Selasa, 06 Oktober 2009

Harta Karun Turki Ottoman Ditemukan ! ! !





http://international.okezone.com/images-data/content/2009/10/06/18/262933/wAEszdfGzt.jpg



ISTANBUL – Para pekerja konstruksi di Turki secara tak sengaja menemukan sebuah pot berisi koin-koin emas yang bertanggal pada masa Kekaisaran Turki Utsmani.

Harta karun itu ditemukan ketika para pekerja tengah memasang pipa-pipa pembuangan kotoran di sebelah tenggara Turki.

Pot tersebut berada dua meter di bawah tanah, saat eskavator menggali tanah untuk membangun jaringan pembuangan limbah di Desa Surekli, Provinsi Mardin.

Surat kabar Hurriyet, yang dikutip lewat Press TV, Selasa (6/10/2009) melaporkan, para pekerja lalu menyampaikan temuan itu kepada petugas kepolisian setempat, yang kemudian menutup situs dengan pagar kawat. Sejumlah agen keamanan kemudian dikerahkan ke lokasi penemuan. Arkeolog dari museum di Mardin juga diminta datang untuk memeriksa koin emas itu.

Koin emas dari periode Turki Ottoman atau Turki Utsmani pertama kali dicetak tahun 1477 selama 27 tahun pemerintahan Mehmed II.

Otoritas setempat tidak mau mengomentari mengenai jumlah koin yang ditemukan. Tidak diketahui apakah ada artefak lainnya yang diambil dari lokasi penggalian.(jri)okezone.com

Senin, 05 Oktober 2009

Bluehenge Monumen Pendamping Stonehenge Ditemukan







[Stonehege_birds_view.jpg]



Para arkeolog baru-baru ini menemukan situs pendamping Stonehenge yang diberinama Bluehenge yang lokasinya berjarak satu mil dari monumen terkenal itu.

Melansir pemberitaan Daily Mail, Senin (5/10) disebutkan, temuan lingkaran prasejarah itu merupakan salah satu situs pra-sejarah terpenting dalam beberapa dekade ini.



[Stonehege_with_notation_klein.jpg]



Para peneliti menyebut temuan ini ‘Bluehenge’ karena merujuk pada warna 27 batu raksasa Welsh yang kini mulai memudar. Temuan ini sudah menjadi tantangan seputar bagaimana Stonehenge itu sebenarnya dibangun dan untuk apa. Bluehenge diperkirakan dibangun sekitar 5.000 tahun silam waktu yang sama dibangunnya Stonehenge dan menjadi versi kecil dari Stonehenge.

Dua lingkaran itu berada di posisi yang bersamaan selama ratusan tahun sebelum akhirnya Bluehenge hancur. Para peneliti yakin bebatuan Bluehenge digunakan untuk memperluas Stonehenge selama terjadi pembangunan kembali.

Professor Tim Darvill, pakar Stonehenge di Bournemouth University mengatakan, “Temuan ini menambah dan memperkaya kisah Stonehenge. Kami menduga kami sudah mengetahui segalanya tentang monumen itu, namun nyatanya beberapa tahun ini kami menemukan satu monumen yang mirip dengan Stonehenge dan itu menjadi sebuah tantangan yang perlu dieksplorasi dan dipahami.”

Bluehenge ini ditemukan oleh Professor Mike Parker Pearson dari Sheffield University yang pernah memperdebatkan masalah monumen Stonehenge yang ada kaitannya dengan kehidupan dan kematian.


[800px-stonehenge-closeup.jpg]


Sedangkan Stonehenge dikenal sebagai bangunan yang dibangun pada zaman Perunggu, dan Neolitikum. Ia terletak berdekatan dengan Amesbury di Wiltshire, Inggris, sekitar 13 kilometer (8 batu) barat laut Salisbury. Stonehenge mencakup bangunan tambak tanah yang mengelilingi batu besar berdiri tegak dalam bulatan, yang dikenal sebagai megalitikum.

Terdapat pertikaian mengenai usia sebenarnya lingkaran batu itu, tetapi kebanyakan arkeolog memperkirakan bahwa sebagian besar bangunan Stonehenge dibuat antara 2500 SM sampai 2000 SM. Bundaran tambak tanah dan parit membentuk fase pembanguan monumen Stonehenge yang lebih awal yang berasal dari waktu sekitar 3100 SM.harian-global.com

Minggu, 04 Oktober 2009

Kota Cina Tenggelam di Siombak, Aset Parawisata Terlupakan




sumber :http://dnaberita.com/04%20Oktober%202009%20Headline%20Situs%20Kota%20Cina.php



MARELAN | DNA - Tuntutlah Ilmu dari Buaian hingga ke kota Cina” mungkin palsafah itu ada benarnya, dari itulah penelusuran DNAberita di kawasan Jalan kota Cina yang tenggelam terus berlangsung, sebab kedua lokasi historis di negeri ini masih terabaikan oleh Dinas Parawisata padahal bukan tak mungkin Kota Cina dan Danau Siombak kedepan menjadi tujuan wisata baru setelah Danau Toba dan Pulau Bali yang ada di Indonesia.



Inilah bukti-bukti sejarah peninggalan keberadaan kota Cina
tenggelam bahkan ada nama jalan Kota Cina di Kelurahan Paya Pasir Medan Marelan.



Kepada DNAberita, sejumlah warga Lingkungan VII Jalan Kota
Cina mengaku masyarakat banyak memburu barang antik serta senggaja membuat pengalian disana-sini namun menurut Chadijah dan Totok selaku warga setempat menyebutkan, barang antik peninggalan sejarah dari kerajaan Cina itu tak akan timbul begitu saja apabila niat dan orang yang mencari itu tak bersih.

Bahkan tak jarang warga dimimpikan untuk segera membongkar dan menggali tanah di suatu tempat untuk menemukan hata karun berupa barang antik yang bernilai sejarah tinggi.

Namun setelah terbangun dari tidur, orang yang dimimpikan itu merasa bingung karena lokasi yang ada dimimpi dengan kenyataan jauh berbeda sehingga perlu bantuan orang pintar (Paranormal-red).

Paranormal sendiri mengaku kewalahan untuk mengangkat harta karun yang ada di dalam tanah sebagaimana yang dimimpikan tersebut sebab di tempat terpendamnya harta karun itu banyak dijaga mahluk halus/gaib berbentuk dewa naga, dewa kerang serta jin penunggu berbentuk kerah putih.


“Dulu ada orang nekad menggali lokasi temuan seperti dalam mimpi dan tak percaya dengan “Tahyul” tah iyah tak betul, setelah lokasi digali memang ada menemukan benda berharga namun tak berselang lama ia dimimpikan diserang seekor naga dan monyet putih agar mengembalikan barang temuannya tersebut,”kata Totok menambahkan.


Lebih lanjut kata kata Totok, orang yang menemukan barang antik tersebut tetap membandal bahkan malah memperjualbelikan barang antik temuannya hingga akhirnya penemu itu diserang penyakit yang hebat hingga akhirnya meninggal dunia.

Pernah juga ada orang tanpa sengaja menemukan barang antik peninggalan kaisar Cina berupa Pedang dan Patung kemudian oleh pihak orang ketiga mengaku dari orang Pemerintah RI hingga barang antik temuan itu disita dan dibawa untuk di museumkan Akantetapi pengakuan orang itu hanya isapan jempol (Bohong) belaka sehingga hasil temuan warga tersebut hingga kini tak diketahui rimbanya.

“Makanya wajar saja bila warga disini sudah trauma, bila ada menemukan barang antic dari dalam tanah di kota Cina ini secara diam-diam dijual kepada orang yang gemar kepada barang antik tanpa melapor kepada Pemerintah,”cetus Totok.

Mitos yang berkembang, dulu sewaktu jayanya orang Cina di daerah ini memiliki jaringan perdagangan rempah-rempah hingga hampir seluruh
mancanegara di Asia Tenggara.

Namun saingan bisnis mereka datang dari kalangan pedagang dari Hindia serta orang keling, tak diketahui secara pasti akantetapi menurut kabar, diantara orang Cina dan keling sempat terjadi perseteruan yang hebat serta persaingan tak sehat guna memperebutkan daerah Pelabuhan Kota Cina ini.

Bahkan beredar kabar kemungkinan akibat kemerosotan moral orang Cina dikala itu menyebabkan munculnya serangan kerang putih hingga ke dalam rumah, sangking dasyatnya serangan kepah putih tersebut menyebabkan anak-anak orangCina dikala itu terpaksa disimpan di dalam Guci serta dalam kelambu.

Tak tahan terus menerus didatangi kepah putih dari segala penjuru akhirnya sebagian besar orang Cina terpaksa mengungsi (Eksodus) ke negeri asal mereka dan sebagian kecil menetap di Medan.

“Kalau bapak tak percaya, tanya saja sama orang-orang yang sudah tua di daerah ini, pasti membenarkan adanya penyerangan kepah putih di kota Cina dan buktinya hingga kini masih tampak di hampir seluruh dinding sungai disini tertutup kepah putih,”kata Chadijah meyakinkan.

"Ardi" Mungkin Nenek Moyang Pertama Manusia




sumber :http://sains.kompas.com/read/xml/2009/10/04/15530710/Ardi.Mungkin.Nenek.Moyang.Pertama.Manusia



http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/10/01/article-1217400-06A911EB000005DC-336_306x338.jpg


WASHINGTON, KOMPAS.com - Sejarah kehidupan manusia kemungkinan muncul lebih lama dari perkiraan sebelumnya dengan ditemukannya fosil "Ardi" di Etiopia. Makhluk ini hidup di dalam hutan sekitar satu juta tahun yang lalu sebelum "Lucy", manusia purba yang selama ini dikenal sebagai nenek moyang pertama manusia.

"Kerangka manusia ini membalikkan fakta umum tentang evolusi manusia," kata Antropologis, C. Owen Lovejoy, dari Kent State University. Kalau sebelumnya evolusi manusia diduga berasal dari nenek moyang yang mirip simpanse, penemuan terbaru itu menunjukkan fakta berbeda.

Penemuan Ardi lebih menguatkan pendapat bahwa simpanse dan manusia berevolusi dari nenek moyang yang sama. Tapi sepanjang perjalanannya, masing-masing berubah dan berevolusi secara terpisah.



skeleton
humanoid



"Hubungan evolusi hingga manusia modern dan kera yang hidup sekarang ini kemungkinan berasal dari nenek moyang yang hidup 6 sampai 7 juta tahun yang lalu," kata Tim White, Direktur Pusat Penelitian Evolusi Manusia (HERC) di University of California.

Ardi memiliki ciri-ciri umum yang tidak ada pada kera Afrika modern. Penelitian terhadap Ardi dimulai sejak tulang pertama ditemukan pada tahun 1994, yang mengindikasikan bahwa spesies ini hidup di dalam hutan dan dapat memanjat dengan tangan dan kakinya. Tetapi, dari bentuk tangan dan kaki tersebut memperkirakan jika mereka tidak begitu sering berada di pohon. Mereka juga dapat berdiri tegak dengan kedua kakinya.

Fosil dengan berat 55 kg dan tinggi 1,2 meter tersebut diberi nama ilmiah Ardipithecus ramidus yang berarti akar dari tanah kera. Ia diperkirakan hidup 4,4 juta tahun yang lalu. Ardi memiliki cirri berbeda dengan Lucy yang juga ditemukan di Afrika. Ia tidak seperti Lucy yang mempunyai bentuk yang lebih dengan manusia seperti jenis Australopithecus.

"Pada Ardipithecus, terdapat bentuk unik yang belum berevolusi menyerupai jenis Australopithecus. Jika diperhatikan dari kepala hingga kaki, akan terlihat suatu bentuk mosaik yang bukan seperti simpanse ataupun manusia. Itulah Ardipithecus," kata White.
David Pilbeam, kurator paleanthropologi di Harvard's Peabody Museum of Archaeology and Ethnology menyebut penemuan ini menjadi penemuan terpenting sepanjang penelitian evolusi manusia. Sebab, cirri-cirinya merepresentasikan genus yang kemungkinan besar menjadi nenek moyang Australopithecus, nenek moyang genus manusia modern Homo.



ape skeleton Ardi found in Ethiopia
ardi



Penelitian ini dibiayai oleh National Science Foundation, the Institute of Geophysics and Planetary Physics dari the University of California, Los Alamos National Laboratory, the Japan Society for the Promotion of Science, dan sebagainya. Secara lengkap, penelitian mengenai Ardi dikemukakan dalam 11 makalah penelitian yang dipublikasikan Jurnal Science teranyar.


Last_Common_2.jpg

Kamis, 01 Oktober 2009

Petunjuk Baru Evolusi Manusia Ditemukan ? ? ?





http://www.harian-global.com/images/stories/09_oktober/091001_evolusi1.gif


Sebuah situs arkeologi yang terletak di bagian selatan Georgia telah memberikan satu elemen penting dalam mengatasi misteri evolusi manusia melalui penemuan sejumlah fosil berusia dua juta tahun.


Sebagaimana diberitakan Xinhua, Rabu (30/9) fosil-fosil yang berada di Dmanisi, Georgia ini merupakan fosil manusia prasejarah pertama yang pernah ditemukan diluar Afrika.

David Lortkipanidze, direktur Museum Nasional Georgia mengungkapkan, “Kami bisa memastikan bahwa Dmanisi adalah situs awal di seluruh Eurasia.” Manusia primitif diyakini memiliki kaki-kaki yang kokoh dan sangat sesuai dengan perilaku mereka yang terkenal suka mengembara.

Perdebatan masih terus berlanjut di antara para pakar paleo-anthropologi seputar apakah fosil Dmanisi ini mewakili Homo Erectus atau mereka ini termasuk dalam spesies baru manusia awal.

Lortkipanidze menambahkan bahwa manusia Dmanisi bisa termasuk dalam kandidat terbaik untuk menjadi nenek moyang pertama Homo Erectus. “Kami bisa mengatakan bahwa kita berada antara Habilis dan Erectus. Apakah yang kami temukan itu Homo Erectus pertama atau spesies Homo Georgicus masih perlu kajian mendalam. Saya harap penemuan ini akan mengklarifikasikan masalah ini,” ujarnya.

Situs arkeologi Dmanisi bermula diketahui sejak 1936 di saat ditemukannya reruntuhan kota yang berada di jalur Sutra. Kemudian pada 1991, ditemukan satu tulang rahang manusia purba.

Penggalian terus berlanjut hingga Agustus 2005 para arkeolog menemukan satu tengkorak kepala manusia purba dalam keadaan utuh. Sejak itu, para ahli sibuk mendalami dan meneliti asal usul serta usianya.

Selain itu, sejumlah penemuan di Dmanisi ini memberikan gambaran tambahan bahwa manusia prasejarah meninggalkan Afrika setengah juta tahun lebih awal dari yang diduga para ahli selama ini.harian-global.com





Senin, 28 September 2009

Nenek Moyang Orang Eropa Ternyata Kanibal Terutama Daging Anak-anak




sumber : http://zonsnews.blogspot.com/2009/06/nenek-moyang-orang-eropa-ternyata.html




ATAPUERCA, Spanyol -- Tulang-belulang dari manusia pertama atau nenek moyang manusia Eropa yang ditemukan di satu situs arkeologi di Spanyol utara mengungkapkan, orang-orang prasejarah ini ternyata kanibal (pemakan manusia) terutama daging anak-anak.

"Kami yakin mereka mempraktikkan kanibalisme," kata Jose Maria Bermudez de Castro, salah seorang direktur pada proyek Atapuerca yang menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.

Pengkajian atas tulang-belulang itu mengungkapkan, mereka mempraktikkan kanibalisme dengan memakan kalangan mereka sendiri dan bukan bagian dari ritual.

Mereka memakan musuh-musuhnya setelah membunuh mereka, terutama anak-anak dan anak-anak remaja. "Ini adalah kasus kanibalisme pertama yang didokumentasi dengan baik dalam sejarah kemanusiaan, namun ini bukan yang tertua," katanya.

Tulang-belulang purba itu ditemukan di gua-gua yang sudah terpecah-pecah, patah, berantakan, bercampur dengan tulang-belulang hewan-hewan lainnya seperti kuda, rusa, rusa kutub, semua jenis binatang hasil buruan yang dimakan oleh manusia, katanya. "Ini memberikan kami dugaan bahwa kanibalisme ini merupakan gastronomi, bukan sebagai ritual."

Gua-gua Atapuerca pertama kali ditemukan pada abad ke-19, ketika satu terowongan diledakkan melewati gunung untuk pembangunan jalur kereta api. "Namun pada saat itu di Spanyol, belum cukup ada pengetahuan untuk memulai riset," kata direktur lainnya, Eudald Carbonell.

Penggalian pertama belum dilakukan sampai tahun 1978, baru kemudian pada 1984, peneliti menemukan 150 tulang-belulang manusia.

Pada 1992, mereka menemukan lagi satu tulang-belulang utuh dan dua tahun kemudian menemukan kembali tulang-belulang dari masa lebih kurang 800.000 tahun lalu.

Tulang-belulang itu diduga sebagai manusia pertama Eropa yang dikenal sebagai Homo Antecessor atau perintis atau explorer dalam Bahasa Latin.

Homo antecessor, yang hidup sebelum manusia Neanderthals dan Homo Sapiens, diduga datang ke gua Atapurca setelah bermigrasi lama dari Afrika melewati Timur Tengah, Italia utara, kemudian Perancis.

Tempat-tempat itu adalah situs yang bagus untuk dijadikan pemukiman manusia, pada pertemuan dua sungai dengan iklim yang nyaman serta kaya dengan flora dan fauna, kata de Castro.

Mereka menemukan air dan makanan dengan berburu beruang, kuda, rusa yang berarti mereka tidak mempraktikkan kanibalisme karena kekurangan pangan, melainkan karena gemar memakan daging manusia, katanya.

"Aspek yang menarik lainnya adalah bahwa sebagian besar dari 11 individu yang kami identifikasi sebagai korban adalah anak-anak atau remaja."

"Kami rasa ada juga dua orang dewasa muda termasuk seorang wanita yang mengindikasikan bahwa mereka dibunuh berdasarkan piramida demografi kelompok."

Atapuerca terletak di ujung Eurasia dan menjadi tempat berkembangnya Homo antecessor. Selagi berburu, mereka membuat peralatan karena saat itu wilayah tersebut adalah hutan lebat, kayu-kayuan, pohon sarangan dan semak belukar, dan juga banyak dihuni binatang seperti beruang, harimau dan serigala.


Sumber: Republika Online

Mayat yang sudah berumur kurang lebih 2150 tahun ditemukan masih utuh...




sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?s=fe7f9e2b096340f641aa39021880701a&t=2489021










Misteri - Sesosok jasad wanita berusia 2.150 tahun dalam keadaan basah dan utuh diawetkan dengan teknologi tinggi oleh tim ahli China dan dipamerkan di museum Changsha, Provinsi Hunan, China, jadi sasaran kunjungan wisatawan.

Dari museum peninggalan benda bersejarah China di Kota Changsha itu hari Kamis dilaporkan, mayat tersebut utuh bagai manusia hidup dan diletakan dalam kotak bening berisi cairan pengawet.

Mayat wanita bernama Sinzui tersebut berkulit putih pucat, dengan mata tertutup, lidah terjulur dan berambut hitam dengan tinggi badan mencapai 158 sentimeter.

Berdasarkan atas data di museum tersebut, mayat itu ditemukan tahun 1972 dalam peti kayu berukuran panjang lima meter, lebar dua setengah meter dan tinggi dua meter, yang terkubur pada kedalaman 20 meter dari permukaan tanah di kawasan perbukitan Mantui, Changsha.

Saat ditemukan, tiga peti dengan ukuran sama di dalamnya masing-masing terdapat satu mayat, yakni seorang laki-laki berusia 58 tahun dan 30 tahun, namun jasad dua lelaki itu tidak dipamerkan di museum Changsha.

Penemuan tiga peti besar utuh tersebut berawal dari perintah pemimpin China saat itu agar rakyat di Changsha menggali lubang besar untuk berlindung bila terjadi perang. Ketika rakyat menggali di perbukitan Maantui, pada kedalaman 20 meter ditemukan ketiga peti kayu berukuran besar tersebut dan setelah dibuka berisi masing-masing satu mayat.

Selain itu, aneka barang digunakan sejak 2.100 tahun lalu itu juga tersimpan dalam peti dan masih utuh, bahkan warnanya pun tidak memudar. Pemerintah China kemudian menurunkan tim ahli membongkar dan menyelamatkan tiga peti kayu dan seluruh isinya, termasuk tiga mayat tersebut.

Tim dokter ahli, yang melakukan pembedahan, menyatakan mayat itu utuh dan basah tanpa rusak, meski terkubur 2.100 tahun. Setelah dibedah, mayat itu diawetkan dengan teknologi tinggi untuk selanjutnya disimpan dalam museum Changsha, yang dibangun untuk menyelamatkan, menyimpan dan memamerkan temuan, yang bisa mengungkapkan kehidupan warga China pada 2.100 lalu itu.

Berbagai alat juga ditemukan dalam peti itu, yang juga diselamatkan dan dibersihkan dengan teknologi tinggi dan bersama mayat wanita itu disimpan dan dipamerkan di museum Changsa.

Benda kuno bersejarah tinggi itu antara lain puluhan guci berukuran besar dan kecil, aneka tulang-belulang binatang, yang dagingnya dimakan manusia saat itu, mata uang logam bulat dan petak dari bambu.

Selain itu, alat masak dari kayu dan logam, sendok logam dan kayu berukuran besar, piring dan gelas dari logam dan kayu. Puluhan patung manusia dari tanah liat dan kayu, senjata kuno berupa anak panah dan busurnya, pedang kuno sepanjang 1,5 meter dan aneka senjata tajam lain juga tersimpan di sana.

Di samping itu, terdapat relief tanah liat bergambar puluhan orang, yang hidup pada zaman tersebut, alat penumbuk padi, alat musik kecapi berukuran kecil dan besar, gitar kuno, belasan seruling aneka ukuran, angklung dari kayu, tikar berukuran 2x05 meter dan alat permainan, seperti, catur kuno.

Selain itu, surat catatan kejadian 2.100 tahun lalu, nama pemimpin saat itu, puluhan kitab China kuno, puluhan lukisan bunga, belasan kain sutra dan baju kuno china, ikat pinggang, selendang, kaos kaki, sepatu dan celana.

Semua barang kuno tersebut ditemukan bersamaan di dalam peti kayu berisi tiga sosok mayat tersebut. Menurut Yu Wen Hui, pemimpin biro perjalanan Dong Fang Internasional Ltd, Guangzhou, China, berdasarkan atas catatan, yang diterjemahkan dari kitab kuno dan surat ditemukan dalam peti, usia mayat dan barang kuno tersebut mencapai 2.100 tahun.

Mayat dan aneka barang peninggalan bersejarah kehidupan China tempo dulu itu kini menjadi salah satu objek wisata unggulan di kota Changsha dan dikunjungi sekitar 800.000 orang tiap tahun, kata Yu Wen Hui.