Tampilkan postingan dengan label Dunia Hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Hewan. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2012

Inilah Makhluk Dengan Gigitan Terkuat Sepanjang Sejarah Dunia !!



Mahluk apa paling berbahaya saat menggigigit? Buaya? Anjing Pitbull? Atau Hiu? Semua itu ternyata belum sebanding dengan gigitan seekor: T.Rex!


Penelitian para ilmuwan baru-baru ini menemukan dahsyatnya gigitan Tyrannosaurus rex, dan telah dipublikasikan dalam jurnal Biology Letters.


serem:


Dr. Karl Bates dari laboratorium biomekanik, University of Liverpool yang memimpin penelitian bersama koleganya, Peter Falkingham dari University of Manchester. Mereka menggunakan metode penelitian dengan cara simulasi digital.





"Kami men-digitalkan tengkorak dengan scanner laser, sehingga kami memiliki model 3-D susnan tengkorak ke dalam komputer," jelas Dr. Bates seraya menambahkan, "dengan cara itu, kami bisa memetakan pergerakan otot tengkorak T.Rex."


Hasilnya?

"Kami menemukan tekanan maksimum gigitan seekor T.Rex adalah antara 30.000 dan 60.000 Newton," urainya lebih lanjut.



[Catatan: Sebelumnya, para peneliti memperkirakan kekuatan gigitan T.Rex hanya 8.000 - 13.000 Newton. Berarti terdapat perkembangan yang signifikan dengan temuan baru ini].


"Itu setara dengan seekor gajah berukuran sedang duduk pada Anda," ucap Dr. Bates lagi. Ya, coba bayangkan cengkeraman gigi T.Rex saat menggigit sama halnya dengan kita tiba-tiba diduduki seekor gajah.


Hebatnya lagi, menurut Dr. Bates, kekuatan gigitan tersebut berubah seraya hewan ini bertumbuh (bertambah usia).


Maka, kesimpulan para peneliti tersebut adalah, "Hewan ini sangat ekstrem - salah satu karnivora terbesar yang pernah hidup."






sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=13406209

Kamis, 29 September 2011

[PICT] Inilah BINATANG Hebat Sepanjang Masa Yang Sudah PUNAH !!!!


1. Tyrannosaurus Rex (Punah 65 Juta Tahun yang Lalu)


Quote:
Quote:
Tyrannosaurus rex adalah salah satu karnivora tanah terbesar sepanjang masa, berukuran sampai dengan 43,3 kaki panjang, dan 16,6 ft tinggi, dengan perkiraan massa yang berlangsung hingga 7 ton. Seperti tyrannosaurids lainnya, Tyrannosaurus adalah karnivora berkaki dua dengan tengkorak besar diimbangi dengan ekor yang panjang dan tebal. Sehubungan dengan hindlimbs besar dan kuat, Tyrannosaurus forelimbs kecil dan mereka mempertahankan hanya dua digit.

Fosil T. rex sudah ditemukan di formasi batu Amerika Utara berasal pada tiga juta tahun terakhir Zaman Cretaceous di akhir tahap Maastrichtian, sekitar 68,5-65500000 tahun yang lalu, melainkan di antara dinosaurus terakhir dengan terdapat sebelum peristiwa Cretaceous-Tersier punah. Lebih dari 30 T. rex spesimen telah diidentifikasi, beberapa di antaranya kerangka mendekati lengkap. Beberapa peneliti telah menemukan jaringan halus juga. Banyaknya bahan fosil telah memungkinkan penelitian ini signifikan dalam berbagai aspek biologi, termasuk sejarah kehidupan dan biomekanik.
Spoiler for Tyrannosaurus Rex:




Quote:
2. Quagga: half zebra, half horse (Punah Sejak Tahun 1883)

Quote:
Quote:
Salah satu hewan paling terkenal Afrika punah, quagga adalah subspesies dari zebra dataran, yang pernah ditemukan dalam jumlah besar di Afrika Selatan Cape Propinsi dan bagian selatan dari Orange Free State. Hal ini dibedakan dari zebra lainnya dengan memiliki tanda hidup biasa pada bagian depan tubuh saja. Pada bagian pertengahan, garis-garis memudar dan gelap, ruang antar-garis menjadi lebih luas, dan bagian belakangnya adalah coklat polos. Nama berasal dari kata Khoikhoi untuk zebra dan onomatope, yang dikatakan menyerupai panggilan quagga's.

Quagga ini awalnya diklasifikasikan sebagai spesies individu, Equus quagga, pada tahun 1788. Selama lima puluh tahun ke depan atau lebih, banyak zebra lainnya yang digambarkan oleh naturalis dan penjelajah. Karena variasi yang besar pada motif lapisan (tidak ada dua zebra yang sama), ahli taksonomi telah meninggalkan dengan sejumlah besar gambaran "spesies", dan tidak ada cara mudah untuk mengetahui mana yang merupakan spesies sebenarnya, yang subspesies, serta yang cukup alami variannya. Jauh sebelum kebingungan ini dipilah keluar, quagga sudah diburu untuk mendapatkan atas daging, Kulit dan menjaga pakan untuk persediaan domestik. Quagga liar yang terakhir,mungkin ditembak di akhir 1870-an, dan spesimen terakhir mati di penangkaran pada tanggal 12 Agustus 1883 di kebun binatang Artis Magistra di Amsterdam.

Karena kebingungan besar antara spesies zebra yang berbeda, terutama di kalangan masyarakat umum, quagga sudah menjadi punah sebelum disadari bahwa terlihat menjadi spesies terpisah. Quagga adalah makhluk punah pertama yang DNA-nya diteliti. Penelitian genetik yang terkini di Smithsonian Institution telah menunjukkan bahwa quagga sebenarnya bukan spesies yang terpisah sama sekali, tetapi perkembangan / keturunan dari zebra dataran.
Spoiler for Quagga:






Quote:
3. Thylacine: The Tasmanian Tiger (extinct since 1936)

Quote:
Quote:
Harimau Tasmania adalah karnivora berkantung besar yang terkenall zaman modern. Berasal dari Australia serta New Guinea, diperkirakan telah menjadi punah pada sejak abad ke-20. Hal ini umumnya dikenal sebagai Harimau Tasmania (karena punggungnya yang bercorak belang), serta juga dikenal sebagai serigala Tasmania, panggilan sehari-hari Tassie (atau Tazzy) Tiger atau cukup harimau saja. Ini adalah anggota yang yang terakhir dari genus-nya.

Harimau Tasmania punah di daratan Australia ribuan tahun sebelum terbentuk pemukiman benua Eropa , tetapi bertahan di pulau Tasmania bersama dengan sejumlah spesies endemik lain seperti Tasmania Devil. Faktor punah karena diburu oleh manusia, tetapi faktor penyebab lainnya adalah karena penyakit, serta perambahan manusia ke dalam habitatnya. Meskipun secara resmi digolongkan sudahi punah, penampakan masih Tazmania masih terlihat.
Spoiler for TAZMANIA:






Quote:
4. Irish Deer (Punah 7,700 tahun yang lalu)


Quote:
Quote:
Para Elk Irlandia atau Rusa Raksasa, adalah rusa terbesar yang pernah hidup. Ia tinggal pada Eurasia, dari Irlandia ke sebelah timur Lake Baikal, selama Late Pleistocene serta awal Holocene. Sisa dikenal terakhir dari spesies yang sudah adalah karbon jaman ke sekitar 5.700 BC, atau sekitar 7.700 tahun yang lalu. Rusa Raksasa terkenal atas ukuran berat (sekitar 2,1 meter atau 7 kaki tinggi di bahu), dan khususnya atas memiliki tanduk terbesar dari setiap cervid yang diketahui (maksimal meters/12 3,65 meter dari ujung ke ujung serta beratnya sampai 90 pon).

Diskusi penyebab kepunahan mereka masih berfokus pada tanduk (bukan pada ukuran tubuh mereka secara keseluruhan).Beberapa pengamat berpendapat bahwa ukuran tanduk besar membatasi pergerakan pejantan untuk dapat melewati kawasan hutan. Sehingga para Rusa teesebut sulit beradaptasi dengan kegiatan dan lingkungan yang baru maka hewan ini menjadi punah.
Spoiler for ELK:











sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7954327

Sabtu, 17 September 2011

Penemuan mumi-mumi anjing peliharaan berusia ribuan tahun!


Ternyata bukan hanya mummi manusia saja yang menarik perhatian para ilmuwan dan arkeolog dunia, tapi juga mummi dari hewan-hewan peliharaan ribuan tahun yang lalu. Dan berita yang belum lama dilansir, terungkaplah para mummi dari anjing-anjing peliharaan!.

Para Arkeolog di Peru saat ini telah berhasil mengungkap apa sebab kebanyakan para mummi-mummi manusia peninggalan peradaban suku-suku Amerika Latin dimasa silam sering diawetkan bersamaan dengan anjing-anjing peliharaan mereka. Mereka meyakini bahwa anjing merupakan suatu bentuk akan adanya hubungan alam dunia dengan alam akhirat.

Pada ukiran-ukiran relief yang ada di kawasan situs-situs purbakala peninggalan suku Inca, Maya, Aztec dan beberapa situs lainnya, sering digambarkan bahwa anjing dapat melancarkan perjalan mereka di akhirat kelak ketika mereka menghadap para Dewa-Dewa.

Dahulu kala, peradaban suku-suku asli Amerika latin seperti Inca dan Maya, diyakini bahwa memelihara anjing merupakan sesuatu kewajiban bagi setiap anggota keluarga.

Ketika si pemilik meninggal dunia,dan jasadnya berniat untuk dimummikan (proses mummifikasi), anjing peliharaan tersebut juga harus dibunuh. Hal ini dilakukan dengan maksud agar arwah anjing tersebut dapat mendampingi tuannya di alam selanjutnya (baca: akhirat).

Arkeolog sampai saat ini setidaknya berhasil menemukan 40 jasad anjing yang telah dijadikan mummi dengan kisaran umur sekitar 4000-5000 tahun.






sumber :http://unikunik.blogdetik.com/arkeologi/penemuan-mummi-mummi-anjing-peliharaan-berusia-ribuan-tahun/

Jumat, 16 September 2011

Ditemukan Buaya Kuno Raksasa di Tambang Batu Bara


Headline


Bogota – Paleontolog mengaku berhasil menemukan fosil sepanjang 6,1 meter buaya punah. Buaya ini ditemukan di tambang batu bara di Kolombia. Seperti apa?

Buaya air tawar raksasa yang dijuluki Acherontisuchus Guajiraensis ini nampaknya hidup di lingkungan hutan hujan yang sama dengan ular terpanjang di dunia yang dikenal sebagai Titanoboa yang diperkirakan tumbuh sepanjang 12,8 meter.

Menurut ilmuwan, ekosistem hutan hujan kuno memang didominasi reptil, termasuk ular raksasa, kura-kura raksasa dan buaya raksasa. Buaya ini merupakan fosil kedua buaya yang ditemukan di tambang Correjon di utara Kolombia.

Makanan utama buaya ini adalah ikan. Artinya, buaya ini nampaknya bersaing mencari makanan dengan ular terpanjang dunia. Spesies baru ini merupakan bagian kelompok buaya yang dikenal sebagai Dyrosaurids.

http://data.tribunnews.com/foto/berita/2011/9/7/Buaya_Raksasa_3.jpg

Buaya ini diyakini menjadi penghuni lautan, reptil pesisir. Namun, specimen dewasa baru mengkontradiksi teori menyebutkan A. Guajiraensis hanya hidup di air tawar saat bayi sebelum akhirnya kembali ke laut, seperti dilaporkan UPI.






sumber :http://teknologi.inilah.com/read/detail/1774962/ditemukan-buaya-kuno-raksasa-di-tambang-batu-bara

Kamis, 28 Juli 2011

Ditemukan Fosil Serangga 'Frankenstein' di Brasil


Fosil yang diperkirakan berasal dari 120 juta tahun silam ini ditemukan di antara fosil-fosil di Brasil. Monster ini memiliki sayap dan tubuh seperti capung.

“Serangga 'Frankenstein' ini merupakan perpaduan karakteristik aneh yang tak terkait kelompok serangga,” ujar salah satu peneliti yang menemukan kelompok serangga baru ini.


Dua dari sekitar koleksi 30 fosil larva dunia, peneliti membuat urutan spesies baru. Coxoplectoptera, serangga yang baru mendapat nama ini berasal dari Periode Krustasius dan tak memiliki keturunan modern.


Kerabat terdekat serangga ini adalah lalat capung. Entomolog Arnold Staniczek mengaku fosil baru ini sangat menarik.


Pasalnya, larva serangga ini menyerupai udang air tawar. Selain itu, para peneliti mengaku menemukan asal muasal sayap serangga ini. Peneliti yakin seperti ditulis Dailymail, sayap serangga ini muncul dari plat punggung dan sayap ini berkembang dari kakinya.





sumber :http://haxims.blogspot.com/2011/07/ditemukan-fosil-serangga-frankenstein.html

Minggu, 15 Mei 2011

Bangkai burung misterius bergigi ditemukan di Iran


Adakah burung yang memiliki baris gigi di mulutnya? Sepengetahuan kita tidak ada. Tetapi, seekor bangkai burung misterius yang bergigi dilaporkan telah ditemukan di kota Meshginsharhr di barat laut propinsi Ardebil, Iran.

Para penduduk lokal menemukan bangkai burung tersebut pada hari minggu tanggal 8 Mei 2011. Burung itu terlihat seperti baru mati beberapa hari karena sisa-sisa bulunya masih bisa terlihat dengan jelas. Demikian dilaporkan kantor berita IRNA.

Sebuah tim kecil dari organisasi perlindungan lingkungan Iran (EPO) segera dikirim ke wilayah itu untuk menyelidiki kebenaran berita tersebut.

Salah seorang penduduk dilaporkan telah menyembunyikan bangkai itu dan tim dari EPO sedang berusaha menemukannya. Walaupun belum menemukannya, tim itu berhasil mendapatkan foto bangkai tersebut dari penduduk lokal.

Tim itu juga mendapatkan laporan dari para penduduk lokal yang menyebutkan kalau burung itu tinggal di gua dekat desa mereka.

Bangkai misterius itu memiliki tengkorak seperti anjing dengan gigi taring yang besar. Namun tubuhnya terlihat seperti seekor burung yang tidak bisa terbang. Para peneliti mengatakan kalau bangkai itu tidak sesuai dengan spesies burung yang dikenal. Jadi, penelitian lebih lanjut akan segera dilakukan dan verifikasi dari ornitologist akan segera diminta.

Menarik.

Namun kasus ini sepertinya memiliki unsur rekayasa. Yang paling mencolok adalah hilangnya bangkai misterius tersebut di awal penyelidikan sehingga tidak bisa diteliti lebih lanjut. Jika bangkai ini adalah rekayasa, maka bisa jadi pembuatnya menggabungkan badan seekor burung dengan kepala seekor anjing


Tengkorak seekor anjing

Di bawah ini adalah cuplikan mengenai penemuan bangkai itu dari media setempat. Saya tidak mengerti bahasa yang digunakan oleh reporternya, tetapi, jika melihat cuplikan gambarnya, sepertinya bangkai burung yang disembunyikan tersebut telah berhasil ditemukan kembali. Kali ini mungkin para peneliti dapat mulai bekerja untuk menentukan keasliannya.

Ini screenshot dari bangkai yang telah ditemukan:

Akan sangat menarik jika di kemudian hari burung tersebut terbukti bukan sebagai rekayasa. Itu artinya kita akan memiliki burung bergigi untuk pertama kalinya.

Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita dapat mendengar kabarnya.





sumber :http://terselubung.blogspot.com/2011/05/bangkai-burung-misterius-bergigi.html

Kamis, 09 Desember 2010

Di Flores Pernah Hidup Bangau Raksasa Pemakan Manusia







Pulau Flores, Nusa Tenggara makin memantapkan posisinya sebagai ‘gudangnya’ mahluk-mahluk aneh. Ada Komodo, gajah kerdil, tikus raksasa, bahkan manusia hobbit, Homo Floresiensis, yang ukurannya mini, lebih kecil dari manusia normal. Baru-baru ini satu hewan unik kembali ditemukan di Flores. Para ilmuwan dari Museum Nasional Sejarah Akam Smithsonian, Washington DC dan Museum Sejarah Alam Jakarta, Indonesia menemukan fosil bangau raksasa, leptoptilos robustus.

Peta Gua Liang Bua di Pulau Flores dimana ditemukan fosil burung bangau raksasa

Peta Gua Liang Bua di Pulau Flores dimana ditemukan fosil burung bangau raksasa

Para ilmuwan menemukan empat tulang kaki burung itu di gua-gua Liang Bua. Juga ditemukan fragmen sayap, meski diperkirakan burung itu badannya terlalu berat untuk meninggalkan tanah atau terbang. Usia fosil itu diperkirakan 20.000 hingga 50.000 tahun. Ketika hidup, burung ini diperkirakan memiliki tinggi 5 kaki 10 inchi atau 1,778 meter. Beratnya sekitar 2,5 stone atau 15,87 kilogram — bahkan jauh lebih besar dari spesies serupa saat ini. Temuan ini dipublikasikan dalam Jurnal Zoologi Linnean Society.


Beginilah perbandingan komposisi besar tubuh bangau raksasa dan manusia hobit yang kecil

Beginilah perbandingan komposisi besar tubuh bangau raksasa dan manusia hobit yang kecil

Salah satu ilmuwan, Dr Hanneke Meijer mengatakan, ia pertama kali menjumlai fosil burung raksasa ini di Jakarta. “Menemukan burung besar memang biasa di kepulauan Indonesia, tapi aku tak menyangka kami akan menemukan bangau marabou raksasa,” kata dia seperti dimuat situs Daily Mail.

Temuan ini membuktikan, betapa panjang bentang temuan di Flores — dari hewan kerdil sampai yang berukuran ekstrem.”Flores tidak pernah terhubung ke daratan Asia dan terisolasi dari pulau-pulau sekitarnya. Isolasi ini telah memainkan peran penting dalam membentuk evolusi fauna,” kata Meijer. Ada hal mengejutkan yang ditemukan ilmuwan. Mereka menemukan fosil sisa-sisa manusia mirip hobbit di lokasi yang sama dengan burung marabou itu pada tahun 2004 lalu.

Sejumlah spekulasi bermunculan, diduga para hobbit menyembah burung raksasa ini. Atau, ada yang menduga para hobbit memburu burung ini sebagai sumber protein. Ada lagi yang menyangka sebaliknya, burung ini memakan hobbit. Namun, kata Meijer, “benar tidaknya binatang ini makan hobbit masih spekulatif. Tidak ada bukti kuat.






sumber :http://ruanghati.com/2010/12/08/di-flores-pernah-hidup-bangau-raksasa-pemakan-manusia/

Selasa, 26 Oktober 2010

Menelusuri Legenda El Chupacabra, Anjing Penghisap Darah





Istilah “chupacabra” berasal dari bahasa Spanyol, ”chupar” berarti mengisap dan ”cabra” berarti kambing, karena sebagian besar ternak korban adalah kambing. Dalam bahasa inggris, artinya goat sucker.

Pertama kali istilah chupacabra atau El Chupacabra (bahasa Spanyol) dipakai pada dua harian di Puerto Riko, tahun 1992. Keduanya melaporkan kasus kematian massal ternak, mulai dari burung, kuda, dan yang terbanyak adalah kambing.

Setelah itu kasus sejenis banyak dilaporkan terjadi di Republik Dominika, Argentina, Bolivia, Cile, Kolombia, Peru, Brasil, dan AS. Sejak itu chupacabra tetap misterius dibicarakan banyak komunitas, tetapi tak ada satu kesimpulan pun.

Bukan menjadi jelas, sosok misterius itu justru menjadi sasaran mode kalangan urban. Kaus dan topi bisbol bergambar rekaan chupacabra laris manis di kalangan komunitas hispanik dan Amerika. Sosoknya disebut mirip coyote, rubah berambut lebat, tetapi ada juga yang menyebutnya seperti kanguru karena, katanya, bisa melompat tinggi. Sejumlah seniman menggambarkan sosok chupacabra mirip gargoyle, makhluk bersayap dengan wajah menyeringai dengan gigi tajam siap menerkam.

Faktanya, setidaknya ada tiga ”sosok” gambaran chupacabra. Pertama dan yang umum: sosoknya berkulit keras hijau keabu-abuan dengan kaki belakang lebih panjang dari sepasang kaki depan. Bertaring besar dengan moncong seperti anjing. Bisa berdiri dan melompat seperti kanguru dan berbau belerang. Yang kedua, mirip dengan gambaran pertama, tetapi rambut kepalanya sedikit. Ketiga, sosoknya bak anjing liar, kepala sedikit berambut, soal rambut, tanpa gigi taring besar atau cakar.

Pada Juli 2004, seorang peternak di San Antonio, Texas melaporkan adanya makhluk menyerupai anjing yang meyerang ternaknya. Makhluk tersebut disebutnya Makhluk Elmendorf. Namun Analisa DNA yang dilakukan Universitas California menyimpulkan bahwa hewan tersebut adalah seekor Coyote (anjing liar) dengan penyakit Kurap yang parah.

Pada Oktober 2004, dua bangkai makhluk aneh ditemukan di area tersebut. Para Ahli Biologi Texas menyimpulkan bahwa bangkai tersebut juga berasal dari coyote dengan penyakit kurap.

Di Coleman, Texas, seorang peternak bernama Reggie Lagow melihat seekor hewan menyerang ternaknya, dan ia mengatakan bahwa hewan tersebut menyerupai campuran antara anjing yang tidak berbulu, tikus dan kanguru.









Foto-foto bangkai yang dicurigai sebagai El Chupacabra, si anjing penghisap darah
Pada September 2009 CNN menurunkan laporan temuan bangkai binatang menyerupai coyote, milik seorang pemilik sekolah pembuat binatang awetan Blanco, di Texas. Si pemilik yang bernama Jerry Ayer mengaku mendapat hewan seberat 60 kilogram itu dari bekas muridnya, Lynn Butler. Hewan itu mati setelah memakan racun tikus di gudang.

Hewan itu bermoncong seperti anjing, berkulit keras tanpa bulu dengan kurap parah pada tubuhnya. Menurut Lynn, seperti dikutip Telegraph.co.uk, sejumlah ahli yang meneliti menduga itu adalah chupacabra.

Telepon Jerry terus berbunyi menanyakan hewan itu. Sebagian besar menduga itu chupacabra. ”Saya tidak tahu apa ini… saya tak tahu kalau saya punya binatang aneh,” kata Jerry yang kewalahan dengan berbagai permintaan wawancara.

Segera saja media lokal, nasional, bahkan internasional, mengutip apa yang ia sebut sebagai ”coyote cacat genetik” itu. Jerry sendiri tidak percaya akan adanya chupacabra. Universitas Texas A&M telah mengambil contoh jaringan dari tubuh hewan itu untuk mengidentifikasi. Begitu pula sejumlah universitas lain.

Sebelumnya, CNN menayangkan video berdurasi 1 menit 36 detik yang direkam dari perangkat video mobil Deputi Sherif Dewitt County, Texas, yang dikemudikan Brandon Riedel, 8 Agustus 2008.

Pada rekaman itu tampak sosok menyerupai anjing berwarna hitam, bermoncong, dengan kuping berdiri, lari di jalanan berkerikil. Dua kaki belakangnya sedikit lebih panjang dari sepasang kaki depan.

Sejumlah pihak menduga binatang itu sama spesiesnya dengan coyote—termasuk atasan Brandon, Sherif Jode Zavesky.

Perjumpaan itu bukanlah yang pertama di Cureo, Texas. Pada tahun 2007 seorang pengusaha peternakan menemukan hewan mati yang ia duga chupacabra. Hasil tes DNA-nya menunjukkan, DNA-nya mirip coyote, tetapi tidak identik.







Identifikasi El Chupacabra
Berdasarkan kepada relief yang ditemukan di Eropa, beberapa peneliti menghubungkan Chupacabra dengan gargoyle, makhluk yang menjadi bagian dari sejarah Eropa dan dihubungkan dengan roh jahat. Saat ini Chupacabra mendapat tempat di dalam legenda masyarakat latin

Beberapa suku di hutan amerika latin juga mempercayai cerita adanya “manusia nyamuk”, makhluk mitos yang mendahului cerita chupacabra, manusia nyamuk memiliki hidung panjang dan juga menghisap darah. Beberapa mengatakan bahwa manusia nyamuk dan chupacabra adalah makhluk yang sama.


Pada tahun 2005, Issac Espinoza menghabiskan sekitar $6 juta dari kantongnya untuk menyelidiki chupacabra. Ia tinggal selama delapan bulan di dalam hutan amerika latin bersama teamnya. Beberapa kali mereka mengalami perjumpaan dengan makhluk aneh menyerupai chupacabra. Mereka beberapa kali memfilmkan makhluk tersebut dan membawa sampel rambut dan kulit yang berhasil didapat ke Universitas Texas untuk dianalisis. Hasilnya adalah bahwa makhluk tersebut bukan dari jenis yang dikenal saat ini.


Beberapa teori tentang Chupacabra:

Chupacabra dipercaya adalah hasil dari mutasi genetik yang diakibatkan oleh bocornya kandungan kimia dari laboratorium rahasia milik amerika di El Yunque sebuah gunung di bagian timur Puerto Rico. Lab tersebut diketahui mengalami beberapa kerusakan pada saat badai di tahun 1990-an, persis saat penampakan Chupacabra mulai dilaporkan. Militer Amerika diketahui telah menguji beberapa bahan kimia di lahan-lahan pertanian Puerto Rico, semua dilakukan tanpa pemberitahuan kepada penduduk lokal.

Teori lain menyebutkan bahwa Chupacabra adalah seekor kelelawar Vampir raksasa yang fosil-fosilnya telah ditemukan di Amerika Selatan.


Teori yang tidak lainnya menyebutkan bahwa Chupacabra adalah makhluk peliharaan alien yang terlepas. Beberapa orang menyatakan bahwa ketika mereka melihat chupacabra, mereka juga melihat adanya UFO yang terbang.


Dan teori yang lain adalah Chupacabra bukan makhluk tidak nyata, melainkan sebuah produk dari tahayul dan imajinasi. Penampakan yang ada adalah sekedar salah identifikasi.





sumber :http://www.whooila.com/2010/10/menelusuri-legenda-el-chupacabra-anjing.html#axzz2jQUS5r52