Selasa, 13 Desember 2011

Update Candi dan keindahan

 
4. Candi Kalasan



Candi Kalasan terletak hanya 50 meter di tepi sebelah Selatan dari jalan raya Yogya-Solo, kilometer 14, dan lebih kurang 600 meter di sebelah Barat Daya candi Sari dan berada kira-kira 2 km di sebelah barat dari Candi Prambanan.
Candi Kalasan merupakan peninggalan Budha yang tertua di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah dan dibangun pada tahun 778 Masehi sebagai persembahan kepada Dewa Tara. Sungguhpun candi Kalasan ini bercorak Budha namun pendirinya adalah Rakai Panangkaran dari Wamca Sanjaya yang menganut agama Hindu, atas bujukan guru –gurunya dari wamca Syailendra yang menganut agama Budha.
Spoiler for Candi Kalasan:

Spoiler for Candi Kalasan:

Spoiler for Candi Kalasan:

Spoiler for Candi Kalasan:

Spoiler for Candi Kalasan:


Code:
 
5. Candi Sambisari
Quote:

Candi Sambisari adalah candi Hindu (Siwa) yang berada kira-kira 12 km di sebelah timur kota Yogyakarta ke arah kota Solo atau kira-kira 4 km sebelum kompleks candi Prambanan. Candi ini ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani di Desa Sambisari yang diabadikan menjadi nama candi tersebut, dan dipugar pada tahun 1986 oleh Dinas Purbakala.
Posisi Candi Sambisari berada 6,5 meter di bawah permukaan tanah, kemungkinan besar karena tertimbun lahar dari Gunung Merapi yang meletus secara besar-besaran pada awal abad ke-11 (kemungkinan tahun 1006). Dengan dikelilingi oleh tembok candi yang asli dengan ukuran 50 m x 48 m, kompleks ini mempunyai candi utama didampingi oleh tiga candi perwara (pendamping).
Spoiler for Candi Sambisari:

Spoiler for Candi Sambisari:

Spoiler for Candi Sambisari:

Spoiler for Candi Sambisari:

Spoiler for Candi Sambisari:

6. Candi Sewu


Candi Sewu adalah candi Buddha yang dibangun pada abad ke-8 yang berjarak hanya delapan ratus meter di sebelah utara candi Prambanan. Candi Sewu merupakan komplek candi Buddha terbesar kedua setelah candi Borobudur di Jawa Tengah.
Candi Sewu berusia lebih tua daripada candi Prambanan. Kompleks candi Sewu adalah kumpulan candi buddha terbesar di kawasan sekitar Prambanan, dengan bentang ukuran lahan 185 meter utara-selatan dan 165 meter timur-barat. Pintu masuk kompleks dapat ditemukan di keempat penjuru mata angin, tetapi mencermati susunan bangunannya, diketahui pintu utama terletak di sisi timur. Tiap pintu masuk dikawal oleh sepasang arca Dwarapala.
Spoiler for Candi Sewu:

Spoiler for Candi Sewu:

Spoiler for Candi Sewu:

Spoiler for Candi Sewu:

Spoiler for Candi Sewu:


Code:
 
7. Candi Ijo


Candi Ijo adalah candi Hindu yang berada tidak jauh dari Candi Ratu Boko atau kita-kira 18 km di sebelah timur kota Yogyakarta. Candi Ijo adalah candi yang letaknya paling tinggi di Yogyakarta yang menyuguhkan pesona alam dan budaya serta pesawat yang tengah landing.
Candi ini dibangun pada abad ke-9 pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno, dan terletak pada ketinggian 410 meter di atas permukaan laut. Karena berada di atas bukit yang disebut Gumuk Ijo, maka pemandangan di sekitar candi sangat indah, terutama kalau melihat ke arah barat akan terlihat wilayah persawahan dan Bandara Adisucipto.
Spoiler for Candi Ijo:

Spoiler for Candi Ijo:

Spoiler for Candi Ijo:

Spoiler for Candi Ijo:

Spoiler for Candi Ijo:






sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11225471

Beberapa Candi dan Keindahannya disekitar Prambanan


Code:
1. Candi Ratu Boko


Candi Ratu Boko berada di wilayah Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan terletak pada ketinggian hampir 200 m di atas permukaan laut, dengan luas sekitar 250.000 meter persegi, di puncak bukit ini Anda dapat melihat pemandangan yang indah yaitu panorama Gunung Merapi dan kemegahan Candi Prambanan.
Nama "Ratu Boko" berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Boko (Bahasa Jawa, arti harafiah: "raja bangau") adalah ayah dari Loro Jonggrang, yang juga menjadi menjadi nama candi utama pada komplek Candi Prambanan.
Reruntuhan Kraton Ratu Boko ini ditemukan pertama kali oleh Van Boeckholtz pada tahun 1790. Seabad setelah penemuan Van Boeckholtz, yaitu sekitar tahun 1890, FDK Bosch mengadakan riset arkeologis tentang peninggalan kepurbakalaan di selatan Candi Prambanan dalam laporan yang berjudul Kraton Van Ratoe Boko.
Spoiler for Candi Ratu Boko:

Spoiler for Candi Ratu Boko:

Spoiler for Candi Ratu Boko:

Spoiler for Candi Ratu Boko:

Spoiler for Candi Ratu Boko:

Spoiler for Candi Ratu Boko:

Spoiler for Candi Ratu Boko:


Code:
2. Candi Barong



Candi Barong adalah candi Hindu kira-kira 300 meter ke arah timur dari Situs Boko. Yaitu di dusun Candisari, kelurahan Bokoharjo, Prambanan, Yogyakarta. Candi Barong dibangun pada sekitar abad ke IX dan ke X pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini mempunyai hiasan kala dan naga mirip seperti barong pada pintu masuknya.
Kompleks candi ini berada di atas tanah berundak 3 dengan beberapa bangunan candi pada setiap terasnya. Pada teras tertinggi terdapat 2 buah candi untuk pemujaan dewa Wisnu dan Dewi Sri sebagai lambang kesuburan. Masing-masing candi ini mempunyai ukuran kira-kira 8 meter x 8 meter dengan tinggi 9 meter.
Spoiler for Candi Barong:

Spoiler for Candi Barong:

Spoiler for Candi Barong:

Spoiler for Candi Barong:

Spoiler for Candi Barong:


Code:

3. Candi Plaosan


Candi Plaosan adalah sebutan untuk kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kira-kira satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Sewu atau Candi Prambanan.
Kompleks Candi Plaosan Lor memiliki dua candi utama. Candi yang terletak di sebelah kiri (di sebelah utara) dinamakan Candi Induk Utara dengan relief yang menggambarkan tokoh-tokoh wanita, dan candi yang terletak di sebelah kanan (selatan) dinamakan Candi Induk Selatan dengan relief menggambarkan tokoh-tokoh laki-laki. Di bagian utara kompleks terdapat masih selasar terbuka dengan beberapa arca buddhis. Kedua candi induk ini dikelilingi oleh 116 stupa perwara serta 50 buah candi perwara, juga parit buatan.

Spoiler for Candi Plaosan:

Spoiler for Candi Plaosan:

Spoiler for Candi Plaosan:

Spoiler for Candi Plaosan:

Spoiler for Candi Plaosan:




sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11225471

Jumat, 02 Desember 2011

Terkuak!! Misteri Tengkorak Kepala Mumi Raksasa Misterius di Peru !!

Tengkorak Kepala Mumi Raksasa Misterius di Peru

Sejenak media online, milis-milis internet sempat dihebohkan oleh informasi penemuan Tengkorak Kepala Mumi Misterius yang ukurannya begitu besar dari ukuran manusia normal pada umumnya. Tiga orang antropolog dari negara yang berbeda mengatakan bahwa tengkorak tersebut sama sekali bukan merupakan tengkorak manusia. Masih ingat kisah Crystall Skull dari film Indiana Jones? Alienkah? Apakah hal ini adalah wujud eksistensi makhluk ekstrateresterial di bumi di masa lampau?
 
 

Berawal ketika seorang pekerja museum Privado Ritos Andinos di Cusco, Peru Renato Davila Riquelme menemukan dua tengkorak kepala dengan ukuran yang luar biasa aneh, rongga mata kerangka tersebut jauh lebih besar dari biasanya yang terlihat pada manusia..
 

Kepala tengkorak itu adalah salah satu dari dua yang ditemukan di kota Andahuaylillad di selatan propinsi Quispicanchi.
 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj30bVgtBhKY0uV6KBzXH2zzlXqQuu8eoUFYwUQcgJRFVOvVSTz4-uoIJ2-41HfpbD_TPAfY2lTQ-rYcJcq70RT1JhKf1jAANZngYPEEpbOACrHruvmrsk3yir81Ltovh4RwMdmPZdlBJ_u/s320/alienperu2.jpg

Dalam kerangka tampak ubun-ubun yang tengah terbuka seperti yang dimiliki anak-anak pada usia tahun pertama. Namun, tengkorak itu juga memiliki dua geraham besar yang hanya ditemukan pada manusia yang usianya lebih tua.

Belum diketahui secara pasti kapan persis mumi tersebut berasal, akan tetapi yang cukup menghebohkan adalah kemiripan mumi tengkorak ini dengan kisah Crystall Skull dalam film Indiana Jones yang mengkaitkan aktivitas makhluk ekstrateresterial di bumi pada masa lampau.

Awalnya saya agak ragu dengan statement tiga orang antropolog yang mengatakan bahwa jenis tengkorak seperti ini bukanlah milik manusia, mengingat bentuk serta ukurannya yang sangat jauh berbeda dari bentuk dan ukuran manusia normal.

Kenapa demikian? Sebab saya memiliki salah satu penjelasan alternatif yang mungkin cukup masuk akal dan bisa digunakan sebagai acuan dari kesalahpahaman media atas informasi yang bagi saya sepertinya cukup melebih-lebihkan.

PENJELASAN

Anda mungkin akan bertanya-tanya, "Bukankah sudah dikatakan oleh 3 orang antropolog bahwa tengkorak itu memang bukan tengkorak manusia??"

"Sudah ada buktinya,, Alien telah ada sejak dahulu kala....!!"

Saya katakan "TIDAK"..!! Bacalah dahulu penjelasan saya dan anda bisa merubah persepsi anda tentang mumi tengkorak yang dikatakan adalah tengkorak alien ini.

Sebab masih banyak mumi dari tengkorak-tengkorak yang lebih aneh daripada di Peru dan semua itu adalah milik MANUSIA.

HEAD FLATTENING
 

Head Flattening adalah praktek yang dilakukan sejak jaman dahulu oleh berbagai suku dan kebudayaan yaitu untuk meratakan tengkorak kepala, dan hal tersebut adalah wajar di zaman itu. Suku India, Amerika Selatan, Utara dan Tengah bisa dibilang sebagai pelopor praktek meratakan tengkorak kepala ini.



Deformasi tengkorak buatan, meratakan kepala, atau mengikat kepala merupakan bentuk permanen perubahan tubuh di mana tengkorak seorang manusia sengaja dibuat demikian.



Hal ini dilakukan dengan mendistorsi pertumbuhan normal tengkorak seorang anak dengan tujuan berbeda-beda sesuai bentuknya.

Bentuk datar, yang memanjang (yang dihasilkan dari cara mengikatnya dengan dua potong kayu ), yang bulat (mengikat dalam kain ) dan kerucut adalah khusus bagi di antara mereka yang terpilih. Hal ini biasanya dilakukan pada bayi , sebab ketika masih bayi, tengkorak kepala manusia cukup lentur untuk dibentuk.

Berikut ini adalah contoh tengkorak-tengkorak dri beberapa kebudayaan yang menggunakan teknik Head Flatenned.


Tengkorak Suku INCA 



Tengkorak Suku MAYA





sumber : http://cemoncavalera.blogspot.com/ 

Kamis, 17 November 2011

Terkuak Rupa Nenek Moyang Manusia

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipKSnOYziZo6RlbRqEtkDaPIq-grsvfClwXklFGbC_5MCeebg00f1eWP1UXvP0dhtbHM1nlaNxYYre6grBJPRg8S_b351qbexE2hgKD625cjJE_GkZds8kUC0ehic8yEJRflNsFOxcTWRR/s1600/We-were-Fishes8.JPG


Seorang seniman purbakala, John Gurche, berhasil merekonstruksi wajah yang diduga nenek moyang terdekat manusia. Inilah sosok asli Kurabo yang digadang bisa menjelaskan asal usul yang hilang di antara kera dan manusia.

Kurabo adalah fosil homonim purba yang ditemukan di Goa
Mapala, Afrika Selatan, pada 2008. Meski penampilannya primitif, Karabo memiliki banyak ciri khas dari genus Homo, genus tempat manusia modern (Homo Sapiens) bernaung. Ilmuwan yang meneliti fosil Karabo menyebutnya sebagai spesies baru yang diberi nama Australopithecus sediba.

Lee Berger, profesor evolusi biologi dari Witwatersrand University di Johannesburg, kagum dengan hasil rekonstruksi purbakala ini. "Kami belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya," katanya dalam Daily Mail, hari ini.

Kurabo hasil rekonstruksi Gurche sungguh ada di antara kera dan manusia. Wajah, mata, dan bagian mulut serupa manusia. Adapun tulang pipi dan kening seperti hewan liar. "Saya pikir ini yang paling akurat yang pernah dilakukan," kata Berger.

Pada 2008, penemuan fosil Kurabo menjadi perhatian dunia setelah dipublikasikan di lima makalah ilmiah. Saat itu ditemukan fosil bocah laki-laki pra-remaja dan fosil kerangka perempuan berusia akhir 20 tahunan atau awal 30 tahunan yang digali pada situs yang sama.

Kedua fosil Karabo yang menjadi landasan teori baru itu diperkirakan mati pada waktu yang sama. Terkubur dalam sedimen tanah longsor, kedua fosil itu nyaris terawetkan secara sempurna jauh di dalam gua. Karabo diperkirakan hidup satu juta tahun setelah fosil Lucy yang ditemukan di Afrika Timur.

Itukah nenek moyang manusia?

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjigERf3pZZTYpI3VdITm-seAaByGLSxWw4GDeGSIbHSBC_dAZ8FLhV2KAEbsqTO70nwlp_0f5NXCtIwW2yoTfaFbV6xveX4G4MMHm7zDPI_sKOW4HnF3WwXPIhcC4Twsyzu6AOLB3CdY30/s1600/Di+Temukan+Spesies+Baru+Hominid+Nenek+Moyang+Manusia+Pertama+Kali.jpg
http://img504.imageshack.us/img504/8738/evolusidd9.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjq6IpuytBzTLAcdtPQ6UF1EE-RamStr74vIF315gGQoVMNufIVDom2wTTZ1ezBVP-g16iz6ckPhgv22Udbge4hmS_KFFnYOt5j0CDVQ0CVThNsm2C7Pbji51z4jFVUOAbFZ39H5fjLQ_eX/s1600/monkey_1.jpg





sumber :http://tempointeraktif.com/hg/iptek/2011/11/17/brk,20111117-367097,id.html