Kamis, 14 April 2011

Melihat Keunikan Pemukiman Suku Dogon





Dogon adalah nama dari kelompok suku yang menempati wilayah plato tengah Mali, di selatan sungai Niger.

Saat ini suku Dogon berpopulasi sekitar 800 ribu jiwa. Suku Dogon sangat terkenal dan menjadi objek studi antropologi banyak ilmuwan.

Mereka terkenal akan mitologi, kebudayaan serta arsitektur pemukimannya. Saat ini telah terjadi perubahan yang signifikan terhadap cara hidup, kebudayaan dan kepercayaan orang Dogon.


Pemukiman Suku Dogon



Di wilayah Mopti, Mali, sekelompok orang berjumlah kurang dari satu juta, mempertahankan warisan budaya dan arsitektur yang unik yang telah mereka nikmati selama ratusan tahun.




Struktur tertua pemukiman Dogon dapat ditemukan pada dinding dinding tebing.



Seribu tahun yang lalu orang-orang Dogon melarikan diri ke daerah terisolasi di sekitar lereng curam Bandiagara.

Di sini, sekitar tebing curam desa-desa bisa lebih mudah dipertahankan. Ditambah Sungai Niger mengalir melalui daerah itu, memberikan barisan pertahanan alami.



Menurut tradisi lisan mereka, permukiman mulai dibangun disepanjang barat daya dan selama berabad-abad orang-orang Dogon perlahan-lahan memperluas jangkauan mereka ke utara.

Hal ini mungkin bahwa masyarakat Dogon berkembang sebagai hasil dari beberapa gelombang orang yang melarikan diri dari ancaman Islamisasi.


Dinding tebing tetap indah dengan seni yang berumur ratusan tahun yang menggambarkan rincian ritual Dogon.

Banyak desa-desa di tebing yang ditinggalkan, karena takut anak-anak kecil jatuh dari tebing, maka mereka membangun kembali pemukiman di bawah tebing agar tidak terlalu berbahaya. Tanah ini subur dan Dogon mampu mengembangkan pertanian sepenuhnya.



Karena disini banyak lahan pertanian, maka di pemukiman ini banyak lumbung-lumbung untuk menyimpan benih.

Sebuah rumah khas Dogon dihiasi dengan lumbung, semua terbuat dari lumpur. Dogon mengembangkan gaya arsitektur mereka sendiri dari lumpur



Bangunan khas Dogon memiliki arti tertentu. Lumbung atap ditunjukkan sebagai lumbung laki-laki. Di sinilah gandum dan makanan lainnya disimpan.

Atap yang tinggi dan besar mencerminkan kemakmuran. Ada juga lumbung perempuan, di mana perempuan dapat menyimpan barang-barang mereka sendiri. Perempuan Dogon bisa mandiri secara ekonomi tanpa bergantung kepada suaminya.



Toguna adalah bangunan hanya untuk laki-laki. Biasanya orang-orang bermusyawarah di dalam toguna.

Bangunan ini sengaja dirancang sedemikian rupa dengan atapnya yang rendah, yang berarti bahwa tidak ada laki-laki yang bisa berdiri tegak.

Alasannya adalah sederhana ketika terjadi perdebatan yang panas, maka orang orang tidak bisa berdiri untuk melukai orang lain, ini menurunkan insiden kekerasan karena membatasi pergerakan.





Ginna adalah rumah kepala desa di Dogon.


Kepala desa tinggal di lantai pertama dengan lumbung sendiri di lantai atas. Daerah atap dipercaya dihuni oleh Wagem, nenek moyang Dogon. Wagem sebenarnya nama salah satu kultus animisme yang ada di Dogon.



Desa ini memiliki seorang pemimpin spiritual yang disebut Hogon. Hogon dipilih dari beberapa kandidat yang terdiri dari laki-laki yang sudah tua di Dogon.

Ketika Hogon dipilih maka penduduk desa dilarang menyentuh dia dan ia harus hidup sendiri tanpa mencuci dan cukur selama jangka waktu inisiasi.

Selama ini kebutuhannya dipenuhi oleh seorang perawan yang belum memasuki masa puber yang akan membuat makanan dan membersihkan rumah.

Perempuan itu juga tidak boleh menyentuh Hogon, dan setiap malam dia akan pulang ke rumah orang tuanya


Setelah melewati masa inisiasi. Hogon dipakaikan topi merah dan memakai sebuah gelang dengan hiasan mutiara.

Istrinya bisa kembali padanya, tapi pada malam pertamanya, istrinya tidak boleh tidur bersama Hogon.

Karena Dogon percaya bahwa saat Hogon tidur dia dikunjungi oleh ular suci yang memberinya hikmat dan mensucikannya saat dia tidur.





Meskipun Dogon awalnya datang ke daerah Mopti untuk melarikan diri dari Islam, agama telah menyebar ke masyarakat.

Banyak desa kini memiliki masjid yang di bangun dari lumpur, yang menambah arti arsitektur permukiman tersebut.


Berbagai agama hidup berdampingan satu sama lain dan ada tidak ada masalah sedikitpun di antara mereka, keharmonisan merupakan salah satu aspek yang paling penting dari masyarakat Dogon dan dibuktikan dalam ritual sehari-hari.







sumber :http://www.apakabardunia.com/2011/02/melihat-keunikan-pemukiman-suku-dogon.html

Rabu, 13 April 2011

Melihat Misteri Ukiran Tebing di Persian



Misteri Ukiran Tebing di Persian. Di utara dari kota kuno Persepolis di Iran ada tebing aneh bernama Naqsh-i-Rustam. Pembangunan tebing yang menakjubkan, dan aneh itu. bicara tentang pintu besar yang masuk tepat ke dinding tebing ini dengan total 4 pintu masuk yang berbentuk salib raksasa juga dikenal sebagai Persilangan Persia.


Bangunan ini sempurna diukir di dinding. Di dalam pintu masuk Anda akan menemukan sebuah camber kecil di mana raja akan berada di sarkofagus, tapi sekarang sudah kosong. Tebing ini juga dikenal sebagai Kekaisaran Persia dan penguasa perusahaan yaitu Xerxes, Darius dan Cyrus.


Di luarnya juga memiliki patung dengan ukiran orang dan kuda, dan prasasti tertua yang pernah tercatat dengan nama Iran juga dapat ditemukan di sana. Hari ini daya tarik wisata dan cara yang baik untuk mengenal sejarah dan budaya Persia tua. Sesuatu yang dapat mengingatkan dari Kekaisaran Persia dengan melihat Gua ini yang indah di Kota Georgia yang sebenarnya adalah sebuah biara.






















sumber :http://www.i-dus.com/2011/04/melihat-misteri-ukiran-tebing-di.html

Benda Antik Beragam Jenis Ditemukan di Pacitan


Seorang warga di Dusun Purwodadi, Jatimalang, Arjosari, Pacitan, Kusnan (42), menemukan beragam jenis benda antik, Rabu (13/4/2011). Benda antik tersebut berupa patung cemeti dengan gagang mirip kepala Siwa, patung lembu, keris, koin bergambar Batara Ismaya, dan ribuan keping uang Jepang.

Benda Antik Beragam Jenis Ditemukan di Pacitan

Kusnan (42) menunjukkan benda antik yang ditemukannya. Purwo S/detikSurabaya.

Benda Antik Beragam Jenis Ditemukan di Pacitan

Benda berbahan logam kekuningan mirip perunggu dan tembaga itu, ditemukan Kusnan di lahan milik Wahid, warga setempat. Purwo S/detikSurabaya.

Benda Antik Beragam Jenis Ditemukan di Pacitan

Benda-benda antik yang ditemukan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam karung. Purwo S/detikSurabaya.

Benda Antik Beragam Jenis Ditemukan di Pacitan

Saat ditemukan, benda antik tersusun rapi diantara dua batu besar. Purwo S/detikSurabaya.

Benda Antik Beragam Jenis Ditemukan di Pacitan

Benda antik tersebut berupa patung cemeti dengan gagang mirip kepala Siwa, patung lembu, keris, koin bergambar Batara Ismaya, dan ribuan keping uang Jepang. Purwo S/detikSurabaya.













sumber :http://foto.detik.com/readfoto/2011/04/13/194435/1615841/473/1/benda-antik-beragam-jenis-ditemukan-di-pacitan

Selasa, 12 April 2011

Menara Tertinggi Menembus Awan Melampaui Langit! burj dubai? keliatan pendek!






"Dan berkata Fir'aun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat *) kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta".
*). : untuk membuat batu bata.[QS 28:38]"

Spoiler for the tower that designed to reach the heaven:



Tower of Babel



Quote:
Originally Posted by Archsky

Sejarah Para Nabi dan Raja oleh cendekiawan Al-Tabari mengungkapkan bahwa Raja Namrud memiliki Menara yang dibangun di Babil, lalu Tuhan menghancurkannya, kemudian bahasa masyarakat, yang dulu cuma satu jenis yaitu Syriac, terpecah menjadi 72 jenis. Sejarawan lain Abu al-Fida menjabarkan hal yang sama. Dengan menambahkan tokoh Eber (kakek moyang Nabi Ibrahim) yang menjadi satu-satunya manusia berbahasa asli Syriac, karena beliau tidak ada keterlibatan dengan Menara Babil.

Menara Babil (Sesuai Keterangan Sejarah)

Sampai sekarang pun tidak diketahui secara pasti berapakah tinggi sebenarnya dari menara Babil, namun beberapa sumber sejarah kanonikal menjabarkan ketinggian asli dari menara yang hebat ini.

Buku Yobel (The Book of Jubilees) menyebutkan tinggi dari menara 2484 meter, tiga kali lipat dari Burj Dubai.

Buku The Third Apocalypse of Baruch menyebutkan bahwa "ujung teratas menara" mencapai tinggi 211,8 meter, tertinggi dalam sejarah sampai dibangun Eiffel yang setinggi 324m

Giovanni Villani, ahli bangunan di tahun 1300 menjelaskan bahwa "Ukurannya 8 mil pada diameternya, dan memiliki tinggi 4000 paces, (atau 5920 meter) dan tebalnya 1000 paces, satu pace adalah tiga kali jarak langkah kaki"


Pengelana abad ke 14, John Mandeville melaporkan tinggi menara menjulang keatas mencapai awan, setinggi 64 furlongs atau 12807,424 meter, bandingin aja ama burj dubai 'cuman' 880 meter


Quote:
Originally Posted by Petualangan John Mandeville
".........Seperti yang dapat saya diketahui, bahwa Babylonia yang saya bicarakan, dimana sang sultan berdiam, adalah bukan Babylon yang besar yang mana keanekaragaman bahasanya diciptakan oleh azab dari keagungan Tuhan, saat Menara Raksasa Babel dibangun; dari dinding setinggi 64 furlong; yang berada di gurun Arabia, dapat dicapai melalui jalan menuju kerajaan Chaldea. Tapi sudah cukup lama manusia menginjakkan kaki di menara; yang perjalannya bergurun pasir penuh naga dan monster, dan banyak hewan berbisa. Menara itu, dengan kotanya, berjarak 25 mil sepanjang temboknya, Itulah yang mereka terangkan, warga kota itu, yang bisa mereka ukur, setelah mereka ungkapkan mengenai negaranya.

Itulah hal tentang menara babylonia yang termashyur, meskipun demikian, terdapat banyak mansion dan begitu banyak tempat menginap bagi siapa saja, pada panjang dan pada lebarnya menara. Terdapat pula sebuah negara besar di bagian menara dalam sepuluh meter persegi areanya. Menara itu dibangun Raja Nimrod yang jadi penguasa negara itu, dan dia adalah raja pertama di dunia. Dan dia membuat dirinya mirip seperti ayahnya, dan memerintah rakyatnya layaknya dewa, bahkan menyuruh mereka menyembahnya, dialah fir'aun pertama."
Sejarawan abad ke-17 Verstegan menunjukkan bentuk lain - mengutip pernyataan Isidore, dia berkata bahwa tinggi menara 5164 paces, (atau 7600 meter) dan mengutip Josephus bahwa menara itu lebih lebar daripada tingginya, lebih mirip gunung ketimbang menara. Dia juga mengutip pernyataan penulis tak bernama yang mengatakan jalan spiral ke atas menara itu teramat lebar dan terdapat hunian bagi pekerja dan hewan, dan penulis lain yang membenarkan jalan tersebut cukup lebar untuk dijadikan ladang gandum bagi hewan yang digunakan untuk konstruksi.


Awal Kehancuran Menara
Manusia tiba-tiba tak bisa berkomunikasi satu sama lain


Profesor J.E. Gordon mempertimbangkan ketinggian dari Menara Babel dalam bukunya "Struktur Atau Mengapa Sesuatu Tidak Jatuh ke Bawah" (Pelican 1978–1984). Dia menulis, "Batu dan bata memiliki berat 120 lb per kaki kubik (2000 kg per meter kubik) dan kekuatan penghancur dari materi-materi ini umumnya lebih baik daripada 6000 lbf per inci persegi atau 40 megapascal. Aritmatika dasar menunjukkan bahwa sebuah menara dengan dinding paralel bisa saja dibangun untuk ketinggian 2.1 km (1.3 mil) sebelum batu bata di bagian bawah hancur. Namun dengan membuat dinding lancip ke arah atas mereka ... bisa juga telah dibangun untuk ketinggian di mana orang Shinnar akan kekurangan oksigen di ketinggian itu pada atmosfer dan mengalami kesulitan bernafas sebelum dinding bata hancur akibat berat sendiri struktur"

Spoiler for Pemandangan Menara Babil:









sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?s=a7b22210baee6b040ffa396a3b6261c2&t=7570630

Jumat, 08 April 2011

6 Situs di Asia Pasifik Yang Baru Saja Ditetapkan Sebagai Warisan Dunia



Baru-baru ini UNESCO kembali merilis daftar Situs Warisan Dunia terbaru. Dari 15 situs yang baru dinobatkan sebagai warisan dunia tersebut, enam di antaranya berada di wilayah Asia Pasifik yang jaraknya tidak jauh dengan Indonesia.

Setiap tahun, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO), mengumumkan berbagai tempat baru di dunia yang termasuk ke dalam daftar Situs Warisan Dunia (World Heritage Sites). Program yang dimulai sejak 16 November 1972 itu bertujuan untuk mendata, menamakan, dan melestarikan tempat-tempat yang sangat penting agar dapat menjadi warisan dunia serta dapat dinikmati generasi yang akan datang.


Inilah keenam Situs Warisan Dunia di Asia Pasifik tersebut.


1. Penjara Koloni Inggris di Australia




Kerajaan Inggris membangun ribuan penjara di Australia sepanjang abad 18 dan 19. UNESCO menetapkan 11 di antaranya sebagai Situs Warisan Dunia yang lokasinya tersebar di Sydney, Tasmania, Norfolk Island, dan Fremantle. Penjara-penjara itu digunakan untuk menahan ribuan orang Eropa yang dijatuhi hukuman oleh pemerintah Inggris. UNESCO memilihnya sebagai salah satu Situs Warisan Dunia sebagai monumen pemindahan narapidana dalam jumlah besar yang sekaligus menandakan ekspansi kolonial Eropa.

2. Monumen Bersejarah Dengfeng di China




Terletak di kaki Gunung Songshang di Provinsi Henan, China, terdapat delapan gugusan bangunan dan situs kuno yang berada di area seluas 40 kilometer persegi. Dari 13 struktur bangunan dan situs tersebut, di antaranya adalah Kuil Shaolin, tempat lahirnya Buddhisme Zen dan kungfu; Akademi Songyang, salah satu pusat pembelajaran tertua di China; dan kuil Songyue, tempat berdirnya pagoda bata tertua di China. Seluruh bangunan dan situs yang ada di wilayah itu merefleksikan beragam cara dalam mempersepsikan pusat langit dan Bumi serta kekuatan gunung sebagai pusat kebaktian agama.

3. Observatorium Kuno di India




Jantar Mantar di Jaipur, India merupakan observatorium terbesar dan tertua yang dibangun pada awal abad ke-18. Seluruh bangunan terbuat dari batu lokal dan marmer yang masih terjaga dengan baik hingga saat ini. Bangunan ini dirancang dengan menerapkan inovasi arsitektural dan instrumental agar dapat digunakan untuk mengamati posisi astronomis benda-benda langit dengan mata telanjang. Hal yang menarik adalah Samrat Yantra, jam matahari setinggi 27 meter masih memiliki tingkat akurasi hingga dua detik.

4. Desa Hahoe dan Yangdong di Korea Selatan




Dibangun pada abad 14-15, Desa Hahoe dan Yangdong yang berada di Provinsi Gyeongsang Utara, dinobatkan sebagai wakil utama budaya klan bersejarah di Korea. Di kedua desa tersebut, rumah-rumah kaum aristokrat yang tertata dengan baik masih terjaga kondisinya hingga saat ini. Selain itu, terdapat pula akademi-akademi yang mencerminkan budaya Konfusius dari Dinasti Joseon. Lokasinya yang dikelilingi gunung-gunung, padang rumput dan sungai, telah menginspirasi banyak penyair dari abad ke-17 dan 18.

5. Dataran Tinggi di Sri Lanka




Kawasan ini dipilih UNESCO karena nilai ekologisnya. Hutan di pegunungan ini memiliki kekayaan flora dan fauna yang beberapa di antaranya terancam punah seperti langur (monyet kecil) berwajah ungu, leopard Sri Lanka, dan loris Daratan Horton. Daerah pegunungan yang meliputi tiga kawasan yang dilindungi tersebut juga memiliki ekosistem yang unik. Pohon-pohonnya yang melingkar dan "cebol" berbeda dari ketinggian pepohonan di hutan dataran rendah di daerah sekitarnya.

6. Benteng Kerajaan Thang Long di Vietnam



Benteng ini dibangun pada abad 11 oleh dinasti Ly Viet di atas reruntuhan benteng China yang dibangun pada abad ke-7 di atas daratan yang dikeringkan dari delta Sungai Merah di Hanoi, Vietnam. Benteng ini menjadi pusat kekuasaan politik di wilayah tersebut selama 13 abad. Bangunan tersebut merefleksikan budaya Asia Tenggara yang unik dan spesifik di daerah lembah Sungai Merah dengan pengaruh persilangan budaya yang kuat dari China di utara dan Kerjaan Kuno Champa di selatan.




sumber :http://danish56.blogspot.com/2011/04/6-situs-di-asia-pasifik-yang-baru-saja.html

Ditemukan, Makam 'Dewa Jester' dari Suku Maya



Arkeolog menemukan makam tertua penguasa suku Maya kuno berlambang ‘Dewa Jester’ dari tahun 350 SM. Berdasarkan lambang unik itu, inilah bukti kerangka pihak kerajaan tertua di dunia.

http://static.inilah.com/data//berita/foto/1393072.jpg

Ditemukan di sebuah makam di bawah rumah penguasa di kawasan Holmul, timur laut Guatelmala, kerangka itu diperkirakan milik pria berusia lima puluhan tahun dengan kondisi kesehatan baik menjelang kematiannya.

Selain lambang Dewa Jester, di makam itu tampak pula tujuh keramik, guci, piring dan alat pembakar dupa.
“Kami pernah menemukan makam Suku Maya yang lebih tua, namun tidak pernah menemukan kuburan yang mencakup simbol kerajaan seperti ini,” kata John Tomasic dari University of Kansas, Amerika Serikat.

Di bawah situs arkeolog itu, ahli juga menemukan terowongan dengan lebar sekitar 16 inci, cukup lebar untuk dimasuki tubuh manusia. Tempat itu diperkirakan sebagai lorong menuju tempat penguburan.

Hasil penelitian ini diungkapkan pada pertemuan Society for American Archaeology di Sacramento, California, Amerika Serikat. Sebelumnya, kuburan penguasa Maya dari tahun 100 SM ditemukan di San Bartolo pada 2005.




sumber :http://www.inilah.com/read/detail/1393072/ditemukan-makam-dewa-jester-tertua-di-dunia