
sumber :http://foto.vivanews.com/read/4418-artefak-peninggalan-kebudayaan-pra-inca_1

Fotografi satelit dan udara mengungkap ‘roda’ batu misterius yang jauh lebih banyak dan tua dibanding garis Nazca di Suriah, Arab Saudi dan Yordania.
Struktur ini diperkirakan dari 2.000 tahun silam. Namun, pola ini tetap mengherankan para arkeolog dan sejarawan.
“Orang-orang mungkin telah melewatinya selama berabad-abad tanpa mengetahui apa itu sebenenarnya,” ujar profesor sejarah klasik dan kuno David Kennedy dari University of Western Australia.
Warga lokal di Arab Saudi, Yordania, Libya, Mesir dan Israel menyebutnya ‘karya orang tua’.
Pola semacam ini kerap ditemukan di lahan lava. Menurut Kennedy, pola ini muncul dalam banyak bentuk, termasuk ‘layang-layang’, hewan, garis acak dan persegi. Tak satu pun pola ini diyakini sejajar bintang dan hal ini menambah misteri yang menyelimutinya.
Pola ini pertama kali ditemukan pada 1927 oleh pilot RAF Lt Percy Maitland seperti ditulis Dailymail.

Sebuah perangkat pengkodean yang digunakan oleh Nazi dalam perang dunia kedua untuk mengenkripsi pesan akan dijual akhir bulan ini di sebuah lelang pada 29 september.
Mesin Enigma tiga rotor ini digunakan oleh militer Jerman untuk mengirim pesan tersembunyi, sebelum kode itu berhasil dipecahkan oleh Bletchley Park Complex.
Meskipun ada ribuan mesin seperti ini, namun sangat jarang menemukan salah satu dari mesin ini yang dijual.
“Sangat jarang sebuah mesin seperti ini untuk dijual,” tutur James Hyslop kepada CNN.
Mesin ini awalnya diproduksi oleh sebuah perusahaan Belanda untuk penggunaan komersial setelah Perang Dunia Pertama, Enigma adalah mesin yang paling canggih dari jenisnya dan membuka jalan untuk sistem komputer modern.
Menggunakan sistem yang rumit dari rotor, mesin ini akan menyandikan pesan sebelum mengirim mereka melalui kode Morse ke mesin lain.
Jika mesin penerima telah diprogram dengan pengaturan yang sama yakni satu dari 158 juta kombinasi, maka pesan tersebut akan diuraikan.
Hyslop mengatakan kepada CNN bahwa teknologi itu dibeli untuk penggunaan tunggal oleh militer Jerman pada tahun 1929, dan dipercaya bahwa kode yang digunakan oleh mesin tersebut mustahil untuk dipecahkan.
Namun tim ahli kriptologi, ahli bahasa, ilmuwan dan analis data di Bletchley yang dipimpin oleh matematikawan Inggris Alan Turin, mampu memecahkannya. Pada puncaknya tim itu berhasil memecahkan 6.000 pesan Jerman yang dienkripsi Enigma setiap harinya. dan diberikan kredit karena berhasil memperpendek perang dua tahun tersebut.
Pada bulan November tahun lalu, rekor dunia harga untuk satu mesin ini yang dijual di lelang adalah sebesar 67.250 pound (930 juta), dan diharapkan hasil pelelangan mesin Enigma kali ini dapat melampaui nilai tersebut.

Ternyata bukan hanya mummi manusia saja yang menarik perhatian para ilmuwan dan arkeolog dunia, tapi juga mummi dari hewan-hewan peliharaan ribuan tahun yang lalu. Dan berita yang belum lama dilansir, terungkaplah para mummi dari anjing-anjing peliharaan!.
Pada ukiran-ukiran relief yang ada di kawasan situs-situs purbakala peninggalan suku Inca, Maya, Aztec dan beberapa situs lainnya, sering digambarkan bahwa anjing dapat melancarkan perjalan mereka di akhirat kelak ketika mereka menghadap para Dewa-Dewa.
Dahulu kala, peradaban suku-suku asli Amerika latin seperti Inca dan Maya, diyakini bahwa memelihara anjing merupakan sesuatu kewajiban bagi setiap anggota keluarga.
Ketika si pemilik meninggal dunia,dan jasadnya berniat untuk dimummikan (proses mummifikasi), anjing peliharaan tersebut juga harus dibunuh. Hal ini dilakukan dengan maksud agar arwah anjing tersebut dapat mendampingi tuannya di alam selanjutnya (baca: akhirat).
Arkeolog sampai saat ini setidaknya berhasil menemukan 40 jasad anjing yang telah dijadikan mummi dengan kisaran umur sekitar 4000-5000 tahun.

Seorang gadis berusia lima tahun berhasil menggali sebuah fosil langka yang diperkirakan telah berumur 160 juta tahun.
Emily Baldry (5) menemukan fosil Rieneckia Odysseus dengan diameter 16 inci, di Cotswold Water Park di Gloucestershire dengan bantuan ayahnya Jon, 40.
Diketahui, Rieneckia Odysseus adalah sisa-sisa moluska yang hidup di lautan selama periode Jurassic, yang memiliki cangkang bermotif spiral dengan duri-duri yang menonjol untuk menjauhkan predator. Itulah yang membuat Emily menamai temuannya itu ‘Spike’ atau ‘Duri’.
Ketika ditemukan fosil ini terbungkus dalam batu lumpur, sehingga Emily memberikannya kepada seorang ahli geologi Neville Hollingworth untuk restorasi.
Emily kembali bertemu dengan fosil itu pada hari Minggu di Pusat Informasi dekat Cirencester, mana fosil tersebut dipertunjukkan.
“Sangat menarik untuk kembali melihatnya. Saya sangat senang ketika pertama kali melihat dia dan sekarang Spike terlihat sangat mengkilap.” tutur gadis asal Chippenham, Wiltshire ini.
“Sangat mempesona melihat mereka merestorasi fosil itu. Usai ditampilkan di sini kami akan membawanya kembali ke rumah, namun akan sulit untuk menyimpannya karena kita memiliki anak kecil dan fosil itu sangat tajam. ”
“Ini adalah Ammonite pertama dari jenis ini yang ditemukan utuh di Inggris.” tutur Dr Hollingworth, yang menghabiskan satu tahun memulihkan fosil tersebut.

Buaya air tawar raksasa yang dijuluki Acherontisuchus Guajiraensis ini nampaknya hidup di lingkungan hutan hujan yang sama dengan ular terpanjang di dunia yang dikenal sebagai Titanoboa yang diperkirakan tumbuh sepanjang 12,8 meter.
Menurut ilmuwan, ekosistem hutan hujan kuno memang didominasi reptil, termasuk ular raksasa, kura-kura raksasa dan buaya raksasa. Buaya ini merupakan fosil kedua buaya yang ditemukan di tambang Correjon di utara Kolombia.
Makanan utama buaya ini adalah ikan. Artinya, buaya ini nampaknya bersaing mencari makanan dengan ular terpanjang dunia. Spesies baru ini merupakan bagian kelompok buaya yang dikenal sebagai Dyrosaurids.
Buaya ini diyakini menjadi penghuni lautan, reptil pesisir. Namun, specimen dewasa baru mengkontradiksi teori menyebutkan A. Guajiraensis hanya hidup di air tawar saat bayi sebelum akhirnya kembali ke laut, seperti dilaporkan UPI.

