Senin, 13 April 2009

Bangunan Religius Tertua Ditemukan



www.unik77.tk
all about unik 77 : percaya atau tidak, kalau bisa sih unik setuju ?



sumber :http://karodalnet.blogspot.com/2009/03/bangunan-religius-tertua-ditemukan.html




Ahli arkeologi Italia menemukan sebuah bangunan relijius tertua di Cyprus yang mirip seperti kuil suci di Palestina.



Arkeolog tersebut, Maria Rosaria Belgiorno mengatakan, sebelumnya pernah pula ditemukan kuil berumur 4.000 tahun di pulau Mediterania timur.

"Saya yakin penemuan ini merupakan bangunan relijius paling kuno di Cyprus," ujarnya pada The Associated Press, Minggu (29/3/2009).

"Dengan begitu, bangunan ini menegaskan bahwa kepercayaan beragama telah ada lebih lama dari yang kita kira selama ini," tambahnya.

Namun, pihak yang berwenang di pulau itu belum dapat mengumumkan hasil penemuan ini ke publik sebelum penelitian lebih lengkap.

"Saya membenarkan bahwa situs tersebut dibangun sekitar tahun 2.000 sebelum masehi. Sayangnya, benar atau tidaknya penafsiran bahwa situs tersebut adalah sebuah kuil atau tempat suci, masih belum dapat dikonfirmasikan," ujar pejabat Cyprus Antiquities Department, Maria Hadjicosti.

Oleh sebabnya, Belgiorno yang menjadi ketua dalam misi arkeologi ini berinisiatif mengungkapkan penemuannya pada media sebuah media berbahasa Inggris, The Cyprus Weekly.

"Kuil tersebut memiliki bentuk yang unik, yang jarang ditemui pada situs manapun," ujar Belgiorno.

Belgiorno mengatakan, sebagai bukti bahwa ini sebuah situs relijus dapat diketahui dari kesamaan ciri-ciri dengan kuil yang berada di Palestina. Terdapat sepasang batu setinggi enam meter yang menghubungkan kedua sisi altar sebagai tempat persembahan hewan. Bukti lainnya, terdapat pula baskom air yang disinyalir digunakan untuk membersihkan altar dari dari darah hewan kurban. �

Bangunan dengan tinggi 200-sq.-meter (2,150-sq.-foot) itu ditemukan di sebuah desa dekat pantai selatan di luar Pyrgos. Sebelumnya, di tempat yang sama ditemukan juga pemukiman penduduk pada 2.000 sebelum masehi, berbagai jenis wewangian serta industri baja kuno.

Meski masih sulit untuk dipastikan, dia mengatakan dahulu kala pemukiman ini dihuni oleh sekitar 500 orang. Asal muasal penghuni masih belum jelas, namun terdapat petunjuk yang menghubungkan mereka dengan orang-orang kuno di Mesir dan Palestina.

Disinyalir gempa bumi yang dahsyat menghancurkan pemukiman tersebut pada 1.850 sebelum masehi. (okezone.com)

Ditemukan Injil Berusia 2.000 Tahun di Siprus



www.unik77.tk
all about unik 77 : percaya atau tidak, kalau bisa sih unik setuju ?



sumber : http://karodalnet.blogspot.com/2009/02/ditemukan-injil-berusia-2000-tahun-di.html




Pihak otoritas Siprus telah menemukan Injil yang ditulis dalam bahasa Sytiac dengan dialek yang menggunakan bahasa penduduk dari masa kehidupan Yesus. Demikian dilansir Reuters.




Manuskrip itu ditemukan polisi dalam sebuah penyerbuan para penyelundup barang-barang antik. Pihak Kepolisian Turki memberikan kesaksian dalam sidang pengadilan bahwa manuskrip itu dipercaya berusia 2.000 tahun.

Manuskrip itu membawa beberapa kutipan dari Injil yang ditulis dalam huruf emas dan penutup dari kulit. Satu halaman membawa gambar sebuah pohon dan tulisan enam baris dalam bahasa Syriac.

Para ahli masih berdebat mengenai kebenaran dari manuskrip tersebut apakah asli atau palsu. Seorang ahli mengatakan bahwa mereka memprediksi jika manuskrip itu berusia lebih dari 2.000 tahun dengan bentuk tulisan bertinta emas di atasnya.

"Saya mencurigai jika umurnya kurang dari 1.000 tahun," kata seorang ahli, Peter Williams dari Warden of Tyndale House, University of Cambridge. (kompas.com)

Kamis, 09 April 2009

Teknologi Logam Manusia Prasejarah



www.unik77.tk
all about unik 77 : percaya atau tidak, kalau bisa sih unik setuju ?



sumber :http://www.erabaru.or.id/200904081265/teknologi-logam-manusia-prasejarah.html




Pada edisi Juni tahun 1851, majalah Science of America mengutip sebuah artikel, dalam peledakan yang dilakukan di Dorchester, Massachusetts, AS, sebuah vas logam terbelah dua terlempar dari bebatuan. Vas bunga yang terbelah itu disatukan menjadi sebuah vas bunga berbentuk lonceng. Vas bunga itu dibuat dari paduan seng dan perak, lagi pula perak menempati komposisi sangat besar. Pada vas tersebut terpasang 6 kuntum bunga dari perak murni, ditata dengan bentuk tumpukan, di sekeliling bawah dililiti rotan dan dipasangi dengan perak murni. Pengerjaan rautan, ukiran dan pemasangan sangat sempurna, dibuat oleh tangan yang terampil.

Vas bunga kuno ini berasal dari batuan pecah pada kedalaman 15 kaki di bawah tanah, ditaksir telah berusia 100 ribu tahun lamanya. Sayangnya, vas bunga itu saling berpindah tempat di ruang museum, akhirnya hilang entah ke mana. Mungkin sekarang ia berada di bawah tanah tertutup debu.


vas-bunga-logam1

instalasi mesin yang mirip sumbat api


Selain itu, pada tangal 13 Februari 1961, tiga pemburu batu mengumpulkan batuan kristal di sebuah gunung, kurang lebih 4.300 kaki di atas permukaan laut yang berjarak 12 mil tenggara Olancha, California. Batu kristal adalah suatu batuan yang memiliki setrip kristal udara dalam bulatan. Waktu itu, mereka mencari-cari, di suatu tempat yang hampir mencapai puncaknya menemukan sebuah batu, batu tersebut mempunyai bekas fosil kulit kerang. Mereka bertiga membelah batu itu, dan menemukan suatu benda di luar dugaan mereka. Di dalamnya adalah suatu sisa peninggalan instalasi mesin: Lapisan paling luar adalah tanah liat, benda campuran batu koral dan fosil, selanjutnya adalah benda 6 bagian yang berbentuk tubuh, hampir seperti kayu, lebih lunak daripada (batu) akik.


Ia seperti kulit melapisi sebuah tabung bundar keramik putih yang lebarnya 3/4 inci, di tengah-tengah tabung adalah sebuah sumbu logam berwarna tembaga terang yang berukuran 2 mm. Pemburu batu mendapati sumbu itu memiliki magnetisme, bahkan terbuka di luar selama bertahun-tahun tidak pernah tampak bekas oksidasi sedikit pun. Di sekeliling tabung bundar keramik dikelilingi oleh gelang tembaga, sebagian besar telah berkarat. Selain itu, dalam batu juga tersimpan dua macam barang lainnya hasil buatan manusia, tidak berada pada posisi yang sama dengan tabung bundar, tampak seperti paku dan ganjalan.


Temuan mereka dikirim ke sebuah lembaga yang khusus menyelidiki benda-benda antik. Lembaga itu telah menentukan dengan sinar-X terhadap silinder yang terkandung dalam fosil tersebut, membuktikan bahwa sisa peninggalan itu memang benar adalah sebagian instalasi mesin. Sinar-X menunjukkan bahwa satu sisi sumbu logam itu telah terkorosi, dan sisi lainnya adalah sebuah per atau spiral. Singkatnya, benda buatan itu dianggap sebagian mesin, keramik yang halus itu, sumbu logam dan komponen tembaga mengisyaratkan bahwa ia adalah sebagian instrumen elektron. Instalasi modern yang paling mirip dan dapat ditemukan para ilmuwan adalah sumbu kembang api. Tetapi, ahli geologi senior memastikan bahwa batuan tersebut sejarahnya telah ada 500 ribu tahun. (erabaru.or.id)
*


(Sumber : Buku "Prehistoric Civilization")


Rabu, 08 April 2009

Ditemukan, Fosil Daun Purba di Blora Selatan



www.unik77.tk
all about unik 77 : percaya atau tidak, kalau bisa sih unik setuju ?



sumber :http://rioardi.wordpress.com/2009/04/07/ditemukan-fosil-daun-purba-di-blora-selatan/



http://rioardi.files.wordpress.com/2009/04/daun-purba.jpg?w=298&h=225



Menyusul penemuan fosil gajah purba, Tim Vertebrata Museum Geologi Bandung, Pusat Survei Geologi, Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral kembali menemukan fosil daun purba.

Daun itu ditemukan di Dusun Sunggun, Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. ”Berdasarkan temuan-temuan itu, tampaknya kawasan Blora Selatan merupakan savana di zaman Pleistosen yang dilewati Bengawan Solo purba,” kata Ketua Tim Vertebrata Museum Geologi Bandung Iwan Kurniawan, Sabtu (4/4) di Blora.


Fosil daun ditemukan di sekitar fosil gajah purba dan tercetak di batu lanau—terbentuk dari proses sedimentasi butiran lempung dan pasir. Dari ukuran daun yang relatif kecil, temuan gajah dan kerbau purba serta kontur sedimentasi di lokasi itu, tim memperkirakan, fosil itu dari zaman Pleistosen, 1.808.000- 11.500 tahun lalu.


Kepala Seksi Dokumentasi Museum Geologi Bandung SR Sinung Baskoro mengatakan, kawasan Blora Selatan banyak mengandung endapan teras Bengawan Solo purba yang menyimpan aneka fosil.


Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Blora Suntoyo mengatakan, Pemkab Blora menitipkan fosil itu di Museum Geologi Bandung.


Serahkan temuan


Seorang warga Kudus, Jawa Tengah, Sutodirono alias Rasimin (60), Minggu (5/4), menyerahkan temuan berupa 6 benda arkeologi, diduga dari abad ke-15, kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus.


Temuan itu berupa 3 buah mangkok berdiameter 13, 14, dan 15 sentimeter, ketinggian masing-masing 5 sentimeter. Dua benda lain menyerupai lepek dan sebuah miniatur rumah adat Minangkau.


Kepala seksi Sejarah Museum Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Sancaka Dwi Supani mengatakan, ”Untuk menentukan umur, jenis benda, bahan baku pembuatan benda, dan sebagainya, kami akan mengundang tenaga ahli dari Museum Ronggowarsito Jawa Tengah di Semarang,” katanya. Rasimin mengaku benda-benda itu ditemukannya di bekas pertapaan Sunan Kalijogo beberapa tahun lalu.

Senin, 06 April 2009

Kerangka Pria Purba Berumur 4000 Ditemukan



www.unik77.tk
all about unik 77 : percaya atau tidak, kalau bisa sih unik setuju ?



sumber : http://sains.kompas.com/read/xml/2009/03/29/18215265/Kerangka.Pria.Purba.Berumur.4000.Ditemukan




http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/21/132259p.JPG



Beginilah bentuk Pithecanthropus erectus, karya tatahan Dubois sendiri. Tugu ini dibangun untuk memperingati temuan tengkorak manusia purba. Tatahan di batu pualam bertuliskan "P.e. 175 M. ONO 1891/1893, yang berarti "Pithecanthropus erectus, ditemukan 175 meter, arah timur laut, antara tahun 1891-1893". Eugene Dubois, masih sebagai pemuda yang gemar menekuni masalah paleontologi dan petualangan ilmiah



DUSHANBE, KOMPAS.com - Suatu penemuan unik arkeologi terjadi di kaki gunung dekat desa tua Tajikistan, Tudakavsh, di daerah Kulyab, di tenggara negara tersebut.


Menurut media massa Tajikistan seperti dikutip kantor berita ISAR TASS, dilaporkan sekelompok penduduk menemukan kerangka seorang pria purba yang terawat baik, ketika mereka sedang menggali tanah.


Para pakar mengatakan, kerangka tersebut paling tidak berumur 4000 tahun. Pria tersebut punya tinggi badan sekitar dua meter. Pada salah satu tulang jarinya terdapat sebuah cincin yang berbentuk luar biasa.


Rektor Universitas Kulyab, Karimdjon Kodiri dan para mahasiswanya dari jurusan arkeologi masa depan telah menyaksikan lokasi di mana kerangka itu ditemukan.


Setelah melakukan penggalian awal, mereka menemukan beberapa guci-guci tanah liat tak jauh dari tempat kerangka itu.


Setelah kerangka itu diteliti, posturnya seperti bertiarap tidak seperti biasanya orang-orang purba dikebumikan. Menurut para pakar, orang purba tersebut meninggal dalam perang.


Kepala departemen arkeologi pada Institut Sejarah. Arkeologi dan Etnografi Akademi Sains Nasional, Yusuf Yakubov, mengatakan kepada Itar-Tass bahwa dia tidak bisa menyimpulkan kerangka manusia purba itu, kecuali penemuan artifak-artifak di dekatnya barangkali berada dari Zaman Perunggu, atau sekitar 2.500 tahun sebelum Masehi.


"Di kawasan Kulyab, di mana kami sejak lama mengadakan penggalian arkeologi menemukan beberapa artifak dan monumen dari Zaman Perunggu, termasuk tempat makam dan pemukiman," kata pakar itu.


"Beberapa kerangka juga ditemukan, tetapi yang sebaik penemuan itu barangkali pertama kalinya terjadi," ujarnya.


Yakubov mengatakan, suatu ekspedisi akan dikirimkan ke desa Tudakavsh untuk mempelajari situs di mana kerangka itu ditemukan, dengan penelitian lebih rinci.


Tajikistan dikenal mempunyai berbagai monumen arkeologi besar di di dunia, seperti pemukiman Pendzhikent, Takhti-Sangin, dan biara Budha Adjina-Tepa, dengan patung Budhanya dari lempung setinggi 14 meter, yang disebut Budha di Nirwana.

Minggu, 08 Maret 2009

DITEMUKAN FOSIL JEJAK KAKI MANUSIA TERTUA 1,5 JUTA TAHUN



www.unik77.tk
all about unik 77 : percaya atau tidak, kalau bisa sih unik setuju ?



sumber :http://tidakmenarik.wordpress.com/2009/02/27/ditemukan-fosil-jejak-kaki-manusia-tertua-15-juta-tahun/



_45516169_bennett1hr



Para peneliti asal Inggris menemukan sebuah jejak kaki manusia purba yang diperkirakan berusia 1,5 juta tahun yang lalu. Tim peneliti yang dipimpin seorang ahli geologi Bournemouth University, Inggirs, Matthew Bennett itu menemukan jejak kaki tersebut di Ileret, sebuah wilayah utara Kenya.

BBC, Jumat (27/2/2009) melansir penemuan bekas tapak kaki itu memang bukanlah yang tertua di dunia. Sebelumnya, juga pernah ditemukan bekas tapak kaki yang diperkirakan berasal dari 3,7 tahun di Laetoli, Tanzania pada 1978. Dua jejak kaki kali ini ditemukan pada kedalaman 5 meter di dalam tanah.


Menurut Bennet, jejak kaki tersebut merupakan jejak kaki manusia purba Homo Erectus, karena memiliki ukuran yang tak jauh berbeda dengan ukuran kaki masyarakat modern. Penemuan yang dipublikasikan di jurnal Science itu memperlihatkan ukuran tapak kaki seukuran sepatu nomor ‘9′.


“Kami telah mendiagnosa jika cara berjalannya tak jauh berbeda dengan orang modern,” katanya.


Namun, perbedaan terlihat dari jari-jari kaki manusia purba yang lebih besar ketimbang jari kaki masyarakat modern. Menurut Bennet hal itu disebabkan karena adaptasi masyarakat purba terhadap kontur wilayahnya

Menyibak Misteri Lukisan Darah di Kokas



www.unik77.tk
all about unik 77 : percaya atau tidak, kalau bisa sih unik setuju ?



sumber :http://tidakmenarik.wordpress.com/2009/03/03/menyibak-misteri-lukisan-darah-di-kokas/



MENGUNJUNGI Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, laksana mengunjungi sebuah kota tua. Di wilayah distrik ini terdapat situs kuno yang menyimpan keajaiban dengan misteri di dalamnya. Tak hanya menarik, tapi juga mengundang orang untuk datang menjumput keelokannya.


kokas


Lukisan tebing yang merupakan situs kuno Kokas di Andamata, Distrik Kokas, Fak-Fak, Papua Barat. Lukisan ini merupakan peninggalan jaman prasejarah


Salah satu situs kuno yang terkenal di Kokas adalah lukisan di tebing bebatuan terjal. Oleh masyarakat setempat, tebing bebatuan terjal ini biasa disebut Tapurarang. Di Distrik Kokas kekayaan peninggalan sejak zaman prasejarah ini bisa dijumpai di Andamata, Fior, Forir, Darembang, dan Goras.


Lantas, apa keunikan lukisan berupa gambar telapak tangan manusia dan binatang di dinding tebing tersebut? Meski sudah berabad-abad lamanya, lukisan yang dibuat dengan pewarna dari bahan-bahan alami tersebut masih tetap terlihat jelas hingga saat ini. Warna merah pada lukisan tebing ini juga menyerupai warna darah manusia. Oleh karenanya masyarakat setempat juga sering menyebut lukisan tersebut sebagai lukisan cap tangan darah.


Bagi masyarakat setempat, lokasi lukisan tebing ini merupakan tempat yang disakralkan. Mereka percaya lukisan ini adalah wujud orang-orang yang dikutuk oleh arwah seorang nenek yang berubah menjadi setan kaborbor atau hantu yang diyakini sebagai penguasa lautan paling menakutkan. Nenek ini meninggal saat terjadi musibah yang menenggelamkan perahu yang ia tumpangi.


Dari seluruh penumpang di perahu itu, hanya nenek ini yang meninggal. Konon tak ada satu pun penumpang di atas perahu yang berusaha membantu sang nenek untuk menyelamatkan diri. Merasa sakit hati, arwah nenek yang telah berubah menjadi setan kaborbor mengutuk seluruh penumpang perahu yang berusaha menyelamatkan diri di atas tebing batu. Karena kutukan tersebut seluruh penumpang dan hasil-hasil laut yang dibawa seketika berubah menjadi lukisan tebing.


Di lokasi lukisan tebing ini Anda juga bisa menyaksikan kerangka-kerangka tulang manusia. Kerangka ini dipercaya merupakan kerangka leluhur atau nenek moyang masyarakat Kokas. Pada zaman dahulu masyarakat di sini memiliki kebiasaan meletakkan jasad leluhur yang meninggal di tebing batu, gua, tanjung ataupun di bawah pohon besar yang dianggap sakral.


kokas-1


Tulang tengkorak terdapat di tebing di Andamata, Distrik Kokas, Fak-Fak, Papua Barat. Tulang tengkorak manusia ini adalah sisa kebiasaan masyarakat setempat yang tidak menguburkan jazad leluhur melainkan meletakkannya di tebing batu, gua, tanjung ataupun di bawah pohon besar yang khusus atau dianggap sakral.


Tertarik menelusuri jejak prasejarah di Kokas? Dari terminal Fakfak Anda harus menempuh perjalanan darat menuju Kokas menggunakan angkutan luar kota. Jarak Fakfak-Kokas sejauh 50 kilometer akan ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp 25.000 per orang, sekali jalan. Tiba di Kokas, perjalanan masih harus dilanjutkan menggunakan longboat dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Jika air sedang pasang, Anda bisa naik ke tebing dan menyaksikan lukisan ini dari dekat. Namun, jika air surut, keindahan lukisan tebing ini hanya bisa dinikmati dari atas longboat.


MENGUNJUNGI Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat laksana mengunjungi sebuah kota tua. Di wilayah distrik ini terdapat situs kuno yang menyimpan keajaiban dengan misteri di dalamnya. Tak hanya menarik, namun ini juga mengundang orang untuk datang menjumput keelokannya.


Salah satu situs kuno yang terkenal di Kokas adalah lukisan di tebing bebatuan terjal. Oleh masyarakat setempat tebing bebatuan terjal ini biasa disebut Tapurarang. Di Distrik Kokas kekayaan peninggalan sejak jaman prasejarah ini bisa dijumpai di Andamata, Fior, Forir, Darembang, dan Goras.


Lantas apa keunikan lukisan berupa gambar telapak tangan manusia dan binatang di dinding tebing tersebut? Meski sudah berabad-abad lamanya, lukisan yang dibuat mengunakan pewarna dari bahan-bahan alami tersebut masih tetap terlihat dengan jelas hingga saat ini. Warna merah pada lukisan tebing ini juga menyerupai warna darah manusia.Oleh karenanya masyarakat setempat juga sering menyebut lukisan tersebut sebagai lukisan cap tangan darah.


Bagi masyarakat setempat lokasi lukisan tebing ini merupakan tempat yang disakralkan. Mereka percaya lukisan ini adalah wujud orang-orang yang dikutuk oleh arwah seorang nenek yang berubah menjadi setan kaborbor atau hantu yang diyakini sebagai penguasa lautan paling menakutkan. Nenek ini meninggal saat terjadi musibah yang menenggelamkan perahu yang ia tumpangi.


kokas-2


Lukisan tebing yang merupakan situs kuno Kokas di Andamata, Distrik Kokas, Fak-Fak, Papua Barat


Dari seluruh penumpang di perahu itu, hanya nenek ini yang meninggal. Konon tak ada satupun penumpang di atas perahu yang berusaha membantu sang nenek untuk menyelamatkan diri. Merasa sakit hati, arwah nenek yang telah berubah menjadi setan kaborbor mengutuk seluruh penumpang perahu yang berusaha menyelamatkan diri di atas tebing batu. Karena kutukan tersebut seluruh penumpang dan hasil-hasil laut yang dibawa seketika berubah menjadi lukisan tebing.


Di lokasi lukisan tebing ini anda juga bisa menyaksikan kerangka-kerangka tulang manusia. Kerangka ini dipercaya merupakan kerangka leluhur atau nenek moyang masyarakat Kokas. Pada zaman dahulu masyarakat di sini memiliki kebiasaan meletakkan jasad leluhur yang meninggal di tebing batu, gua, tanjung ataupun di bawah pohon besar yang dianggap sakral.


Tertarik menelusuri jejak prasejarah di Kokas? Dari terminal Fakfak anda harus menempuh perjalanan darat menuju Kokas menggunakan angkutan luar kota. Jarak Fakfak-Kokas sejauh 50 kilometer akan ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp. 25.000 perorang, one way.


Tiba di Kokas perjalanan masih harus dilanjutkan menggunakan longboat dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Jika air sedang pasang, anda bisa naik ke tebing dan menyaksikan lukisan ini dari dekat. Namun jika air surut, keindahan lukisan tebing ini hanya bisa dinikmati dari atas longboat.KOMPAS