Jumat, 11 Mei 2012

[AMAZING]Seorang Pria Membangun Kastil Seorang Diri


"Saya telah menemukan rahasia-rahasia piramida dan bagaimana cara orang Mesir purba, Peru, Yucatan dan Asia mengangkat batu yang beratnya berton-ton hanya dengan peralatan yang primitif."

Kalimat terkenal di atas diucapkan oleh
Edward Leedskalnin, seorang misterius yang membangun monumen yang juga sama misteriusnya, Coral Castle.

a lahir di Latvia, sebuah negara kecil di Eropa. Suatu hari ketika usianya 25 tahun, ia dikejutkan oleh keputusan tunangannya, Agnes, yang berusia 16 tahun yang memutuskan untuk membatalkan pernikahan mereka hanya satu hari menjelang hari pernikahan akan dilangsungkan.


Edward yang patah hati lalu meninggalkan Latvia dan menetap di Amerika. Setelah itu, ia menghabiskan sekitar 30 tahun berikutnya untuk membangun Coral Castle yang termashyur


Di Homestead, Edward melanjutkan pekerjaannya membangun Coral Castle hingga kematiannya di tahun 1951.



Coral Castle yang dibangun oleh Edward sejak lama dianggap sebagai salah satu struktur bebatuan paling menakjubkan yang pernah dibangun pada abad ke-20. Bahkan sebagian orang menyamakannya dengan Stonehenge. Apa yang membuat orang takjub adalah kenyataan bahwa Edward membangunnya sendirian.

Coral Castle memiliki luas sekitar 4 hektar dan terdiri dari 1.000 ton bebatuan yang bersama-sama membentuk dinding, ukiran, perabot dan menara kastil. Hebatnya, batu-batu besar ini disatukan tidak dengan menggunakan sarana perekat apapun. Mereka hanya ditumpuk dengan memanfaatkan beratnya untuk menjaganya tetap menyatu. Dan sama seperti piramida, tumpukan bebatuan ini begitu rapat dan sempurna sehingga celah antara dua batu tidak dapat ditembus oleh cahaya.
Quote:

Kehebatan yang lain dari pekerjaan tangan Edward adalah sejumlah batu-batu vertikal yang masing-masing memiliki tinggi 2,4 meter dan membentuk perimeter di dalam kompleks Coral Castle. Masing-masing batu vertikal ini dipotong dengan presisi yang luar biasa sehingga masing-masing batu memiliki tinggi yang sama persis.

Bukan itu saja, ketika badai Andrew berkategori 5 (paling mematikan) menyerang dan memporakporandakan Florida, tidak ada satupun batu itu yang bergeser dari posisinya.


Di dalam area Coral castle juga ada menara dua lantai yang masing-masing terdiri dari batu-batu setinggi 2,4 meter yang disusun menjadi menjadi tempat tinggal Edward. Total berat menara ini adalah 243 ton.

Menara ini dihiasi dengan teleskop buatan, obelisk, air mancur, kolam, perabot dan patung-patung objek-objek astronomi. Perabot yang ada di dalamnya termasuk meja berbentuk hati, 25 kursi goyang, kursi yang berbentuk bulan sabit, bathtube, tempat tidur dan sebuah singgasana kerajaan.


Selain menara tersebut, ada satu karya yang menunjukkan kehebatan Edward, yaitu sebuah pintu gerbang batu seberat 8,2 ton. Gerbang itu dibuat dengan keseimbangan yang sedemikian sempurnanya sehingga seorang anak kecil bisa membuka gerbang itu hanya dengan mendorongnya dengan ujung jari.

Quote:
Misteri gerbang ini telah membingungkan banyak orang hingga suatu hari gerbang itu tiba-tiba berhenti bekerja pada tahun 1986.

Sekelompok insinyur lalu dipanggil untuk memperbaikinya. Dibutuhkan 6 pria dan derek seberat 50 ton untuk memindahkan dan memperbaikinya. Yang mereka temukan mengenai gerbang ini sungguh menakjubkan.


Mereka menemukan batu gerbang tersebut memiliki lubang yang sempurna dan Edward ternyata telah menyeimbangkannya hanya dengan menggunakan batang besi dan bearing truk.


Dari sini diketahui bahwa Edward membuat lubang berdiameter 8 kaki di sisi batu bagian atas menembus sisi bawah batu. Lalu ia memasukkan batangan besi ke dalam lubang itu dan menyangga bagian bawah gerbang dengan bearing truk.


Yang luar biasa adalah, ia membuat lubang tersebut hanya dengan menggunakan peralatan tangan. Menurut para ahli, pada masa ini, untuk membuat lubang dengan kesempurnaan seperti itu, dibutuhkan peralatan dengan teknologi laser.


Pada tahun 2005, gerbang itu kembali mengalami kerusakan dan diperbaiki. Namun perbaikan yang dilakukan tidak bisa membuat gerbang itu berotasi sebaik dan selancar awalnya.


Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, apa yang paling menakjubkan dari Coral castle adalah kenyataan bahwa semua struktur di tempat itu dibangun oleh satu orang hanya dengan menggunakan teknologi dan peralatan seadanya.


Bayangkan, masing-masing batu di dalam Coral Castle memiliki berat rata-rata 14 ton. Batu terbesar memiliki berat 27 ton dan batu tertinggi adalah dua monolitik yang memiliki tinggi 7,6 meter masing-masingnya.


Bagaimana caranya Edward membuat dan mengangkat bebatuan berat itu sendirian?


Ada yang mengatakan bahwa ia mungkin telah berhasil menemukan rahasia para arsitek masa purba yang membangun monumen seperti piramida dan Stonehenge. Yang lain mengatakan mungkin Edward menggunakan semacam peralatan anti gravitasi untuk membangun Coral Castle.


Pernyataan Edward yang mengatakan bahwa ia telah menemukan rahasia piramida telah membuat rahasia Coral Castle menjadi semakin misterius. Karena Edward sendiri adalah seorang yang misterius, banyak yang menafsirkan pernyataan ini dalam kerangka esoterik atau mistik.


David Hatcher Childress, penulis buku Anty Gravity and The World Grid, memiliki teori yang menarik. Menurutnya wilayah Florida Selatan yang menjadi lokasi Coral Castle memiliki diamagnetik kuat yang bisa membuat sebuah objek melayang. Apalagi wilayah Florida selatan masih dianggap sebagai bagian dari segitiga bermuda.


David percaya bahwa Edward Leedskalnin menggunakan prinsip diamagnetik jaring bumi yang memampukannya mengangkat batu besar dengan menggunakan pusat massa. David juga merujuk pada buku catatan Edward yang ditemukan yang memang menunjukkan adanya skema-skema magnetik dan eksperimen listrik di dalamnya. Walaupun pernyataan David berbau sains, namun prinsip-prinsip esoterik masih terlihat jelas di dalamnya.


Penulis lain bernama Ray Stoner juga mendukung teori ini. Ia bahkan percaya kalau Edward memindahkan Coral Castle ke Homestead karena ia menyadari adanya kesalahan perhitungan matematika dalam penentuan lokasi Coral Castle. Jadi ia memindahkannya ke wilayah yang memiliki keuntungan dalam segi kekuatan magnetik.


Hingga kematiannya, Edward tidak pernah menceritakan rahasianya kepada orang lain. Jika ditanya, ia hanya menjawab,"Sebenarnya tidaklah sulit jika kamu tahu caranya." Sepertinya ia memang sangat menjaga kerahasiaan pekerjaannya. Ia kebanyakan bekerja pada malam hari dimana tidak ada satu orang pun yang bisa melihatnya. Seringkali, walaupun tidak selalu, ketika ia merasa ada yang mengamatinya bekerja, ia akan segera menghentikan pekerjaannya.


Apakah Edward Leedskalnin memang telah menemukan rahasia masa purba ? Apakah ia menemukan kunci menaklukkan gravitasi? Jawabannya, mungkin tidak.


Karena foto yang berhasil diambil pada waktu Edward mengerjakan Coral Castle menunjukkan bahwa ia menggunakan cara yang sama yang digunakan oleh para pekerja modern, yaitu menggunakan prinsip yang disebut block and tackle. Jika kalian melihat foto di bawah ini, kalian mungkin akan mengerti maksud Block and Tackle.

Quote:
Memang, walaupun ia menggunakan metode yang umum, tidak dapat dipungkiri bahwa Edward memiliki kelebihan dibanding pekerja biasa. Ia memiliki pengetahuan mengenai keseimbangan dan gravitasi dengan baik.




sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5343779

Minggu, 06 Mei 2012

Pesona Museum Purbakala dan Goa di Pracimantoro


ane mau ngasih info tempat wisata di daerah Pracimantoro tepatnya disebelah timur Gunungkidul, Yogyakarta


Spoiler for Keterangan:


Kota Wonogiri ternyata menyimpan sebuah potensi keindahan alam yang selama ini tidak pernah disadari banyak orang. Di Kecamatan Pracimantoro misalnya. Lokasi yang ada di 41 selatan pusat Kota Wonogiri ini memiliki museum Kars. Kars merupakan istilah bahasa Jerman yang diadopsi dari bahasa Slovenia yang berarti lahan gersang berbatu. Kars diartikan sebagai bentang alam yang terbentuk akibat pelarutan batuan. Umumnya batu gamping maupun dolomite oleh air.


Selain itu, pembentukan kars dipengaruhi oleh faktor struktur geologi, relief, iklim dan waktu. Museum ini dibangun dan baru diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 30 Juni 2009. Prasasti peresmian itu terpasang di depan museum. Daerah Wonogiri, khususnya Wonogiri bagian Selatan seperti Pracimantoro memang merupakan daerah yang tandus dan alamnya di penuhi oleh batu-batu kapur. Museum Kars ini letaknya sekitar 2 kilometer dari pusat kota Pracimantoro. Di dalam museum, wisawatan akan disuguhi tentang berbagai gambar, diorama film dan informasi tentang Kars dari seluruh dunia.


Berbagai foto tentang isi dalam perut bumi dalam gua, batu-batu stalagmit dan berbagai macam bentuk satwa yang mendiami isi dalam gua tersebut. Sebelum memasuki museum, pengunjung bakal melihat sebuah gua. Disebut Gua Tembus, karena gua ini menembus sebuah bukit. Sangat menarik, ketika keluar dari gua tersebut, pengunjung dapat langsung melihat Museum Kars berdiri dengan gagah.


Selain Gua Tembus, Museum Kars dikelilingi gua-gua alam lain. Di antaranya adalah Gua Merica, Gua Sodong, Gua Gilap, Gua Bunder, Gua Potro dan Gua Sonya Ruri. Isi dalam museum ini, diceritakan pula dalam sebuah ilustrasi. Ini menggambarkan bagaimana manusia purba hidup dan berlindung di dalam goa serta menggunakan peralatan dari batu-batu alam. Di sisi lain diceritakan pula ekspedisi penjelajahan gua-gua terdalam di seluruh dunia.


Fasilitas dalam museum tersebut sebenarnya cukup lengkap, dilengkapi dengan teknologi audio visual yang cukup canggih untuk menceritakan dan menggambarkan tentang Kars tersebut. Sehingga dapat lebih mudah dipahami. Di sekitar museum, paling dekat adalah Gua Sodong. Jaraknya hanya kurang lebih 100 meter dari bangunan utama museum. Gua ini memiliki lorong panjang dan mempunyai bentukan stalagtit dan stalagmit yang masih hidup. Di dalam gua ini terdapat sungai bawah tanah dan sumber air yang sudah sejak lama dijadikan sumber air oleh penduduk setempat.


Selanjutnya adalah Gua Petro-Bunder yang mempunyai bentukan stalagtit dan stalagmit dengan kristal kalsit yang sangat spesifik sehingga tampak memiliki keunikan tersendiri. Kemudian Gua Gilap. Gua ini merupakan bentukan dolina dengan tebing vertikal serta memiliki bentukan stalagtit yang unik dan terdapat gua di dasar dolina yang belum tereksplorasi. Selain gua-gua tadi disekitar tempat itu juga terdapat Gua Mrica yang merupakan gua kecil dan Gua Sonya Ruri.


Berikutnya adalah Luweng Sapen. Ini merupakan gua vertikal dengan sungai bawah tanah di dasarnya. Sungai bawah tanah ini telah diturap untuk memenuhi kebutuhan air bagi penduduk di tiga dusun di Desa Gebangharjo. Selain dikelilingi gua, lokasi kompleks Museum Kars berada di jalur jalan lintas selatan Jawa Tengah. Ruas ini menghubungkan Wonogiri (Jawa Tengah) dengan Wonosari (DI Jogjakarta). Karena letaknya yang strategis, Museum Kars layak banget dijadikan sekadar lokasi melepas lelah.








Gerbang



Gua Tembus



Gua Sodong



Gua Gilap



Gua Bunder



Gua Sapen



Gua Mrica



Proses Terbentuknya Karst





Spoiler for Foto-foto:


cekidot picnya gan,maap kalo gak jelas,hasil jepretan ane sendiri




narsis dikit gan




udah ada fasilitas edukasi yang memadahi gan
















Perbatasan D.I.Y. - Jateng








sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=14145470

Jumat, 04 Mei 2012

Menengok Situs Purbakala Di Pulau Kokos (Papua Barat)


Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara berlayar menuju Provinsi Papua dari Tual, Kepulauan Kei, Provinsi Maluku. Di Papua, Tim Ekspedisi akan mendata delapan pulau yang ada disana. Dalam perjalanan, Tim Ekspedisi singgah di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua.


Spoiler for TKP:

Spoiler for TKP:


Tim Ekspedisi singgah di Fakfak untuk pendataan sejarah dan budaya. Sebuah situs purbakala terdapat di Distrik Kokas. Selain itu, terdapat sebuah mesjid tua peninggalan kerajaan Ternate-Tidore di distrik ini.


Situs purbakala Tapurarang menjadi tempat yang pertama didata oleh Tim Ekspedisi. Situs ini berupa lukisan di tebing bebatuan terjal. Letaknya berada di Andarmata, Fior, Forir, Darembang, dan Goras. Berbagai macam objek terdapat di lukisan tersebut.

Objek objek lukisan tersebut berupa telapak tangan, mata, telapak kaki, lumba lumba, cicak, tumbuhan, daun, wajah manusia, hingga bumerang. Lukisannya terlihat biasa saja, namun cukup menggambarkan manusia dan kesehariannya. Tekhnik lukisannya pun unik. Objek objek tersebut dibuat seperti disembur. Tintanya berwarna merah dan kuning. Bercak bercak cat terdapat di tepian masing masing objek. Bahan lukisan tersebut dipastikan berasal dari pewarna alami. Meskipun demikian, warnanya tetap terjaga hingga saat ini.

K.W Gallis dan Josef Roder, dua orang Arkeolog Belanda pernah melakukan penelitian di Papua menyebut lukisan goa di Kokas unik. Warna dan corak lukisannya berbeda dari yang ada di Kepulauan Kei, Maluku dan Pulau Batanta, Raja Ampat. Objek lukisan yang terdapat di Situs Purbakala Tapurarang, Kokas dibuat dengan tekhnik Stilasi (Penyederhanaan bentuk). Warnanya terdiri dari merah, hitam, dan kuning.

Seni cadas atau rock art ini merupakan hasil karya lukisan manusia pada jaman Megalitikum, berusia ribuan tahun yang lalu. Lukisan lukisan tersebut dibuat sebagai pengingat peristiwa atau simbol simbol kepercayaan. Lukisan binatang atau Matuto dianggap sebagai pahlawan bagi nenek moyang. Simbolilasi tersebut tak hanya ada di lukisan, hingga saat ini dalam upacara adat simbol binatang tersebut masih dibawa. Telapak tangan berarti penolak bala, pelindung dari kekuatan jahat.

Menurut cerita rakyat masyarakat setempat, lukisan lukisan tersebut merupakan orang orang yang dikutuk oleh seorang setan bernama Kaborbor. Ceritanya sebuah perahu tenggelam dalam perjalanan meuju Kokas. Semuanya selamat, hanya ada satu nenek yang meninggal.

Pada saat perahu tenggelam, tak ada seorang pun yang menolong nenek tersebut. Akhirnya sang nenek meninggal dan seketika berubah menjadi setan yang bernama Kaborbor. Karena sakit hati, Kaborbor mengutuk mereka yang selamat beserta benda benda yang dibawanya menjadi lukisan tebing.

Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Di tebing tebing di sekitar Andarmata, terdapat tengkorak yang berserakan. Tengkorak tersebut merupakan tengkorak nenek moyang penduduk Kokas. Penduduk Kokas mempunyai kebiasaan menyimpan jenazah di tebing, ceruk, tanjung, dan gua ditempat yang mereka anggap sakral. Tim Ekspedisi mendata tempat tempat dimana tengkorak tersebut berada.

Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Spoiler for TKP:


Usai pendataan sejarah dan budaya di Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara bersama Kapal Layar Motor Cinta Laut berlayar menuju Sorong, Papua Barat. Disana Tim Ekspedisi mendata delapan pulau terdepan yang tersebar hingga ke utara Papua.




sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9196762

Selasa, 01 Mei 2012

Inilah Celengan Berusia 2 Ribu Tahun



Lebih dari 1.200 keping koin ditemukan dalam celengan peninggalan jaman Romawi, yang ditemukan di bekas barak angkatan bersenjata Inggris.

Koin-koin tersebut yang berusia sekira dua ribu tahun tahun tersebut ditemukan dalam sebuah pot berwarna abu-abu pada sebuah gedung di wilayah Colchester, Essex, Inggris. Demikian seperti yang dikutip dari Express.

Tempat penyimpanan tersebut terbuat dari tembaga yang ditutupi oleh lapisan perak. Kini temuan tersebut dikirim ke British Museum di London untuk diteliti lebih lanjut.



Philip Crummy, dirut dari Colchester Archaelogical Trust, mengatakan bahwa koin-koin tersebut sebelum dikubur sudah dilindungi cukup baik.

Crummy percaya kalau uang tersebut dikubur pada abad ke-3 sesudah masehi, namun sang pemilik kesulitan untuk menemukan lokasi penguburan harta tersebut.

"Tahun 270 sesudah masehi di Inggris adalah waktu yang sulit di wilayah timur Inggris, karena perang sipil di Kerajaan Romawi.

"Ini adalah sebuah penemuan yang sangat menakjubkan," ujar Simon Brown, Managing Director dari Taylor Wimpsey East London.
Spoiler for pic:



sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10358663