Tampilkan postingan dengan label Dunia Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Kita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Mei 2012

Menengok Situs Purbakala Di Pulau Kokos (Papua Barat)


Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara berlayar menuju Provinsi Papua dari Tual, Kepulauan Kei, Provinsi Maluku. Di Papua, Tim Ekspedisi akan mendata delapan pulau yang ada disana. Dalam perjalanan, Tim Ekspedisi singgah di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua.


Spoiler for TKP:

Spoiler for TKP:


Tim Ekspedisi singgah di Fakfak untuk pendataan sejarah dan budaya. Sebuah situs purbakala terdapat di Distrik Kokas. Selain itu, terdapat sebuah mesjid tua peninggalan kerajaan Ternate-Tidore di distrik ini.


Situs purbakala Tapurarang menjadi tempat yang pertama didata oleh Tim Ekspedisi. Situs ini berupa lukisan di tebing bebatuan terjal. Letaknya berada di Andarmata, Fior, Forir, Darembang, dan Goras. Berbagai macam objek terdapat di lukisan tersebut.

Objek objek lukisan tersebut berupa telapak tangan, mata, telapak kaki, lumba lumba, cicak, tumbuhan, daun, wajah manusia, hingga bumerang. Lukisannya terlihat biasa saja, namun cukup menggambarkan manusia dan kesehariannya. Tekhnik lukisannya pun unik. Objek objek tersebut dibuat seperti disembur. Tintanya berwarna merah dan kuning. Bercak bercak cat terdapat di tepian masing masing objek. Bahan lukisan tersebut dipastikan berasal dari pewarna alami. Meskipun demikian, warnanya tetap terjaga hingga saat ini.

K.W Gallis dan Josef Roder, dua orang Arkeolog Belanda pernah melakukan penelitian di Papua menyebut lukisan goa di Kokas unik. Warna dan corak lukisannya berbeda dari yang ada di Kepulauan Kei, Maluku dan Pulau Batanta, Raja Ampat. Objek lukisan yang terdapat di Situs Purbakala Tapurarang, Kokas dibuat dengan tekhnik Stilasi (Penyederhanaan bentuk). Warnanya terdiri dari merah, hitam, dan kuning.

Seni cadas atau rock art ini merupakan hasil karya lukisan manusia pada jaman Megalitikum, berusia ribuan tahun yang lalu. Lukisan lukisan tersebut dibuat sebagai pengingat peristiwa atau simbol simbol kepercayaan. Lukisan binatang atau Matuto dianggap sebagai pahlawan bagi nenek moyang. Simbolilasi tersebut tak hanya ada di lukisan, hingga saat ini dalam upacara adat simbol binatang tersebut masih dibawa. Telapak tangan berarti penolak bala, pelindung dari kekuatan jahat.

Menurut cerita rakyat masyarakat setempat, lukisan lukisan tersebut merupakan orang orang yang dikutuk oleh seorang setan bernama Kaborbor. Ceritanya sebuah perahu tenggelam dalam perjalanan meuju Kokas. Semuanya selamat, hanya ada satu nenek yang meninggal.

Pada saat perahu tenggelam, tak ada seorang pun yang menolong nenek tersebut. Akhirnya sang nenek meninggal dan seketika berubah menjadi setan yang bernama Kaborbor. Karena sakit hati, Kaborbor mengutuk mereka yang selamat beserta benda benda yang dibawanya menjadi lukisan tebing.

Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Di tebing tebing di sekitar Andarmata, terdapat tengkorak yang berserakan. Tengkorak tersebut merupakan tengkorak nenek moyang penduduk Kokas. Penduduk Kokas mempunyai kebiasaan menyimpan jenazah di tebing, ceruk, tanjung, dan gua ditempat yang mereka anggap sakral. Tim Ekspedisi mendata tempat tempat dimana tengkorak tersebut berada.

Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Usai pendataan sejarah dan budaya di Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara bersama Kapal Layar Motor Cinta Laut berlayar menuju Sorong, Papua Barat. Disana Tim Ekspedisi mendata delapan pulau terdepan yang tersebar hingga ke utara Papua.




sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9196762

Selasa, 13 Desember 2011

Beberapa Candi dan Keindahannya disekitar Prambanan


Code:
1. Candi Ratu Boko


Candi Ratu Boko berada di wilayah Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan terletak pada ketinggian hampir 200 m di atas permukaan laut, dengan luas sekitar 250.000 meter persegi, di puncak bukit ini Anda dapat melihat pemandangan yang indah yaitu panorama Gunung Merapi dan kemegahan Candi Prambanan.
Nama "Ratu Boko" berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Boko (Bahasa Jawa, arti harafiah: "raja bangau") adalah ayah dari Loro Jonggrang, yang juga menjadi menjadi nama candi utama pada komplek Candi Prambanan.
Reruntuhan Kraton Ratu Boko ini ditemukan pertama kali oleh Van Boeckholtz pada tahun 1790. Seabad setelah penemuan Van Boeckholtz, yaitu sekitar tahun 1890, FDK Bosch mengadakan riset arkeologis tentang peninggalan kepurbakalaan di selatan Candi Prambanan dalam laporan yang berjudul Kraton Van Ratoe Boko.
Spoiler for Candi Ratu Boko:

Spoiler for Candi Ratu Boko:

Spoiler for Candi Ratu Boko:

Spoiler for Candi Ratu Boko:

Spoiler for Candi Ratu Boko:

Spoiler for Candi Ratu Boko:

Spoiler for Candi Ratu Boko:


Code:
2. Candi Barong



Candi Barong adalah candi Hindu kira-kira 300 meter ke arah timur dari Situs Boko. Yaitu di dusun Candisari, kelurahan Bokoharjo, Prambanan, Yogyakarta. Candi Barong dibangun pada sekitar abad ke IX dan ke X pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini mempunyai hiasan kala dan naga mirip seperti barong pada pintu masuknya.
Kompleks candi ini berada di atas tanah berundak 3 dengan beberapa bangunan candi pada setiap terasnya. Pada teras tertinggi terdapat 2 buah candi untuk pemujaan dewa Wisnu dan Dewi Sri sebagai lambang kesuburan. Masing-masing candi ini mempunyai ukuran kira-kira 8 meter x 8 meter dengan tinggi 9 meter.
Spoiler for Candi Barong:

Spoiler for Candi Barong:

Spoiler for Candi Barong:

Spoiler for Candi Barong:

Spoiler for Candi Barong:


Code:

3. Candi Plaosan


Candi Plaosan adalah sebutan untuk kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kira-kira satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Sewu atau Candi Prambanan.
Kompleks Candi Plaosan Lor memiliki dua candi utama. Candi yang terletak di sebelah kiri (di sebelah utara) dinamakan Candi Induk Utara dengan relief yang menggambarkan tokoh-tokoh wanita, dan candi yang terletak di sebelah kanan (selatan) dinamakan Candi Induk Selatan dengan relief menggambarkan tokoh-tokoh laki-laki. Di bagian utara kompleks terdapat masih selasar terbuka dengan beberapa arca buddhis. Kedua candi induk ini dikelilingi oleh 116 stupa perwara serta 50 buah candi perwara, juga parit buatan.

Spoiler for Candi Plaosan:

Spoiler for Candi Plaosan:

Spoiler for Candi Plaosan:

Spoiler for Candi Plaosan:

Spoiler for Candi Plaosan:




sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11225471