Kamis, 09 April 2009

Teknologi Logam Manusia Prasejarah



www.unik77.tk
all about unik 77 : percaya atau tidak, kalau bisa sih unik setuju ?



sumber :http://www.erabaru.or.id/200904081265/teknologi-logam-manusia-prasejarah.html




Pada edisi Juni tahun 1851, majalah Science of America mengutip sebuah artikel, dalam peledakan yang dilakukan di Dorchester, Massachusetts, AS, sebuah vas logam terbelah dua terlempar dari bebatuan. Vas bunga yang terbelah itu disatukan menjadi sebuah vas bunga berbentuk lonceng. Vas bunga itu dibuat dari paduan seng dan perak, lagi pula perak menempati komposisi sangat besar. Pada vas tersebut terpasang 6 kuntum bunga dari perak murni, ditata dengan bentuk tumpukan, di sekeliling bawah dililiti rotan dan dipasangi dengan perak murni. Pengerjaan rautan, ukiran dan pemasangan sangat sempurna, dibuat oleh tangan yang terampil.

Vas bunga kuno ini berasal dari batuan pecah pada kedalaman 15 kaki di bawah tanah, ditaksir telah berusia 100 ribu tahun lamanya. Sayangnya, vas bunga itu saling berpindah tempat di ruang museum, akhirnya hilang entah ke mana. Mungkin sekarang ia berada di bawah tanah tertutup debu.


vas-bunga-logam1

instalasi mesin yang mirip sumbat api


Selain itu, pada tangal 13 Februari 1961, tiga pemburu batu mengumpulkan batuan kristal di sebuah gunung, kurang lebih 4.300 kaki di atas permukaan laut yang berjarak 12 mil tenggara Olancha, California. Batu kristal adalah suatu batuan yang memiliki setrip kristal udara dalam bulatan. Waktu itu, mereka mencari-cari, di suatu tempat yang hampir mencapai puncaknya menemukan sebuah batu, batu tersebut mempunyai bekas fosil kulit kerang. Mereka bertiga membelah batu itu, dan menemukan suatu benda di luar dugaan mereka. Di dalamnya adalah suatu sisa peninggalan instalasi mesin: Lapisan paling luar adalah tanah liat, benda campuran batu koral dan fosil, selanjutnya adalah benda 6 bagian yang berbentuk tubuh, hampir seperti kayu, lebih lunak daripada (batu) akik.


Ia seperti kulit melapisi sebuah tabung bundar keramik putih yang lebarnya 3/4 inci, di tengah-tengah tabung adalah sebuah sumbu logam berwarna tembaga terang yang berukuran 2 mm. Pemburu batu mendapati sumbu itu memiliki magnetisme, bahkan terbuka di luar selama bertahun-tahun tidak pernah tampak bekas oksidasi sedikit pun. Di sekeliling tabung bundar keramik dikelilingi oleh gelang tembaga, sebagian besar telah berkarat. Selain itu, dalam batu juga tersimpan dua macam barang lainnya hasil buatan manusia, tidak berada pada posisi yang sama dengan tabung bundar, tampak seperti paku dan ganjalan.


Temuan mereka dikirim ke sebuah lembaga yang khusus menyelidiki benda-benda antik. Lembaga itu telah menentukan dengan sinar-X terhadap silinder yang terkandung dalam fosil tersebut, membuktikan bahwa sisa peninggalan itu memang benar adalah sebagian instalasi mesin. Sinar-X menunjukkan bahwa satu sisi sumbu logam itu telah terkorosi, dan sisi lainnya adalah sebuah per atau spiral. Singkatnya, benda buatan itu dianggap sebagian mesin, keramik yang halus itu, sumbu logam dan komponen tembaga mengisyaratkan bahwa ia adalah sebagian instrumen elektron. Instalasi modern yang paling mirip dan dapat ditemukan para ilmuwan adalah sumbu kembang api. Tetapi, ahli geologi senior memastikan bahwa batuan tersebut sejarahnya telah ada 500 ribu tahun. (erabaru.or.id)
*


(Sumber : Buku "Prehistoric Civilization")


Rabu, 08 April 2009

Ditemukan, Fosil Daun Purba di Blora Selatan



www.unik77.tk
all about unik 77 : percaya atau tidak, kalau bisa sih unik setuju ?



sumber :http://rioardi.wordpress.com/2009/04/07/ditemukan-fosil-daun-purba-di-blora-selatan/



http://rioardi.files.wordpress.com/2009/04/daun-purba.jpg?w=298&h=225



Menyusul penemuan fosil gajah purba, Tim Vertebrata Museum Geologi Bandung, Pusat Survei Geologi, Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral kembali menemukan fosil daun purba.

Daun itu ditemukan di Dusun Sunggun, Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. ”Berdasarkan temuan-temuan itu, tampaknya kawasan Blora Selatan merupakan savana di zaman Pleistosen yang dilewati Bengawan Solo purba,” kata Ketua Tim Vertebrata Museum Geologi Bandung Iwan Kurniawan, Sabtu (4/4) di Blora.


Fosil daun ditemukan di sekitar fosil gajah purba dan tercetak di batu lanau—terbentuk dari proses sedimentasi butiran lempung dan pasir. Dari ukuran daun yang relatif kecil, temuan gajah dan kerbau purba serta kontur sedimentasi di lokasi itu, tim memperkirakan, fosil itu dari zaman Pleistosen, 1.808.000- 11.500 tahun lalu.


Kepala Seksi Dokumentasi Museum Geologi Bandung SR Sinung Baskoro mengatakan, kawasan Blora Selatan banyak mengandung endapan teras Bengawan Solo purba yang menyimpan aneka fosil.


Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Blora Suntoyo mengatakan, Pemkab Blora menitipkan fosil itu di Museum Geologi Bandung.


Serahkan temuan


Seorang warga Kudus, Jawa Tengah, Sutodirono alias Rasimin (60), Minggu (5/4), menyerahkan temuan berupa 6 benda arkeologi, diduga dari abad ke-15, kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus.


Temuan itu berupa 3 buah mangkok berdiameter 13, 14, dan 15 sentimeter, ketinggian masing-masing 5 sentimeter. Dua benda lain menyerupai lepek dan sebuah miniatur rumah adat Minangkau.


Kepala seksi Sejarah Museum Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Sancaka Dwi Supani mengatakan, ”Untuk menentukan umur, jenis benda, bahan baku pembuatan benda, dan sebagainya, kami akan mengundang tenaga ahli dari Museum Ronggowarsito Jawa Tengah di Semarang,” katanya. Rasimin mengaku benda-benda itu ditemukannya di bekas pertapaan Sunan Kalijogo beberapa tahun lalu.

Senin, 06 April 2009

Kerangka Pria Purba Berumur 4000 Ditemukan



www.unik77.tk
all about unik 77 : percaya atau tidak, kalau bisa sih unik setuju ?



sumber : http://sains.kompas.com/read/xml/2009/03/29/18215265/Kerangka.Pria.Purba.Berumur.4000.Ditemukan




http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/21/132259p.JPG



Beginilah bentuk Pithecanthropus erectus, karya tatahan Dubois sendiri. Tugu ini dibangun untuk memperingati temuan tengkorak manusia purba. Tatahan di batu pualam bertuliskan "P.e. 175 M. ONO 1891/1893, yang berarti "Pithecanthropus erectus, ditemukan 175 meter, arah timur laut, antara tahun 1891-1893". Eugene Dubois, masih sebagai pemuda yang gemar menekuni masalah paleontologi dan petualangan ilmiah



DUSHANBE, KOMPAS.com - Suatu penemuan unik arkeologi terjadi di kaki gunung dekat desa tua Tajikistan, Tudakavsh, di daerah Kulyab, di tenggara negara tersebut.


Menurut media massa Tajikistan seperti dikutip kantor berita ISAR TASS, dilaporkan sekelompok penduduk menemukan kerangka seorang pria purba yang terawat baik, ketika mereka sedang menggali tanah.


Para pakar mengatakan, kerangka tersebut paling tidak berumur 4000 tahun. Pria tersebut punya tinggi badan sekitar dua meter. Pada salah satu tulang jarinya terdapat sebuah cincin yang berbentuk luar biasa.


Rektor Universitas Kulyab, Karimdjon Kodiri dan para mahasiswanya dari jurusan arkeologi masa depan telah menyaksikan lokasi di mana kerangka itu ditemukan.


Setelah melakukan penggalian awal, mereka menemukan beberapa guci-guci tanah liat tak jauh dari tempat kerangka itu.


Setelah kerangka itu diteliti, posturnya seperti bertiarap tidak seperti biasanya orang-orang purba dikebumikan. Menurut para pakar, orang purba tersebut meninggal dalam perang.


Kepala departemen arkeologi pada Institut Sejarah. Arkeologi dan Etnografi Akademi Sains Nasional, Yusuf Yakubov, mengatakan kepada Itar-Tass bahwa dia tidak bisa menyimpulkan kerangka manusia purba itu, kecuali penemuan artifak-artifak di dekatnya barangkali berada dari Zaman Perunggu, atau sekitar 2.500 tahun sebelum Masehi.


"Di kawasan Kulyab, di mana kami sejak lama mengadakan penggalian arkeologi menemukan beberapa artifak dan monumen dari Zaman Perunggu, termasuk tempat makam dan pemukiman," kata pakar itu.


"Beberapa kerangka juga ditemukan, tetapi yang sebaik penemuan itu barangkali pertama kalinya terjadi," ujarnya.


Yakubov mengatakan, suatu ekspedisi akan dikirimkan ke desa Tudakavsh untuk mempelajari situs di mana kerangka itu ditemukan, dengan penelitian lebih rinci.


Tajikistan dikenal mempunyai berbagai monumen arkeologi besar di di dunia, seperti pemukiman Pendzhikent, Takhti-Sangin, dan biara Budha Adjina-Tepa, dengan patung Budhanya dari lempung setinggi 14 meter, yang disebut Budha di Nirwana.

Minggu, 08 Maret 2009

DITEMUKAN FOSIL JEJAK KAKI MANUSIA TERTUA 1,5 JUTA TAHUN



www.unik77.tk
all about unik 77 : percaya atau tidak, kalau bisa sih unik setuju ?



sumber :http://tidakmenarik.wordpress.com/2009/02/27/ditemukan-fosil-jejak-kaki-manusia-tertua-15-juta-tahun/



_45516169_bennett1hr



Para peneliti asal Inggris menemukan sebuah jejak kaki manusia purba yang diperkirakan berusia 1,5 juta tahun yang lalu. Tim peneliti yang dipimpin seorang ahli geologi Bournemouth University, Inggirs, Matthew Bennett itu menemukan jejak kaki tersebut di Ileret, sebuah wilayah utara Kenya.

BBC, Jumat (27/2/2009) melansir penemuan bekas tapak kaki itu memang bukanlah yang tertua di dunia. Sebelumnya, juga pernah ditemukan bekas tapak kaki yang diperkirakan berasal dari 3,7 tahun di Laetoli, Tanzania pada 1978. Dua jejak kaki kali ini ditemukan pada kedalaman 5 meter di dalam tanah.


Menurut Bennet, jejak kaki tersebut merupakan jejak kaki manusia purba Homo Erectus, karena memiliki ukuran yang tak jauh berbeda dengan ukuran kaki masyarakat modern. Penemuan yang dipublikasikan di jurnal Science itu memperlihatkan ukuran tapak kaki seukuran sepatu nomor ‘9′.


“Kami telah mendiagnosa jika cara berjalannya tak jauh berbeda dengan orang modern,” katanya.


Namun, perbedaan terlihat dari jari-jari kaki manusia purba yang lebih besar ketimbang jari kaki masyarakat modern. Menurut Bennet hal itu disebabkan karena adaptasi masyarakat purba terhadap kontur wilayahnya

Menyibak Misteri Lukisan Darah di Kokas



www.unik77.tk
all about unik 77 : percaya atau tidak, kalau bisa sih unik setuju ?



sumber :http://tidakmenarik.wordpress.com/2009/03/03/menyibak-misteri-lukisan-darah-di-kokas/



MENGUNJUNGI Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, laksana mengunjungi sebuah kota tua. Di wilayah distrik ini terdapat situs kuno yang menyimpan keajaiban dengan misteri di dalamnya. Tak hanya menarik, tapi juga mengundang orang untuk datang menjumput keelokannya.


kokas


Lukisan tebing yang merupakan situs kuno Kokas di Andamata, Distrik Kokas, Fak-Fak, Papua Barat. Lukisan ini merupakan peninggalan jaman prasejarah


Salah satu situs kuno yang terkenal di Kokas adalah lukisan di tebing bebatuan terjal. Oleh masyarakat setempat, tebing bebatuan terjal ini biasa disebut Tapurarang. Di Distrik Kokas kekayaan peninggalan sejak zaman prasejarah ini bisa dijumpai di Andamata, Fior, Forir, Darembang, dan Goras.


Lantas, apa keunikan lukisan berupa gambar telapak tangan manusia dan binatang di dinding tebing tersebut? Meski sudah berabad-abad lamanya, lukisan yang dibuat dengan pewarna dari bahan-bahan alami tersebut masih tetap terlihat jelas hingga saat ini. Warna merah pada lukisan tebing ini juga menyerupai warna darah manusia. Oleh karenanya masyarakat setempat juga sering menyebut lukisan tersebut sebagai lukisan cap tangan darah.


Bagi masyarakat setempat, lokasi lukisan tebing ini merupakan tempat yang disakralkan. Mereka percaya lukisan ini adalah wujud orang-orang yang dikutuk oleh arwah seorang nenek yang berubah menjadi setan kaborbor atau hantu yang diyakini sebagai penguasa lautan paling menakutkan. Nenek ini meninggal saat terjadi musibah yang menenggelamkan perahu yang ia tumpangi.


Dari seluruh penumpang di perahu itu, hanya nenek ini yang meninggal. Konon tak ada satu pun penumpang di atas perahu yang berusaha membantu sang nenek untuk menyelamatkan diri. Merasa sakit hati, arwah nenek yang telah berubah menjadi setan kaborbor mengutuk seluruh penumpang perahu yang berusaha menyelamatkan diri di atas tebing batu. Karena kutukan tersebut seluruh penumpang dan hasil-hasil laut yang dibawa seketika berubah menjadi lukisan tebing.


Di lokasi lukisan tebing ini Anda juga bisa menyaksikan kerangka-kerangka tulang manusia. Kerangka ini dipercaya merupakan kerangka leluhur atau nenek moyang masyarakat Kokas. Pada zaman dahulu masyarakat di sini memiliki kebiasaan meletakkan jasad leluhur yang meninggal di tebing batu, gua, tanjung ataupun di bawah pohon besar yang dianggap sakral.


kokas-1


Tulang tengkorak terdapat di tebing di Andamata, Distrik Kokas, Fak-Fak, Papua Barat. Tulang tengkorak manusia ini adalah sisa kebiasaan masyarakat setempat yang tidak menguburkan jazad leluhur melainkan meletakkannya di tebing batu, gua, tanjung ataupun di bawah pohon besar yang khusus atau dianggap sakral.


Tertarik menelusuri jejak prasejarah di Kokas? Dari terminal Fakfak Anda harus menempuh perjalanan darat menuju Kokas menggunakan angkutan luar kota. Jarak Fakfak-Kokas sejauh 50 kilometer akan ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp 25.000 per orang, sekali jalan. Tiba di Kokas, perjalanan masih harus dilanjutkan menggunakan longboat dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Jika air sedang pasang, Anda bisa naik ke tebing dan menyaksikan lukisan ini dari dekat. Namun, jika air surut, keindahan lukisan tebing ini hanya bisa dinikmati dari atas longboat.


MENGUNJUNGI Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat laksana mengunjungi sebuah kota tua. Di wilayah distrik ini terdapat situs kuno yang menyimpan keajaiban dengan misteri di dalamnya. Tak hanya menarik, namun ini juga mengundang orang untuk datang menjumput keelokannya.


Salah satu situs kuno yang terkenal di Kokas adalah lukisan di tebing bebatuan terjal. Oleh masyarakat setempat tebing bebatuan terjal ini biasa disebut Tapurarang. Di Distrik Kokas kekayaan peninggalan sejak jaman prasejarah ini bisa dijumpai di Andamata, Fior, Forir, Darembang, dan Goras.


Lantas apa keunikan lukisan berupa gambar telapak tangan manusia dan binatang di dinding tebing tersebut? Meski sudah berabad-abad lamanya, lukisan yang dibuat mengunakan pewarna dari bahan-bahan alami tersebut masih tetap terlihat dengan jelas hingga saat ini. Warna merah pada lukisan tebing ini juga menyerupai warna darah manusia.Oleh karenanya masyarakat setempat juga sering menyebut lukisan tersebut sebagai lukisan cap tangan darah.


Bagi masyarakat setempat lokasi lukisan tebing ini merupakan tempat yang disakralkan. Mereka percaya lukisan ini adalah wujud orang-orang yang dikutuk oleh arwah seorang nenek yang berubah menjadi setan kaborbor atau hantu yang diyakini sebagai penguasa lautan paling menakutkan. Nenek ini meninggal saat terjadi musibah yang menenggelamkan perahu yang ia tumpangi.


kokas-2


Lukisan tebing yang merupakan situs kuno Kokas di Andamata, Distrik Kokas, Fak-Fak, Papua Barat


Dari seluruh penumpang di perahu itu, hanya nenek ini yang meninggal. Konon tak ada satupun penumpang di atas perahu yang berusaha membantu sang nenek untuk menyelamatkan diri. Merasa sakit hati, arwah nenek yang telah berubah menjadi setan kaborbor mengutuk seluruh penumpang perahu yang berusaha menyelamatkan diri di atas tebing batu. Karena kutukan tersebut seluruh penumpang dan hasil-hasil laut yang dibawa seketika berubah menjadi lukisan tebing.


Di lokasi lukisan tebing ini anda juga bisa menyaksikan kerangka-kerangka tulang manusia. Kerangka ini dipercaya merupakan kerangka leluhur atau nenek moyang masyarakat Kokas. Pada zaman dahulu masyarakat di sini memiliki kebiasaan meletakkan jasad leluhur yang meninggal di tebing batu, gua, tanjung ataupun di bawah pohon besar yang dianggap sakral.


Tertarik menelusuri jejak prasejarah di Kokas? Dari terminal Fakfak anda harus menempuh perjalanan darat menuju Kokas menggunakan angkutan luar kota. Jarak Fakfak-Kokas sejauh 50 kilometer akan ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp. 25.000 perorang, one way.


Tiba di Kokas perjalanan masih harus dilanjutkan menggunakan longboat dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Jika air sedang pasang, anda bisa naik ke tebing dan menyaksikan lukisan ini dari dekat. Namun jika air surut, keindahan lukisan tebing ini hanya bisa dinikmati dari atas longboat.KOMPAS

Vampire ditemukan di Pekuburan Masal



www.unik77.tk
all about unik 77 : percaya atau tidak, kalau bisa sih unik setuju ?



sumber :http://tidakmenarik.wordpress.com/2009/03/07/vampire-ditemukan-di-pekuburan-masal/



Tengkorak yang ditemukan di pekuburuan Venesia diklaim sebagai contoh pertama “Vampire” sebagaimana dimaksud dalam dokumen kuno. Matteo Borrini dari Universitas Florence di Italia menemukan kerangka seorang perempuan dengan batu bata kecil di mulut saat mengevakuasi makam dari korban abad pertengahan di pulau Lazzaretto Nuovo di Venesia, Italia


mg20126985200-2_300


Pada saat wanita itu meninggal, banyak orang percaya bahwa wabah itu tersebar oleh “vampires” yang meminum darah manusia, penyebaran penyakit oleh mereka yang sudah mati. meletakkan batu bata di mulutnya yang diduga vampires, untuk menghentikan mereka melakukan hal ini ( Meminm darah Manusia ), lanjut Borrini.


mg20126985200-1_500


temuan yang disampaikannya pada pertemuan American Academy of Sciences forensik di Denver, Colorado, pekan lalu, klaim ini mungkin pertama dari sebuah kuburan massal korban Venetian tulah tahun 1576.


Namun, Moore-Peer Jansen dari Wichita State University di Kansas mengatakan tengkorak serupa juga ditemukan di Polandia dan klaim dari Brorini sebagai Vampire pertama yang ditemukan sedikit aneh.

Rabu, 28 Januari 2009

Mengenal Patung Dhayani Budha [Borobudur]



www.unik77.tk
all about unik 77 : percaya atau tidak, kalau bisa sih unik setuju ?



sumber : http://kaskus.us/showthread.php?t=1390985




Patung Dhayani Budha yang berada di Borobudur berjumlah total 504 (pada permulaan-nya), tetapi sekarang 300 lebih dalam keadaan rusak (rata – rata kepalanya hilang) sedang 43 yang lain hilang sama sekali. sungguh menyedihkan, warisan sejarah yang tadinya sempat menjadi salah satu keajaiban dunia kini sudah tidak lagi.
apa pemerintah kita hanya sibuk dengan urusan politik dan kekuasaannya. belum lama gw lyat di TV baru ditemukan bekas kerajaan Majapahit, dah gw salut dengan masyarakat sekitarnya yg peduli menggali dan menjaga situs tersbut

sekedar info tenyata Patung Dhayani Budha yang di borobudur mempunyai arti




Arah mata angin : Utara, Lor, North
Nama patung budha : Dhayani Budha Amoghasiddhi
Nama mudra : Abhaya-mudra.
Bentuk mudra
Tangan kiri terbuka dan menengadah dipangkuan, sedang tangan kanan diangkat sedikit diatas lutut sebelah kanan dengan telapak menghadap kemuka.
Arah mata angin : Timur, Wetan, East
Nama patung budha : Dhayani Budha Aksobhya
Nama mudra : Bhumisprasa-mudra
Bentuk Mudra
Tangan kiri mengenadah di atas pangkuan, sedang tangan kanan menempel pada lutut kanan dengan (telapak menengadah kebawah/menelungkup) jari menunjuk kebawah.
Arah mata angin : Selatan, Kidul, South
Nama patung Budha : Dhayani Budha Ratnasambhawa
Nama mudra : Wara-mudra
Bentuk Mudra
Tangan kiri terbuka dan menengadah dipangkuan, sedang tangan kanan menempel pada lutut kanan menengadah kearah atas, jari – jari menunjuk kearah atas.
Arah mata Angin : Barat, Kulon, West
Nama patung budha : Dhayani Budha Amithaba
Nama mudra : Dhayana-mudra
Bentuk Mudra
Kedua tangan kanan diletakkan dipangkuan, yang kanan diatas yang kiri, dengan telapak kanan menengadah dan kedua jempolnya saling bertemu.
Arah mata angin : Pusat/central/tengah
Nama patung budha : Dhayani Budha Wairocana
Nama mudra : Witarka-mudra
Bentuk Mudra
tangan kiri terbuka di atas pangkuan dan tangan kanan sedikit terangkat di atas lutut kanan dengan telapak menghadap ke muka dan jari telunjuknya menyentuh ibu jari.

Keterangan tambahan
Di tempat lain kadang Dhayani Budha Wairocana digambarkan dengan mudra Dharmachakra-mudra.
Pintu masuk Borobudur ada di sebelah timur dan memutarnya melalui cara pradaksina