
Kamis, 11 Maret 2010
Chachapoyas, Misteri Peradaban yang Hilang di Puncak Amazon Peru !

Kota kuno Chachapoyas, negeri orang-orang awan yang hilang ratusan tahun lalu berhasil ditemukan. Sebutan ‘masyarakat awan’ mungkin karena mengacu pada pegunungan andes yang selalu berselimut awan. Kehidupan dan kebudayaan kota kuno yang eksis sejak abad ke-9 ini, sampai sekarang masih misteri dan sulit diungkap karena mereka tidak banyak meninggalkan ‘catatan’.
Meski hilang tanpa jejak selama ratusan tahun, namun jejak peradaban kota Chachapoyas yang kini masuk wilayah utara Peru, masih bisa ditemukan. Deretan patung-patung menghadap ke matahari terbit yang terkenal dengan sebutan ‘prajurit awan’ tetap berdiri tegak hingga kini. Patung-patung itu melambangkan keperkasaan masyarakat mereka di masa lalu.
Situs Karija ini dibangun hampir 1 milenium. Sebenarnya itu merupakan kuburan, setiap patung melambangkan tokoh yang di makamkan di sana. Mungkin bisa dibilang mirip dengan situs-situs makam di Tanah Toraja, Sulawesi. Patung-patung itu terbuat dari clay dan plant matt di mana di dalamnya berisi mumi para tokoh Chachapoya. Yang uniknya posisi patung berisi mumi itu sangat sulit dijangkau. Entah bagaimana masyarakat pada jaman itu membawa dan menempatkannya di sana. Sebab, telah diteliti, tidak ada jalan yang bisa diakses menuju tempat itu.
Kisah bangaimana kehidupan di Chachapoyas nyaris menjadi misteri karena tempatnya sangat terisolir. Kota kuno Chachapoyas yang hilang inii, ditemukan tahun 2008 di hutan lebat Amazon, yang sangat terisolir, oleh tim ekspedisi arkeologi. Jaraknya sekitar 500 km sebelah timur laut Lima.
Tim arkeologi menemukan benteng-benteng dari batu serta bangunan-bangunan yang berada di tepi jurang, sisa-sisa tembok yang memuat lukisan-lukisan yang di pahat di bebatuan. Mungkin ini dibangun mereka untuk melindungi dari musuh.
Sayangnya, tidak banyak yang tahu tentang keberadaan kota kuno ini. Hanya sedikit catatan tentang hal itu, termasuk tentang kebudayaan mereka yang berkembang di abad ke-9. Kenyataannya, kota kuno itu berada di puncak ketinggian. Diduga, kota di ketinggian itu sengaja dikembangkan untuk pertahanan terhadap musuh.
Akan tetapi nasib mereka menjadi tak menentu ketika kekaisaran Inca semakin berkembang dan berhasil menaklukkan mereka 500 tahun lalu. Meskipun bangsa Chachapoyas sempat memberi perlawanan keras, namun kekuatan Inca tak tertandingi.
Keberuntungan datang ketika Spanyol datang pada 1535. Sisa-sisa suku Chachapoyas berpihak pada Spanyol untuk berperang melawan suku Inca. Namun kemudian datang penyakit orang Eropa, yakni cacar, yang melenyapkan populasi mereka.
Penulis sejarah Cieza Pedro de León menulis, sosok orang-orang Chachapoyas berkulit putiah dan tanpan, kaum wanitanya cantik-cantik, itulah sebabnya banyak orang Inca menjadikan mereka istri.
Makam tokoh orang-orang awan ini di chullas, di sisi tebing yang dicat dengan atap runcing, khususnya yang ditemukan di Revash.Namun yang paling mengesankan dari peninggalan konstruksi Chachapoyas adalah Kuelap, benteng monumental yang berada 9.500 meter di atas permukaan laut. Bangunan itu bagian luarnya dilindungi oleh batu-batu besar.
Di Kuelap ada sekitar empat ratus gedung yang mungkin ditempati oleh sekitar 3.500 jiwa. Bandingkan dengan bangunan milik bangsa Inca, Manchu Picchu yang terkenal. Kompleks ini (Kuelap) menunjukkan bahwa bangsa Chachapoyas pada 1000 tahun lalu telah mampu membuat suatu yang luar biasa.
Siapa yang tahu, apa lagi yang akan ditemukan di pedalaman andes amazon? Semua memang masih misteri, seperti misteriusnya Chachapoyas.Minimnya catatan tentang suku ini memunculkan pesimis apakah bisa menguak kisah ‘orang-orang awan’ ini.***
source: environmentalgraffiti.com/wikipedia
sumber :http://dianaruntu.wordpress.com/2010/03/07/chachapoyas-misteri-peradaban-yang-hilang-di-puncak-amazon-peru/
Rabu, 10 Maret 2010
INILAH 10 Mumi Paling Bersejarah Di Dunia !!! yang PENSARAN dengan MUMI cek di marih !!!

10. Elmer McCurdy
Elmer McCurdy (Januari 1880 - 7 Oktober 1911) Adalah seorang penjahat yang tewas dalam baku tembak di Oklahoma. Ketika tidak ada yg mengklaim jenazahnya, maka Mayat itupun dibalsem dgn alasan bahwa suatu hari pasti akan ada yg mengambil jenazah itu.
Dan 5 tahun kemudian, seseorang yg mengaku saudara Elmer ingin memberikan penguburan yg layak terhadap sodaranya, ketika saudaranya ingin mengambilnya, mereka tidak menggangap itu adl jenazah Elmer, mereka cuma menggangap itu hanyalah patung lilin, dan mereka pun menjual jenazah itu ketempat karnaval setempat untuk dijadikan target latihan tembak, dan ketika jenazah yg dianggap patung itu ditembak dibagian lengan, terbuktilah kebenaran dari jenah Elmer McCurdy.
9. Vladimir Lenin
Vladimir Ilyich Lenin (10 April 1870 - 21 Januari 1924) adalah salah satu tokoh politik terkemuka dan para pemikir revolusioner abad ke-20, yang menjadi otak Bolshevik mengambil alih kekuasaan di Rusia pada tahun 1917, dan merupakan arsitek dan pemimpin pertama Soviet.
Pada bulan Maret 1923, ia menderita stroke utk yg ketiga kalinya yang membuatnya bodoh dan selalu ditempat tidur sampai ia meninggal pada 21 Januari 1924, diumur 53 th, di perkebunan di Leninskiye Gorki. Tubuhnya dibalsem dan dipamerkan di Lenin Mausoleum, Moskow dan masih bisa dilihat sampai sekarang
8. Ancient Pompeiians
Adalah mayat yg terkubur oleh abu panas dari letusan Vesuvius kini mumi tsb dapat dilihat di Museum arkeologi Napoli.
7. Juanita The Ice Maiden
Juanita ( "The Ice Maiden") ditemukan di puncak Gunung Ampato, Peru, pada tanggal 8 September, 1995. Dia adalah seorang yg dikorbankan untuk para dewa suku Inca pada 500 th yg lalu. kini Juanita dipajang di Santuarios Museo de Altura di Arequipa, Peru.

6. Ötzi The Iceman
Ötzi mumi alami seorang laki-laki dari sekitar 3300 SM (53 abad yang lalu). Mumi itu ditemukan pada bulan September 1991 di Schnalstal gletser di Ötztal Alpen, dekat Hauslabjoch, di perbatasan antara Austria dan Italia. Tubuh nya kini dapat dilihat di South Tyrol Museum of Archaeology di Bolzano, Italia utara
5. Ginger
Kenapa dinamakan Ginger, krn mumi ini adalah mumi yg diyakini mumi pertama dari Mesir. Dan meski telah meniggal 5.000 th yg lalu mumi ini sangat sempurna, rambut, kaki bahkan kukunya masih terlihat sempurna. Ginger ditemukan di Gebelein, Mesir dan saat ini dipamerkan di British Museum.
4. Tollund Man
Adalah mayat manusia lelaki yg hidup pada abad ke 4 SM dijaman Romawi. Dia ditemukan Mei 1950 di Semenanjung Jutlandia di Denmark. Kini tubuhnya ditampilkan di Silkeborg Museum di Denmark.
3. Rosalia Lombardo
Mayat Rosalia Lombardo, seorang anak perempuan Sisilia berusia dua tahun yang meninggal tahun 1920, masih terlihat segar. Muminya yang dikenal dengan "Sleeping Beauty" disimpan dalam kotak kaca di biara Capuchin Palermo, Italia.
2. King Tutankhamun
Tutankhamun (sekitar 1341 SM - 1323 SM) adalah seorang firaun Mesir dari dinasti ke-18 selama periode sejarah Mesir yang dikenal sebagai Kerajaan Baru. Tutankhamun berumur 9 tahun ketika ia menjadi firaun dan memerintah selama sekitar 10 tahun, sampai kematiannya. Makam Tutankhamun di Lembah Raja-Raja (di mana ia masih berada) ini ditemukan oleh Howard Carter pada tahun 1922 hampir sepenuhnya utuh dan Tutankhamun mumi paling lengkap diantara raja Mesir kuno yang pernah ditemukan.
1. Lady Dai (Xin Zhui)
ada tahun 1971 pekerja di China menggali tempat penampungan serangan udara di dekat kota Changsha mereka menemukan makam2 era Dinasti Han yang berisi lebih dari 1.000 artefak yg terawat dgn baik, serta "mayat yg diawetkan yang paling sempurna yang pernah ditemukan" yang diketahui ternyata adalah Makam milik Xin Zhui, istri Marquis Han yang meninggal antara 178-145 SM.
The 'misteri Lady Dai' belum terpecahkan. Para ilmuwan percaya mayat itu lestari luar biasa dikarenakan oleh 22 gaun sutra dan rami dan 9 pita sutra yg membungkus mayatnya dan menjaga udara keluar. Namun, beberapa ilmuwan menduga bahwa kunci nyata untuk pelestariannya terletak pada cairan kemerahan misterius tak dikenal ditemukan di dalam peti mati tsb. Dan tubuh ini kini dapat kita lihat di Museum Provinsi Hunan.
Minggu, 07 Maret 2010
Makam Ratu Saxon Ditemukan





sumber: http://feedproxy.google.com/~r/Strov/~3/ScC6-417aJQ/makam-ratu-saxon-ditemukan-alfred-cucu.html
Misteri Fir'aun Yang Tenggelam Dilaut Merah (+pic)

Dalam kitab suci Al-Qur'an dan Alkitab (Injil), kronologi pengejaran dikisahkan begitu gamblang walaupun terdapat sedikit perberbedaan kisah diatara keduanya. Tapi yang pasti, kedua kitab suci tersebut mengisahkan kepada kita mengenai akhir yang menggembirakan bagi Musa beserta Kaum Bani Israel karena dapat meloloskan diri dari kejaran Fir'aun beserta bala tentaranya. Dan bagi sang Fir'aun, ia justru menemui ajalnya setelah tenggelam bersama pasukannya di Laut Merah.
Walaupun Al-Quran dan Alkitab sudah cukup jelas mengisahkan kronologi peristiwa itu terjadi, namun masih terdapat teka-teki mengenai siapa sebenarnya Fir'aun yang memimpin pengejaran terhadap Musa beserta kaum Bani Israel? Al-Quran dan Alkitab tidak menyebutkan secara mendetail siapakah Fir'aun yang dimaksud.
Fir'aun (Pharaoh) merupakan gelar yang diberikan kepada raja-raja Mesir kuno. Asal usul istilah Fir'aun sebetulnya merujuk kepada nama istana tempat berdiamnya seorang raja, namun lama-kelamaan digunakan sebagai gelar raja-raja Mesir kuno. Banyak Fir'aun yang telah memimpin peradaban yang terkenal dengan penginggalan Piramida Khufu-nya itu, mulai dari Raja Menes -sekitar 3000 SM, pendiri kerajaan, pemersatu Mesir hulu dan hilir – hingga Mesir jatuh dibawah kepemimpinan raja-raja dari Persia.
Sejauh ini telah banyak studi yang dilakukan untuk mengidentifikasi siapakah Fir'aun yang sedang berkuasa saat peristiwa keluarnya Musa beserta Bani Israel dari tanah Mesir. Berikut beberapa kandidatnya:
* Ahmose I (1550 SM – 1525 SM)
* Thutmose I (1506 SM – 1493 SM)
* Thutmose II (1494 SM – 1479 SM)
* Thutmose III (1479 SM – 1425 SM)
* Amenhotep II (1427 SM – 1401 SM)
* Amenhotep IV (1352 SM – 1336 SM)
* Horemheb (sekitar 1319 SM – 1292 SM)
* Ramesses I (sekitar 1292 SM – 1290 SM)
* Seti I (sekitar 1290 SM – 1279 SM)
* Ramesses II (1279 SM – 1213 SM)
* Merneptah (1213 SM – 1203 SM)
* Amenmesse (1203 SM – 1199 SM)
* Setnakhte (1190 SM – 1186 SM)
Dari daftar beberapa Fir'aun diatas, nama Ramesses II selama ini memang kerap diidentifikasikan sebagai Fir'aun yang sedang berkuasa pada saat itu. Ia merupakan sosok Fir'aun terbesar dan terkuat yang pernah memimpin peradaban Mesir kuno. Ramesses II juga merupakan salah satu Fir'aun yang paling lama berkuasa, yakni 66 tahun lamanya.
Sifatnya yang kadang tirani terhadap masyarakat kelas bawah, membuat sejarawan banyak yang berspekulasi dengan menyebutkan ia sebagai raja yang memperbudak Bani Israel. Walaupun demikian, tidak ada bukti arkeologi yang benar-benar memperkuat dugaan tersebut. Selain itu periode masa hidupnya juga dikatakan tidak cocok dengan kemungkinan terjadinya peristiwa keluaran.
Kemudian menilik ke Raja Merneptah, putra Ramesses II, yang berkuasa setelah Ramesses II mangkat, ia juga bukan merupakan Fir'aun yang dimaksud mengingat pada masa pemerintahannya, Merneptah pernah mengatakan bahwa Bangsa Israel telah tiba di tanah Kana'an. Itu artinya, peristiwa keluarnya Musa beserta Bani Israel telah lama terjadi sebelum ia berkuasa.
Lalu bagaimana dengan Seti I, ayah dari Ramesses II ? Bagaimanapun juga, ahli sejarah Alkitab mengatakan peristiwa keluaran ini terjadi disekitar 1400 SM, itu jauh dari masa pemerintahan Seti I.
Beberapa Sejarawan yang menggunakan metode penelitian dengan cara mencocokkan kronologi di dalam catatan-catatan peninggalan Mesir Kuno dengan perkiraan waktu keluaran pada kitab suci menyimpulkan, kemungkinan peristiwa itu terjadi saat Mesir kuno dibawah pimpinan Raja-raja Dinasti ke-18.
Dinasti ke-18 mencakup beberapa raja, yakni Thutmose I (1506 SM – 1493 SM), Thutmose II (1494 SM – 1479 SM), diselingi oleh kepempinan Fir'aun wanita yaitu Ratu Hatsepsut (1479 SM -1458 SM) kemudian Thutmose III (1479 SM – 1425 SM).
Benarkan Thutmose II Fir'aun yang tenggelam di Laut Merah?
Menurut studi yang dilakukan oleh Sejarawan Alan Gardiner, setelah kematian Thutmose I dan masa persinggahannya selama 40 tahun di Madyan / Midian, Musa memutuskan untuk kembali ke tanah Mesir tempat beliau dibesarkan. Allah menugaskan Musa untuk menyampaikan ajaran agama yang hakiki kepada Fir'aun. Pada saat itu, Mesir dipimpin oleh Raja Thutmose II yang memperistri Ratu Hatshepsut.
Thutmose II, menurut sejarah bukanlah sosok Fir'aun yang hebat, sebaliknya istrinya Hatshepsut yang banyak berperan penting bagi kemajuan kerajaan. Walaupun bukan merupakan sosok pemimpin yang dikatakan berpengaruh, Gardiner tetap meyakini Thutmose II merupakan kandidat terkuat Fir'aun yang melakukan pengejaran terhadap Musa beserta kaum Bani Israel. Hal itu dikarenakan banyaknya kecocokan dengan studi sejarah yang ia lakukan.
Garnier juga menambahakan bahwa di pusara tempat berdiamnya mummi Thutmose II, hampir tidak ditemukan ornamen-ornamen dan benda-benda berharga "semewah" pusara raja-raja Mesir kuno yang lainnya. Ada kesan bahwa raja ini tidak begitu disukai dan dihormati oleh rakyatnya, sehingga mereka tak peduli dengan kematian sang Raja. Selain itu, kematiannya yang mendadak juga menjadi salah satu alasannya.
Penelitian terhadap Mummi Thutmose II yang ditemukan di situs Deir el-Bahri pada tahun 1881 mengungkapkan bahwa terdapat banyak bekas cidera di tubuhnya, dan Mummi-nya ditemukan tidak dalam kondisi yang bagus. Hal ini mungkin menandakan Thutmose II mati secara tidak wajar. Apakah cidera di tubuhnya itu akibat hempasan kekuatan gelombang Laut Merah yang secara tiba-tiba tertutup kembali? Wallahu ‘alam Bishawab
Al-Quran sendiri mengisahkan detik-detik terakhir kehidupan Sang Fir'aun:
Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah ia, "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". ( QS Yunus 90).
Dari ayat diatas kita dapat mengetahui bahwa Fir'aun mencoba memohon kepada Allah agar ia diselamatkan ketika air mengenggelamkan raganya. Namun sangatlah jelas bahwasannya tindakan Fir'aun hanyalah suatu kebohongan semata sebagai alasan untuk menyelamatkan dirinya sendiri dari maut.
Setelah sang Fir'aun tewas pada periode pemerintahannya yang tergolong singkat, besar kemungkinan jalannya roda pemerintahan diambil alih sementara oleh sang Ratu yang tak lain ialah Hatshepsut sebelum akhirnya Thutmose III naik tahta.
Jika benar Thutmose II merupakan Fir'aun yang dimaksud, ada suatu kemungkinan kronologi sejarahnya menjadi demikian:
Pertama, Musa dibesarkan dilingkungan kerajaan Mesir saat Thutmose I berkuasa, dan istri Thutmose I yang menemukan bayi Musa saat hanyut di Sungai Nil.
Kedua, selang puluhan tahun setelah Musa melarikan diri dari tanah Mesir karena ancaman hukuman mati akibat peristiwa terbunuhnya seorang prajurit kerajaan olehnya, ia kembali untuk menyampaikan ajaran Allah kepada Fir'aun. Namun pada saat itu mungkin Thutmose I telah meninggal dan digantikan putranya Thutmose II.
Mengapa Thutmose II Diyakini Sebagai Firaun Yang Tenggelam di Laut Merah Sedangkan Mummi-nya Sendiri Berhasil Ditemukan?
Pertanyaan diatas memang kerap ditanyakan. Mereka yang bertanya kebanyakan beranggapan bahwa Jasad Fir'aun tidak mungkin berhasil ditemukan apalagi dalam bentuk Mummi, sebab telah tenggelam di Laut Merah bersama bala tentaranya.
Bagi para muslim, Al-Quran mengisahkan kepada kita sebagai berikut:
Apakah sekarang (kamu baru percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesunguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuatan Kami. ( QS Yunus 91-92).
Tentunya ayat diatas sudah cukup menjelaskan mengapa Allah dengan sengaja menyelamatkan jasad sang Fir'aun.
sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3232934
Sabtu, 06 Maret 2010
Seni Ukir Masa Lampau yang FANTASTIS !!

Petroglif adalah gambar yang dibuat pada bagian permukaan batu dengan cara mengukir. Diluar Amerika Utara, beberapa sering menggunakan istilah "mengukir" atau deskripsi teknik lainnya. Diluar Amerika Utara, Beberapa sering Menggunakan istilah "mengukir" atau deskripsi teknik lainnya.





Petroglif dapat ditemukan di seluruh dunia, dan sering (tapi tidak selalu) berhubungan dengan masyarakat prasejarah . Petroglif dapat ditemukan di seluruh dunia, dan sering (tapi tidak selalu) berhubungan dengan masyarakat prasejarah. Kata ini berasal dari bahasa Yunani , petros berarti "batu" dan glyphein berarti "mengukir".




Ada banyak teori untuk menjelaskan tujuan mereka, tergantung pada lokasi, umur, dan jenis gambar. Beberapa petroglyphs dianggap astronomi spidol, peta, dan bentuk-bentuk simbolik komunikasi, termasuk bentuk "pra-menulis"
Kamis, 04 Maret 2010
Fossil Raksasa Ditemukan di Iran

Laporan datang dari seorang ramaja penggembala domba,yang mengklaim dirinya telah menemukan suatu rentetan bebatuan mirip fosil jasad Makhluk hidup raksasa ditempat dimana ia biasa menggembalakan domba-dombanya.
Sebuah Fosil makhluk hidup berukuran raksasa (atau bahkan mungkin Ultra) yang ditemukan di Kawasan Jebal Barez ini sangatlah mengagumkan.Menurut para peneliti mungkin inilah hewan purba terbesar yang pernah eksis didunia pada masa lalu,ukuran kepalnya saja bisa mencapai panjang 26 meter dengan ketinggian 8 meter!!!,(bayangin dah gedenya kaya apa tuh. Bandingkan dengan ukuran manusia yang nampak di foto sebelah kiri).
Salah seorang Arkeolog yang terlibat dalam penggalian sekaligus penelitian terhadap fosil Jebal Barez tercengang dan tidak menyangka sebelumnya bahwa makhluk ini memang berukuran sangat-sangat besar,bahkan lebih besar daripada seekor Ultrasaurus sekalipun (Jenis Dinosaurus terbesar di Dunia).Dia belum pernah menyaksikan jejeran tulang rusuk hewan purba setinggi itu.Benar-benar tidak bisa dibayangkan Katanya.
Diperkirakan,Fosil tersebut mungkin muncul akibat adanya gempa Bumi yang melanda Iran pada 26 Desember 2003 lalu.Reruntuhan batuan akibat gempa bumi di Jebal Barez talah membuka fosil tersebut, yang selama berjuta-juta tahun terkubur didalam bukit-bukit tandus berbatu.
Namun,Para Arkeolog sendiri menyayangkan terhadap Pemerintahan Iran yang terkesan bergerak lambat dalam menindaklanjuti penggalian.Kesan mereka seperti tidak serius menanggapi penemuan ini,pengiriman tenaga ahli dirasa sangatlah lambat dan kurang….
sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3501083