Lc7_V_4RAcOwLImaTQfgK_ppKFfqIsWTklYU/s1600/photo_lg_china.jpg


Salah satu dari tujuh keajaiban dunia, Tembok Besar Cina selama ini dianggap memiliki panjang hanya 8,850 km menurut perhitungan pada 2009 lalu.

Namun, hasil penelitian terbaru mengungkap kemungkinan bahwa bangunan buatan abad ketujuh sebelum masehi itu memiliki panjang hingga 21.196,18 km, demikian kantor berita Xin Hua melaporkan.

Angka ini dirilis Badan Negara urusan Peninggalan Budaya berdasarkan surveu arkeologi yang dilakukan sejak 2007 lalu.

Sementara ukuran panjang Tembok Besar sebelumnya hanya berdasarkan catatan sejarah.

"Survey ini mengungkap secara total terdapat 43.721 situs sejarah termasuk bagian dari Tembok Besar," ujar Deputi Kepala Badan urusan Peninggalan Budaya Cina, Tong Mingkang seperti dikutip Xin Hua.

Tembok yang di Cina dikenal sebagai Tembok Sepanjang 10.000 Li itu adalah bangunan benteng yang mulai dibangun pada 500 SM dan selesai dibangun di masa pemerintahan Kaisar Qin Shi Huang.

Tembok ini dibangun untuk melindungi wilayah kekaisaran Cina dari serangan bangsa nomad di utara. Tujuan lainnya adalah pengawasan barang yang melewati Jalur Sutra serta mengawasi perdagangan dan mengontrol proses imigrasi.


Kondisi Tembok Besar

Sesuai laporan itu, saat ini hanya 8,2% tembok asli yang tersisa sementara sisanya berada dalam kondisi yang memprihatinkan.

Di bagian sebelah utara ibukota Beijing yang merupakan tujuan wisata, bangunan bersejarah ini sangat terawat kondisinya.

Namun di banyak bagian lain kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan tak jarang Tembok Besar di beberapa daerah menjadi sumber batu untuk pembangunan dan renovasi rumah,

Di Provinsi Gansu bagian Tembok Besar sepanjang 60km diperkirakan hilang dalam 20 tahun ke depan akibat erosi dan badai pasir.

Sedangkan di banyak titik, ketinggian Tembok Besar menyusut dengan cepat dari sekitar lima meter hingga tersisa hanya dua meter saja.

Selain dikenal karena ukurannya yang masif, Tembok Besar Cina juga dikenal sebagai satu-satunya bangunan buatan manusia yang bisa dilihat dari luar angkasa.

Tembok Besar masuk daftar peninggalan dunia UNESCO sejak 1987.


The Great Wall of China north of Beijing, China. The Great Wall of China is among Seven Wonders of the World

The Great Wall of China north of Beijing, China. The Great Wall of China is among Seven Wonders of the World

Longer: A backpacker walking along section of wall at Jinshanling, near Beijing

Longer: A backpacker walking along section of wall at Jinshanling, near Beijing






sumber :http://news.detik.com/read/2012/06/07/092902/1935018/934/ukuran-tembok-besar-cina-ternyata-lebih-panjang?9922022

Jumat, 25 Mei 2012

Wah, Manusia Gua Ternyata Sudah Mengenal Musik

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1864766.jpg


Anggapan musik adalah bahasa universal nampaknya benar. Buktinya, musik sudah didendangkan manusia gua di Eropa pada 40 ribu tahun sebelum Masehi (SM). Ingin tahu?

Moyang paling awal warga Eropa diketahui bermain instrumen musik dan menunjukkan kreativitas artistik lebih dari 40 ribu tahun silam. Bukti musisi ini ditemukan di Jerman dalam bentuk seruling primitif yang terbuat dari tulang burung dan gading mammoth.

Seperti dikutipDM, temuan ini berasal dari Gua Geissenkloesterle di Swabian Jura atau selatan Jerman. Temuan ini menampilkan budaya Aurignacian yang menjembatani cara hidup manusia kuno dengan manusia modern yang ada di situs itu antara 42.000-43.000 tahun silam.

“Gua tersebut merupakan salah satu gua yang menghasilkan contoh penting ornamen pribadi, figur seni, gambar mistis dan instrumen musik,” ungkap Profesor Nick Conard dari Tubingen University di Jerman.[mor]


This bird-bone flute was found in a cave in Germany and is thought to date from 42-43,000 years ago

This bird-bone flute was found in a cave in Germany and is thought to date from 42-43,000 years ago

Mammoth bone flute

Mammoth-bone flute: The finds, described in the Journal of Human Evolution, are from Geissenkloesterle Cave in the Swabian Jura region of southern Germany


Early artists

Early artists? The results indicate that modern humans entered the Upper Danube region before an extremely cold climatic phase around 39,000-40,000 years ago





sumber :http://teknologi.inilah.com/read/detail/1864766/wah-manusia-gua-ternyata-sudah-mengenal-musik

Minggu, 06 Mei 2012

Pesona Museum Purbakala dan Goa di Pracimantoro


ane mau ngasih info tempat wisata di daerah Pracimantoro tepatnya disebelah timur Gunungkidul, Yogyakarta


Spoiler for Keterangan:


Kota Wonogiri ternyata menyimpan sebuah potensi keindahan alam yang selama ini tidak pernah disadari banyak orang. Di Kecamatan Pracimantoro misalnya. Lokasi yang ada di 41 selatan pusat Kota Wonogiri ini memiliki museum Kars. Kars merupakan istilah bahasa Jerman yang diadopsi dari bahasa Slovenia yang berarti lahan gersang berbatu. Kars diartikan sebagai bentang alam yang terbentuk akibat pelarutan batuan. Umumnya batu gamping maupun dolomite oleh air.


Selain itu, pembentukan kars dipengaruhi oleh faktor struktur geologi, relief, iklim dan waktu. Museum ini dibangun dan baru diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 30 Juni 2009. Prasasti peresmian itu terpasang di depan museum. Daerah Wonogiri, khususnya Wonogiri bagian Selatan seperti Pracimantoro memang merupakan daerah yang tandus dan alamnya di penuhi oleh batu-batu kapur. Museum Kars ini letaknya sekitar 2 kilometer dari pusat kota Pracimantoro. Di dalam museum, wisawatan akan disuguhi tentang berbagai gambar, diorama film dan informasi tentang Kars dari seluruh dunia.


Berbagai foto tentang isi dalam perut bumi dalam gua, batu-batu stalagmit dan berbagai macam bentuk satwa yang mendiami isi dalam gua tersebut. Sebelum memasuki museum, pengunjung bakal melihat sebuah gua. Disebut Gua Tembus, karena gua ini menembus sebuah bukit. Sangat menarik, ketika keluar dari gua tersebut, pengunjung dapat langsung melihat Museum Kars berdiri dengan gagah.


Selain Gua Tembus, Museum Kars dikelilingi gua-gua alam lain. Di antaranya adalah Gua Merica, Gua Sodong, Gua Gilap, Gua Bunder, Gua Potro dan Gua Sonya Ruri. Isi dalam museum ini, diceritakan pula dalam sebuah ilustrasi. Ini menggambarkan bagaimana manusia purba hidup dan berlindung di dalam goa serta menggunakan peralatan dari batu-batu alam. Di sisi lain diceritakan pula ekspedisi penjelajahan gua-gua terdalam di seluruh dunia.


Fasilitas dalam museum tersebut sebenarnya cukup lengkap, dilengkapi dengan teknologi audio visual yang cukup canggih untuk menceritakan dan menggambarkan tentang Kars tersebut. Sehingga dapat lebih mudah dipahami. Di sekitar museum, paling dekat adalah Gua Sodong. Jaraknya hanya kurang lebih 100 meter dari bangunan utama museum. Gua ini memiliki lorong panjang dan mempunyai bentukan stalagtit dan stalagmit yang masih hidup. Di dalam gua ini terdapat sungai bawah tanah dan sumber air yang sudah sejak lama dijadikan sumber air oleh penduduk setempat.


Selanjutnya adalah Gua Petro-Bunder yang mempunyai bentukan stalagtit dan stalagmit dengan kristal kalsit yang sangat spesifik sehingga tampak memiliki keunikan tersendiri. Kemudian Gua Gilap. Gua ini merupakan bentukan dolina dengan tebing vertikal serta memiliki bentukan stalagtit yang unik dan terdapat gua di dasar dolina yang belum tereksplorasi. Selain gua-gua tadi disekitar tempat itu juga terdapat Gua Mrica yang merupakan gua kecil dan Gua Sonya Ruri.


Berikutnya adalah Luweng Sapen. Ini merupakan gua vertikal dengan sungai bawah tanah di dasarnya. Sungai bawah tanah ini telah diturap untuk memenuhi kebutuhan air bagi penduduk di tiga dusun di Desa Gebangharjo. Selain dikelilingi gua, lokasi kompleks Museum Kars berada di jalur jalan lintas selatan Jawa Tengah. Ruas ini menghubungkan Wonogiri (Jawa Tengah) dengan Wonosari (DI Jogjakarta). Karena letaknya yang strategis, Museum Kars layak banget dijadikan sekadar lokasi melepas lelah.








Gerbang



Gua Tembus



Gua Sodong



Gua Gilap



Gua Bunder



Gua Sapen



Gua Mrica



Proses Terbentuknya Karst





Spoiler for Foto-foto:


cekidot picnya gan,maap kalo gak jelas,hasil jepretan ane sendiri




narsis dikit gan




udah ada fasilitas edukasi yang memadahi gan
















Perbatasan D.I.Y. - Jateng








sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=14145470

Jumat, 04 Mei 2012

Menengok Situs Purbakala Di Pulau Kokos (Papua Barat)


Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara berlayar menuju Provinsi Papua dari Tual, Kepulauan Kei, Provinsi Maluku. Di Papua, Tim Ekspedisi akan mendata delapan pulau yang ada disana. Dalam perjalanan, Tim Ekspedisi singgah di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua.


Spoiler for TKP:

Spoiler for TKP:


Tim Ekspedisi singgah di Fakfak untuk pendataan sejarah dan budaya. Sebuah situs purbakala terdapat di Distrik Kokas. Selain itu, terdapat sebuah mesjid tua peninggalan kerajaan Ternate-Tidore di distrik ini.


Situs purbakala Tapurarang menjadi tempat yang pertama didata oleh Tim Ekspedisi. Situs ini berupa lukisan di tebing bebatuan terjal. Letaknya berada di Andarmata, Fior, Forir, Darembang, dan Goras. Berbagai macam objek terdapat di lukisan tersebut.

Objek objek lukisan tersebut berupa telapak tangan, mata, telapak kaki, lumba lumba, cicak, tumbuhan, daun, wajah manusia, hingga bumerang. Lukisannya terlihat biasa saja, namun cukup menggambarkan manusia dan kesehariannya. Tekhnik lukisannya pun unik. Objek objek tersebut dibuat seperti disembur. Tintanya berwarna merah dan kuning. Bercak bercak cat terdapat di tepian masing masing objek. Bahan lukisan tersebut dipastikan berasal dari pewarna alami. Meskipun demikian, warnanya tetap terjaga hingga saat ini.

K.W Gallis dan Josef Roder, dua orang Arkeolog Belanda pernah melakukan penelitian di Papua menyebut lukisan goa di Kokas unik. Warna dan corak lukisannya berbeda dari yang ada di Kepulauan Kei, Maluku dan Pulau Batanta, Raja Ampat. Objek lukisan yang terdapat di Situs Purbakala Tapurarang, Kokas dibuat dengan tekhnik Stilasi (Penyederhanaan bentuk). Warnanya terdiri dari merah, hitam, dan kuning.

Seni cadas atau rock art ini merupakan hasil karya lukisan manusia pada jaman Megalitikum, berusia ribuan tahun yang lalu. Lukisan lukisan tersebut dibuat sebagai pengingat peristiwa atau simbol simbol kepercayaan. Lukisan binatang atau Matuto dianggap sebagai pahlawan bagi nenek moyang. Simbolilasi tersebut tak hanya ada di lukisan, hingga saat ini dalam upacara adat simbol binatang tersebut masih dibawa. Telapak tangan berarti penolak bala, pelindung dari kekuatan jahat.

Menurut cerita rakyat masyarakat setempat, lukisan lukisan tersebut merupakan orang orang yang dikutuk oleh seorang setan bernama Kaborbor. Ceritanya sebuah perahu tenggelam dalam perjalanan meuju Kokas. Semuanya selamat, hanya ada satu nenek yang meninggal.

Pada saat perahu tenggelam, tak ada seorang pun yang menolong nenek tersebut. Akhirnya sang nenek meninggal dan seketika berubah menjadi setan yang bernama Kaborbor. Karena sakit hati, Kaborbor mengutuk mereka yang selamat beserta benda benda yang dibawanya menjadi lukisan tebing.

Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Di tebing tebing di sekitar Andarmata, terdapat tengkorak yang berserakan. Tengkorak tersebut merupakan tengkorak nenek moyang penduduk Kokas. Penduduk Kokas mempunyai kebiasaan menyimpan jenazah di tebing, ceruk, tanjung, dan gua ditempat yang mereka anggap sakral. Tim Ekspedisi mendata tempat tempat dimana tengkorak tersebut berada.

Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Usai pendataan sejarah dan budaya di Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara bersama Kapal Layar Motor Cinta Laut berlayar menuju Sorong, Papua Barat. Disana Tim Ekspedisi mendata delapan pulau terdepan yang tersebar hingga ke utara Papua.




sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9196762